Tiga Rumah Warga Weto Ludes Terbakar

  • Satu Korban Meninggal, Cuma Sisa Perut dan 1 Tulang Rusuk

Oleh Avent Saur

kebakaran

Ilustrasi Kebakaran Rumah.

Sebanyak tiga rumah warga kampung Weto, Desa Galang, Kecamatan Welak, Manggarai Barat ludes terbakar pada Sabtu (29/12) sekitar pukul 02.00 Wita dini hari. Ketiga rumah yang letaknya berdekatan itu masing-masing milik Bapak Andreas Sagu, Bapak Viktor Gagor dan Mama Margaretha Gimbung. Korban yang meninggal dunia adalah Viktor (75).

Hal ini disampaikan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Galang Ansel Dagung per telepon dari Weto kepada Flores Pos di Ende, Sabtu (29/12) pagi.

Dagung mengatakan, kebakaran itu terjadi ketika semua anggota rumah dan warga kampung Weto sedang tidur lelap. Menurut informasi, api bersumber dari lampu pelita yang diletakkan Viktor pada salah satu regel di rumahnya. Kemungkinan besar lampu itu jatuh dan minyaknya tumpah, akhirnya menyulut kebakaran ke seluruh bagian rumah dan menyebar ke dua rumah di sebelah kiri dan kanan rumah Viktor.

“Semua penghuni ketiga rumah itu baru terbangun dari tidur ketika sebagian besar rumah mereka terlahap si jago merah. Tak ada satu pun harta benda yang diselamatkan, karena penghuni rumah panik dan langsung menyelamatkan diri sambil beteriak histeris,” kata Dagung.

Menurut istrinya, Lusia, lanjut Dagung, Bapak Viktor (75) masuk kembali ke dalam rumah dan tak keluar lagi. Ia terjebak ketika rumah panggung berukuran 5 x 7 itu runtuh. Sekitar pukul 09.30 Wita mayat Viktor ditemukan sudah meninggal karena terpanggang api. Cuma bagian perut dan satu tulang rusuk serta pecahan tulang punggung yang tersisa, sedangkan organ lainnya dimakan api.

Beberapa rumah di sekitar lokasi kebakaran juga hampir tersulut api karena letak rumah yang cuma berjarak 2 hingga 3 meter. Namun berkat bantuan dan kerja sama semua warga, rumah-rumah itu dijaga ketat, bahkan dinding dan seng dari dua rumah terdekat dibongkar secara paksa supaya tidak tersulut api.

Warga tidak bisa memadamkan api dengan air karena mereka mengalami kesulitan air. Warga biasanya mengambil air langsung pada mata air yang letaknya jauh dari kampung. Air yang disimpan warga pada rumah-rumah cukup hanya untuk keperluan sehari.

Untuk meringankan derita korban, semua warga kampung Weto mengumpulkan 5 kg beras plus sejumlah uang. Sekalipun untuk sementara keluarga korban akan ditampung pada rumah tetangga, warga juga membangun tenda kecil yang akan dihuni keluarga korban sambil menunggu bantuan dari Pemkab Manggarai Barat. “Kami berharap, pemerintah bisa membantu korban,” harap Dagung.

bupati manggarai barat

Agustinus Ch. Dula, Bupati Manggarai Barat

Ketika dihubungi Flores Pos per telepon, Kepala Desa Galang Benediktus Datul mengatakan, kerugian yang dialami korban sudah dikalkulasi bersama Camat Welak Frans Partono dan beberapa pegawainya, dan besarnya sekitar Rp200-an juta.

“Kalkulasi ini dibuat dengan tujuan pengajuan permohonan bantuan kepada Pemkab Mabar. Kiranya Pemkab, dalam hal ini dinas sosial, bisa membuka hati untuk membantu rakyat miskin yang tertimpa nasib naas tersebut,” katanya.

Pegawai kecamatan Welak Rinus Patmawan yang meninjau lokasi, Sabtu pagi mengatakan, Camat Welak Frans Partono sudah menghubungi pihak dinas sosial di Labuan Bajo untuk segera memberikan bantuan kepada keluarga korban.

“Pihak dinsos sudah bersedia menyumbangkan pelbagai kebutuhan yang mendesak untuk dipenuhi, tapi mereka mengalami kesulitan mobil, karena mobil masih dipakai untuk tugas di tempat lain. Kita tunggu saja bantuan tersebut,” kata Rinus.

Selain camat dan kades, pihak Kepolisian Subsektor Orong dan Kepolisian Sektor Waenakeng juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran secara pasti. Dokter dari Labuan Bajo juga hadir untuk mengidentifikasi korban yang sempat diduga binatang, karena yang tersisa cuma perut, satu tulang rusuk dan pecahan tulang punggung. Hasil identifikasi itu masih ditunggu.***(Flores Pos, Senin, 31 Desember 2012)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s