Rakyat Ende-Lio Mesti Cerdas!

Oleh Avent Saur

Selamat pagi rakyat Ende-Lio. Dua hari yang lalu, Minggu, 19 Mei 2013, pasangan Bakal Calon Bupati Ende dan Bakal Calon Wakil Bupati Ende, Don Bosco M. Wangge dan dr. Dominikus M. Mere (Paket Darmawan) dideklarasikan di lapangan Pancasila Ende.

domi m mere di lantik jd sekdaSeturut berita Flores Pos, Senin, 20 Mei 2013 (kemarin), ribuan masyarakat dari pelbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Ende, turut hadir dalam deklarasi tersebut. Katanya, paket ini diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan beberapa partai lain yang “enggan” disebut oleh bakal calon bupati Ende. Paket Darmawan mengajak rakyat Ende untuk “bekerja keras” di bawah kearifan lokal nan indah kungu tubu lima bita.

Tentu kita patut mengucapkan “proficiat”. Kita tahu bahwa Don Bosco M. Wangge adalah Bupati Ende (sekarang), sedangkan dr. Dominikus M. Mere adalah Sekretaris Daerah Ende (juga sekarang). Khusus tentang dr. Dominikus M. Mere, pelbagai komentar lepas nan miring sempat terdengar dari orang-orang yang dijumpai terutama orang Ende dan Lio.

“Apakah politik itu cuma menjadi sebuah panggung sandiwara?” Begitu seorang teman bertanya dengan nada agak heran. “Apakah manusia semakin haus kuasa?” tanya seorang teman lagi. “Apa sebetulnya yang sedang dicari oleh insan mulia, terutama mereka yang terlibat dalam politik kekuasaan?” lanjutnya.

 “Entahlah. Boleh jadi. Mungkin saja,” jawab saya tak menentu.

Jawaban ini menandakan bahwa tidak ada yang pasti. Namun yang jelas ialah bahwa pertanyaan-pertanyaan ini mencuat lantaran, pada Rabu, 17 April 2013 lalu, dr. Dominikus M. Mere dilantik menjadi Sekretaris Daerah Ende oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya, bertempat di Lantai II Kantor Bupati Ende. Yah…kalau dihitung-hitung, dia baru menjabati Sekda kurang lebih satu bulan.

Pada momen pelantikan tersebut, Gubernur Frans mengatakan bahwa jabatan Sekda adalah sebuah kepercayaan dan harapan masyarakat umum (publik). Untuk itu, Sekda “yang baru ini” harus menjaga dan memelihara kepercayaan dan harapan masyarakat tersebut. Lebih jauh, Gubernur Frans berharap, Sekda baru akan menjembatani harapan masyarakat dengan penyelenggaran pemerintahan, menciptakan sumber daya aparatur yang berkualitas (aparatur yang bersih).

Bak gayung bersambut, dr. Dominikus M. Mere di satu pihak menyatakan siap untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Hal itu akan ia lakukan dengan cara menciptakan keharmonisan kerja, baik ke atas maupun ke bawah, baik ke samping maupun ke segala arah. Dia juga menyatakan siap membangun komunikasi dengan pelbagai pihak yang berkompeten demi memajukan daerah Ende-Lio. Untuk menciptakan aparatur yang profesional, ia menyatakan siap gandeng beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, dan Universitas Flores. (Flores Pos, Kamis, 18 April 2013).

Ketika hanya dalam bilangan minggu kemudian dr. Dominikus M. Mere maju menjadi bakal calon wakil bupati Ende, selain melontarkan beberapa pertanyaan tadi, rakyat Ende-Lio juga mulai bingung-bingung bertanya, “Beginikah dr. Domi membuktikan ‘janji atau sumpahnya’ saat pelantikan itu?” Entahlah, boleh jadi, mungkin saja.

Akan tiba waktunya, dr. Domi mengundurkan diri dari jabatan Sekda. Yah, mau bilang apalagi, inilah fakta orang-orang yang terlibat dalam politik, kekuasaan dan pemerintahan.

don bosco wanggeTapi sebetulnya, setiap ranah kehidupan, pasti ada etika(nya); termasuk dalam ranah politik praktis, sehingga kita dengar misalnya, ada etika politik, etika kekuasaan, dan etika pemerintahan. Tiap orang yang terlibat di dalamnya mesti mengindahkan etika atau prinsip-prinsip etis yang berlaku di sana. Antara lain, dengan kesungguhan yang ikhlas memenuhi janji-janji dan komitmen politik yang sudah diucapkan (disumpahkan) di depan publik.

Hanya dengan cara itu, seorang pemimpin bisa menuai kepercayaan rakyat, dan cita-cita kesejahteraan bisa terwujud sebagai buah komitmen politiknya. Sebaliknya, kalau tidak, cita-cita itu hanya sebatas idealisme belaka, dan pada tingkat tertentu janji-janji (sumpah) akan menjadi sebuah “omong kosong” alias “sumpah palsu”.

Menghadapi semua kenyataan ini, kita cuma bisa bilang “Rakyat Ende-Lio Mesti Cerdas!” Karena selain fakta di atas, masih ada banyak fakta lain yang terjadi di Kabupaten Ende yang mesti ditanggapi dengan kajian yang cerdas dan diterima dengan sikap yang bijak. Terima kasih.***(Aspirasi Flores Pos, Selasa, 21 Mei 2013)

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in ASPIRASI and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Rakyat Ende-Lio Mesti Cerdas!

  1. justinpetu says:

    Apakah manusia semakin haus akan kuasa

    • Avent Saur says:

      Terima kasih. Sebuah pertanyaan yang bagus untuk terus ditelusuri, yang mendorong kita untuk terus melihat kenyataan politik dari waktu ke waktu. Manusia memang pada dasarnya mengejar kekuasaan. Begitu kata para filosof. Tapi kekuasaan itu diperuntukkan bagi tindak pelayanan kepada masyarakat. Tapi ketika kekuasaan dipermainkan dengan janji-janji omong kosong atau sumpah palsu, manusia dinyatakan haus kuasa dan kehausan itulah yang menjadi penyebab keserakahan. Ini yang kita waspadai soal pelaksanaan pemerintahan di Ende-Lio.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s