Karya Besar Allah Melampaui Akal Manusia

  • Hari Raya Maria Diangkat ke Surga

Khotbah RKZ Surabaya, Minggu, 11 Agustus 2013; Why 11:19a;12:1.3-6a.10ab (1-10); 1Kor 15:20-26; Luk 1:39-56

Oleh AVENT SAUR

maria-diangkat-ke-surga

Lukisan Maria Diangkat ke Surga Disambut Bala Tentara Surgawi

Dalam Kitab Suci Perjanjian Baru, cuma Yesus yang naik atau terangkat ke surga. Sementara itu, dalam Kitab Suci Perjanjian Lama, cuma Elia dan Henokh yang naik ke surga dengan jiwa dan badannya. Lalu muncul pertanyaan bagi kita adalah bagaimana dengan Maria yang kita rayakan hari ini?

Dogma Maria yang terangkat ke surga adalah sebuah keyakinan agama kita karena ada kaitan erat dengan Kristus yang dikandung Maria tersebut. Maria mengandung Yesus dalam rahimnya oleh Roh Kudus yang mengambarkan bahwa hubungan Maria dan Yesus bukanlah semata-mata sebuah hubungan antara seorang ibu dan seorang anak, melainkan hubungan itu berada dalam terang rohaniah yang sangat mendalam, lebih dalam dari semua relasi di antara sesama manusia, lebih dalam dari semua relasi antara seorang manusia lain dengan Allah itu sendiri. Dengan itu, oleh karena persatuan yang sangat mendalam itu, maka apa yang dialami Yesus seperti kenaikan-Nya ke surga pasti dialami juga oleh Maria yang adalah seorang perempuan yang berselubungkan matahari yang rahimnya pernah didiami oleh Yesus.

Kemudian, baru kita sekalian mengambil bagian dalam kenaikan Yesus itu melalui kebangkitan kita sekalian di hari akhirat nanti bila hari itu akan tiba dan kita alami, dan tentu kita mengalaminya secara pribadi, dan tentu juga bukan dengan pengangkatan ke surga sebagaimana yang dialami Maria, Elia dan Yesus, sebagaimana kita dengar tadi dalam surat pertama Paulus kepada jemaat di Korintus.

Bagaimana hal itu mungkin terjadi? Selain karena persatuan yang sangat mendalam, hubungan yang sangat erat dan misterius dengan Yesus, anak kandungnya, pengangkatan Maria ke surga hanya dan hanya mungkin terjadi karena keterlibatan Allah di dalamnya. Pengangkatan itu dipandang sebagai sebuah karya yang amat besar, yang melampaui kemampuan pikiran atau akal sehat manusia.

Sebagai sebuah karya besar yang melampaui akal sehat manusia, pengangkatan Maria ke surga hanyalah salah satu dari sekian banyak karya besar yang dikerjakan Allah atas Maria. Karya besar Allah terus di alami Maria sepanjang sejarah hidupnya, baik saat dipersiapkan Allah dalam kandungan ibunya, baik saat menerima kabar dari malaikat Gabriel dan mengandungi Yesus maupun melalui kesederhanaan dan ketabahannya untuk mendidik Yesus dan menyaksikan jalan salib Putranya. Semuanya ini, sekali lagi, hanya dan hanya mungkin terjadi atas Maria karena Allah sungguh-sungguh terlibat di dalamnya.

maria kunjungi elisabet di sebuah kota di Yehuda

Maria dan Elisabet saling bersalaman, berciuman di rumah Elisabet pada salah satu kota di Yehuda tepat Elisabet tinggal.

Bacaan Injil yang diambil dari Lukas tadi sebenarnya hanya mengadung dua bagian besar antara lain yang pertamaMaria yang mengunjungi Elisabet sebagai sebuah kebiasaan tradisional dalam bangsa Yahudi, dan yang kedua kidung pujian Maria kepada Allah.

Dalam kunjungan itu, yang terpenting adalah bukanlah semata-mata pertemuan dua perempuan antara Maria dan Elisabet sebagai sanak saudara, melainkan sebuah pertemuan dua perempuan yang sama-sama diberkati Tuhan, yang dalam diri mereka terjadi karya Allah yang besar, yang luar biasa, yang misterius, dimana keduanya mengandung karena keterlibatan Allah, dan akhirnya pun pertemuan itu adalah sebuah pertemuan antara dua janin, dua anak yang sedang mereka kandungi.

Dengan itu, pertemuan itu pun menjadi sebuah pertemuan yang terberkati, pertemuan yang menggirangkan, pertemuan yang menggembirakan, dan yang bergirang bukan cuma Maria dan Elisabet melainkan kedua anak yang mereka kandung, yang ketika sudah dilahirkan, mereka dinamai Yesus dan Yohanes.

Oleh karena itu, saudara/I, pantaslah Maria melambungkan kidung pujian kepada Allah, bukan karena bangga diri atau sombong karena mendapat perlakuan istimewa dari Allah, melainkan sebuah pujian semata-mata karena karya Allah itu sendiri, yang tentu bukan diperuntukan bagi Maria sendiri melainkan untuk seluruh umat manusia, untuk karya penyelamatan segala ciptaan Allah. Kidung pujian itu pun menjadi sebuah ucapan syukur; itulah syukur Maria kepada Allah.

Saudara/I, mungkinkah beberapa karya besar Allah yang terjadi pada Maria akan terjadi juga pada kita? Sekalipun seperti kata Yesus sendiri bahwa apa yang tidak mungkin bagi manusia pasti menjadi mungkin bagi Allah, tetapi kita tentu tidak perlu mengharapkan apalagi mengejar-ngejar karya besar itu terjadi pada kita.

Karena toh, karya besar Allah yang terjadi pada Maria tidak diperolehnya dengan cara berharap dan mengejar, melainkan dengan cara membiarkan Allah mengambil keputusan sendiri dan membiarkan Allah bekerja seturut rencana-Nya. Tetapi setiap peristiwa kecil yang dialami oleh Maria sepanjang hidupnya senantiasa dipandangnya dalam terang iman akan Allah; bahwa Allah selalu terilbat dalam seluruh peristiwa hidupnya.

Sampai pada titik ini pun, kita sekalian diajak, sembari meneladani kerendahan hati Maria dan segala kebajikannya, marilah kita melihat seluruh peristiwa hidup kita dalam terang kaca mata keterlibatan Allah. Niscaya, segala peristiwa kecil atau peristiwa biasa yang kita alami selalu dialami sebagai campur tangan Allah, dan oleh campur tangan Allah itulah, kita pun melihat peristiwa kecil dan biasa itu sebagai sesuatu yang besar dan luar biasa.

Maria diangkat ke surga untuk bersatu dengan Allah, kita pun pada waktu yang ditentukan oleh Allah sendiri akan bersatu dengan Dia dengan cara yang kita yakini dalam iman yakni kebangkitan jiwa dan badan rohaniah di bumi atau dunia yang baru. Persatuan dengan Allah, itulah yang selalu kita harapkan dalam seluruh ziarah hidup kita. Amin.***

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in RENUNGAN and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s