Malam Puisi Tumbuhkan Kepedulian Sosial

Malam Puisi Seribu Lilin

NYALAKAN LILIN – Semua penonton dan penggerak Malam Puisi Ende sedang memasang lilin yang membentuk rangkaian gambar hati dalam pementasan Malam Puisi Ende di pelataran Gua Maria Biara Bruder Santo Konradus (BBK) Ende, Sabtu (24/5). Malam Puisi ini dipersembahkan khusus untuk Anselmus Wara, korban pemasungan dari Kurumboro, Desa Tiwu Tewa, Ende Timur, Flores.

  • Misi Kemanusiaan Universal
  • Persembahan untuk Anselmus

Oleh Kristo Suhardi

Ende, Flores Pos – Malam Puisi yang terselenggara berkat kerja sama Komunitas Sastra Rakyat Ende (Sare) dan Biara Bruder Santo Konradus (BBK) Ende sesungguhnya merupakan upaya untuk menumbuhkan kepeduliaan sosial dalam diri setiap orang. Tujuan ini, dalam arti tertentu, telah berhasil dicapai melalui rangkaian acara yang disajikan.

Hal ini disampaikan oleh pendamping korban pemasungan dari Kurumboro Anselmus Wara, Pater Avent Saur SVD, terkait dengan pelaksanaan Malam Puisi Ende di halaman parkiran BBK Ende, Sabtu (24/5). Malam Puisi yang mengusung tema “Doa Bersama Puisi” ini dipersembahkan secara khusus untuk mendoakan Anselmus Wara yang saat ini sedang dirawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende.

“Pergelaran Malam Puisi pada malam ini, sesungguhnya telah menjadi persembahan istimewa dan bentuk dukungan nyata untuk Anselmus. Ini adalah bukti kepekaan dan kepedulian. Orang yang sama-sama peka, biasanya mempunyai kepedulian yang sama, khususnya berkaitan dengan persoalan kemanusiaan. Misalnya, seseorang menangis, dan yang lain juga ikut menangis dan merasakan tangisannya itu. Itu berarti kita memiliki kepekaan dan kepedulian yang sama,” kata Pater Avent.

Pater Avent menambahkan, keseluruhan rangkaian acara ini telah mencapai hasil yang diharapkan bersama. Diakui Pater Avent, dalam bentuk yang sangat konkret untuk memperjuangkan Anselmus mungkin agak sulit, tetapi sekurang-kurangnya wawasan kemanusiaan dalam diri penonton yang hadir, diperluas. Penonton diarahkan untuk menyadari penderitaan sesamanya dan mewujudkan kepeduliaan itu dalam tindakan konkret.

Pater Avent sedang berikan kesaksian

Para penonton sedang serius mendengarkan kesaksian perjuangan Pater Avent Saur SVD. Usai itu, dilanjutkan dengan doa oleh Pater Avent dan Saudari Puput Abubakar (Muslim).

“Acara ini menampilkan dengan jelas, bahwa perjuangan terhadap Anselmus bukan hanya persoalan segelintir orang saja melainkan juga merupakan persoalan semua orang karena berkaitan dengan nilai kemanusiaan universal. Universalitas itu, pada malam ini telah begitu tampak lewat doa-doa dari beberapa agama (Islam dan Katolik) dan aneka acara yang dipersembahkan oleh begitu banyak orang,” kata Pater Avent.

Misi Kemanusiaan

Rektor BBK Ende, Bruder Edel Atalema SVD mengungkapkan rasa bangganya atas seluruh rangkaian acara yang telah dipersembahkan untuk Anselmus. Menurut Bruder Edel, acara ini telah berhasil menggugah dan mengangkat misi kemanusiaan universal.

“Sajian Malam Puisi ini sesungguhnya telah mendidik dan mengajak orang untuk memiliki kepekaan sosial terhadap martabat manusia. Dalam banyak kenyataan, ada begitu banyak orang yang masih terpasung dan membutuhkan pembebasan. Pater Avent dan Kelompok Sare telah membuka ‘sekolah kemanusiaan’ lewat cerita Anselmus dari Kurumboro,” kata Bruder Edel.

Misi kemanusiaan universal ini dipertegas lagi oleh Ketua Panitia Malam Puisi Ende Robertus Afrianus Nanga Noo dalam sambutan singkatnya. Dikatakan Robertus, malam puisi ini merupakan sebuah persembahan atas nama kemanusiaan kepada Anselmus. Persembahan ini merupakan bentuk dukungan, doa, dan ungkapan cinta untuk Anselmus.

“Kami sengaja melibatkan begitu banyak orang dalam malam puisi kali ini agar warna universalitasnya begitu tampak. Kami ingin semua orang menyadari bahwa perjuangan untuk Anselmus bukan hanya perjuangan segelintir orang saja, melainkan juga perjuangan semua orang atas nama kemanusiaan,” kata Robertus.

Robertus juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang dengan caranya masing-masing telah menyukseskan acara ini. Dikatakan Robertus, keseluruhan rangkaian acara ini terselenggara dengan baik berkat dukungan dari semua pihak yang memiliki kepeduliaan terhadap Anselmus.

Tiga Bagian

Disaksikan Flores Pos, keseluruhan rangkaian Malam Puisi yang dihadiri oleh lebih dari 300 penonton ini dibagi atas tiga bagian. Bagian pertama menampilkan sebuah teater berjudul Ecce Homo! (Lihatlah Manusia Ini!) yang dipersembahkan oleh Komunitas Sare. Teater yang merupakan rangkaian puisi ini menampilkan penderitaan Anselmus yang begitu ngeri dan sadis. Dalam bagian ini, ada begitu banyak penonton yang merinding dan menitikkan air mata haru.

Bagian kedua, berisikan rangkaian acara berupa puisi dan lagu-lagu yang menggambarkan dukungan moral untuk Anselmus. Acara ini dipersembahkan oleh Komunitas Sare, para bruder BBK Ende, Siswa Syuradikara, Mahasiswa Stipar, Pater John Dami Mukese SVD dan beberapa undangan lain.

Bagian ketiga merupakan acara puncak yang dipersembahkan oleh Komunitas BBK Ende dengan melibatkan seluruh penonton yang hadir. Bagian ketiga ini terdiri dari beberapa rangkaian acara yaitu lagu rohani, seribu lilin dinyalakan oleh semua peserta, dan doa sebagai puncak yang dibawakan oleh Pater Avent Saur SVD dan Purnama Sari Abubakar (Muslim).*** (Flores Pos, Senin, 26 Mei 2014)

Artikel terkait: Dosa Pembunuhan? (1) *“Kadang Error, Kadang Waras” (2) *Tersingkir Secara Sosial dan Religius (3) *Warga Kurumboro Bongkar Rumah Anselmus *Kondisi Anselmus Semakin Kritis *Anselmus Wara Telah Dievakusi *Sadisme Kolektif *Ketika Negara Gagal Bertindak *Anselmus, Pemasungan dan Humanisme *Dia Itu Penjahat? *Balas Dendam Sudah Lama Berlalu (1) *Balas Dendam Sudah Lama Berlalu (2) *Hikayat Anselmus *Malam Puisi untuk Anselmus *Sebulan Dirawat, Anselmus Semakin Membaik *Anselmus Jalani Perawatan Lanjutan

DSC04457

Para bruder Biara Santu Konradus Ende sedang membawa lagu “Aku Cinta Pada-Mu” karya Pater Stanis Kofi SVD, sesaat setelah mereka menyalakan lilin di sekitar kain membentuk hati yang menandai dimulainya Acara Seribu Lilin sebagai tanda terang dan harapan bagi Anselmus. Dalam lagu tersebut terdapat syair “Di tengah heningnya malam, Dikau hadir dalam rembulan”, yang membuat membuat para penonton “menarik nafas dalam-dalam”.

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s