Polisi Lindungi Bupati

  • Kasus Muruona Terkatung-Katung

Oleh Maxi Gantung

Lubang Circuit Motor Cross

Olah TKP – Genangan air, tempat korban bocah Petrus Alfons Sita tenggelam. Tampak aparat kepolisian sedang berada di TKP, Senin (30/9).

Lewoleba, Flores Pos — Kasus proyek arena balap motor cross  Muruona di Waiara Desa Muruona, Kecamatan Ile Ape tahun 2013 yang merupakan proyek kesenangan atau keinginan Bupati Lembata dan menyebabkan bocah Petrus Alfons Sita meninggal dunia, hingga kini terkatung-katung. Padahal polisi sendiri sudah menetapkan kepala Dinas Pariwisata Longginus Lega sebagai tersangka.

Forum Penyelamat Lewotana Lembata (FP2L) dalam aksi demo mereka di Kantor Dinas PU, Dinas Pariwisata dan Dinas Sosial dan Nekertrans Kabupaten Lembata, Senin (25/8) mengangkat kasus Muruona. Koordinator lapangan FP2L Ali Kedang dalam orasi di depan kantor dinas Pariwisata mengatakan, proyek motor cross dalam APBD Kabupaten Lembata tidak ada, namun proyek tersebut merupakan proyek kesenangan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur. Sayangnya, kepala dinas tidak bisa membantah kebijakan bupati.

Periksa Bupati Sunur

Sementara itu, Ketua FP2L  Alex Murin dalam orasinya mengatakan, saat FP2L berdalog dengan Kajari lama, menyampaikan bahwa jaksa sudah memberikan petunjuk kepada penyidik Polres Lembata untuk memeriksa Bupati Lembata, namun petunjuk itu belum eksekusi oleh penyidik Polres Lembata.

Eliazer Yentji Sunur

Eliazer Yentji Sunur

Proyek motor cross, tegas Alex, merupakan proyek pemerintah yang tidak berdampak pada perbaikan kehidupan masyarakat, malah mengakibatkan bocah tak berdosa meninggal dunia. FP2L mendesak pihak kepolisian untuk tuntaskan kasus tersebut.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Lembata Samsudin kepada wartawan mengatakan, berkas kasus Muruona masih di Jaksa. Ketika ditanya salah satu petunjuk jaksa agar dilakukan rekonstruksi kasus Muruona tersebut, Samsudin mengatakan, hal tersebut belum dilakukan. Ketika ditanya lagi, apakah Bupati Lembata sebagaimana petunjuk jaksa harus diperiksa, Samsudin belum tahu, apakah bupati sudah diperiksa atau belum. Seakan-akan, ada dugaan polisi tidak lindungi Bupati Lembata.

Penyidik sudah lama menetapkan Kadis Longginus Lega sebagai tersangka. Kadis Longginus tidak ditahan, namun wajib untuk melaporkan diri ke Polres Lembata setiap hari Senin dan Kamis. Pada saat FP2L melakukan aksi di depan kantor Dinas Pariwisata, Kadis Longginus berada di tempat. Lega sedang melakukan perjalanan dinas keluar daerah. Orasi FP2L didengarkan Sekretaris Dinas Pariwisata Ansel Bahi yang berdiri di depan kantor tersebut.*** (Flores Pos, Rabu, 27 Agustus 2014)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s