240 Aparat Berjaga di Wulandoni

Oleh Maxi Gantung

Lembata, Flores Pos — Sebanyak 240 aparat keamanan ditempatkan di Wulandoni, untuk menjaga keamaan pasca penyerangan Warga Desa Pantai Harapan terhadap warga Desa Wulandoni. Bentrok antara dua desa terkait masalah tapal batas desa ini mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan tiga warga lainnya luka-luka.

Kapolres Wresni Lembata AKBP Wresni Satya Nugroho mengatakan, 240 aparat itu terdiri dari anggota Polres Lembata 70 personil, anggota polres Flores Timur 30 orang, Brimob dari Maumere 100 orang dan anggota TNI 40 orang.

Kapolres Membantah

Disaksikan Flores Pos, anggota Brimob tiba di Wulandoni bersama rombongan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, Senin (18/8). Kapolres Wresni membantah kalau polisi melakukan pembiaran terhadap warga Desa Pantai Harapan menyerang warga Desa Wulandoni. Menurutnya, saat warga luar datang dari arah Selatan untuk bergabung dengan Desa Wulandoni, sebagian anggota menghalau mereka, sementara sebagian lainnya termasuk Kapolres menghalau warga Pantai Harapan untuk tidak menyerang warga Wulandoni. Saat itu, dirinya sempat mengeluarkan tembakan peringatan beberapa kali.

Sementara itu, Pastor Paroki Wulandoni Romo Gabriel Jogo Baluk mengatakan, ketika keluarga dari warga Wulandoni seperti dari Puor, Lamalera datang membantu, mereka diadang polisi, namun anehnya, di satu sisi polisi membiarkan warga Pantai Harapan melakukan penyerangan dan membakar rumah warga Wulandoni. “Ada apa sebenarnya ini?” ujar Romo Gabriel.

Situasi Sudah Aman

Situasi di kampung Wulandoni, saat ini sudah aman. Warga Wulandoni yang sempat mengungsi ke Lewoleba, Selasa (19/8) sudah dipulangkan ke Wulandoni yang difasillitasi oleh pemerintah.

Jumlah warga Wulandoni yang mengungsi ke Lewoleba sebanyak 20 kepala keluarga (70 jiwa) yang terdiri dari laki-laki dewasa 5 orang, perempuan dewasa 17 orang, anak-anak 48 orang. Mereka mengungsi ke Lewoleba dan menginap di Aula Ankara  sejak Senin (18/8). Dua puluh kepala keluarga yang mengungsi berasal dari Dusun Balaj dan Dusun Bakaor, Desa Wulandoni, serta Dusun Senaki dan Dusun Lewuka, Desa Belabao.

Elisabet Sinour mengatakan, mereka mengungsi karena takut. “Kami perempuan dan anak-anak takut semua, karena itu kami putuskan untuk tinggalkan kampung. Laki-laki saja yang jaga kampung,” ujarnya.

Sementara itu, kepala Dinas PPO Lembata, Zakarias Paun mengatakan, untuk siswa SD, kegiatan belajar mengajarnya sudah mulai pulihi, Minggu (24/8). Namun ada satu atau dua orang siswa yang tidak masuk sekolah karena mungkin masih bersama orang tua mereka yang mengungsi di Lewoleba atau tempat lainnya. Sementara untuk siswa SMP, masih sepi sekalipun sekolah tetap dibuka.

Hingga Minggu (24/8), beberapa anggota keamanan sudah ditarik karena situasi sudah aman.*** (Flores Pos, Senin, 25 Agustus 2014)

Warga Pantai Harapan Serang Warga Wulandoni

Penyidik Tetapkan Empat Tersangka

Wulandoni Berdarah, Kantor Camat Jadi Sasaran

Wulandoni Berdarah Bukan Masalah SARA

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged . Bookmark the permalink.

8 Responses to 240 Aparat Berjaga di Wulandoni

  1. Pingback: Warga Pantai Harapan Serang Warga Wulandoni | SENTILAN

  2. Pingback: Penyidik Tetapkan Empat Tersangka | SENTILAN

  3. Pingback: Wulandoni Berdarah, Kantor Camat Jadi Sasaran | SENTILAN

  4. Pingback: Wulandoni Berdarah Bukan Masalah SARA | SENTILAN

  5. Pingback: Konflik Bambor-Ranggawatu Akan Segera Diselesaikan | SENTILAN

  6. Pingback: Banyak Pegawai Belum Masuk Kantor | SENTILAN

  7. Pingback: Warga Wulandoni Pertanyakan Kinerja Polisi | SENTILAN

  8. Pingback: Jabatan Bupati Bukan untuk Main-Main | SENTILAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s