Konflik Bambor-Ranggawatu Segera Diselesaikan

  • Soal Tanah

Oleh Andre Durung

Labuan Bajo, Flores Pos — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat akan berupaya secara maksimal untuk menyelesaikan konflik tanah ulayat antara Bambor dan Ranggawatu yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Demikian Bupati Mabar Agustinus Ch. Dula kepada wartawan di Labuan Bajo pada Selasa (19/8) terkait memanasnya hubungan Bambor-Ranggawatu pada beberapa waktu terakhir ini. Masalah tersebut diduga dipicu oleh tindakan kubu Bambor cs yang melakukan pematokan di wilayah tanah ulayat yang selama ini disengketakan kedua kubu. Ranggawatu termasuk Desa Golo Desat, sedangkan Bambor termasuk Desa Watu Wangka, Kecamatan Mbeliling.

Menurut Bupati Gusty, terkait memanasnya situasi Bambor-Ranggawatu, pihak Pemkab Mabar bersama instansi terkait sejak Senin sampai Selasa (18-19/8) masih berada di lokasi sengketa.

“Mulai kemarin Pol. PP dan pihak terkait lain sudah ada di lokasi. Hari ini pihak Tatapem, Asisten Satu, Sekretaris Daerah turun ke lokasi. Mereka ingin memberikan penjelasan kepada pihak Ranggawatu tentang status tanah itu. Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” katanya.

Gusty Dula mengatakan, sengketa tanah ulayat antara Bambor dan Ranggawatu sudah lama terjadi, dan Pemkab Mabar telah berupaya menuntaskan persoalan tersebut, tetapi belum selesai.

“Selanjutnya, persoalan itu sempat masuk dalam proses hukum di pengadilan. Belakangan beredar kabar bahwa pengadilan sudah mengeluarkan keputusan NO atas tanah yang disengketakan Bambor-Ranggawatu itu. Putusan NO artinya tidak ada yang menang dan kalah, dan berkasnya dikembalikan kepada pihak berperkara untuk proses penyempurnaan. Mungkin karena NO itu, maka ada pihak yang merasa diri menang sehingga melakukan pematokan tanah sengketa itu,” katanya.

Menurut Gusty Dula, untuk mengatasi permasalahan itu, Pemkab Mabar akan terus berupaya secara maksimal.

“Perlu dicari solusi yang tepat untuk menyelasaikan masalah ini. Mungkin kita tinggal mencari titik temu terkait batas tanah ulayat kedua belah pihak,” tambahnya.

Gusty Dula menjelaskan,”Selama ini kubu Ranggawatu sudah menyerahkan sumber mata air dan kapela (tempat ibadah/gereja agama Katolik) di wilayah Ranggawatu kepada pemerintah. Selama ini, mata air itu dimanfaatkan untuk memenuhii kebutuhan hidup orang Bambor, begitu pun kapela. Itu berarti keadaannya sudah baik. Ke depan, pemerintah mengatur pemanfaatannya.”*** (Flores Pos, Senin, 25 Agustus 2014)

Warga Pantai Harapan Serang Warga Wulandoni

Warga Mulai Tinggalkan Tanah HGU

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Konflik Bambor-Ranggawatu Segera Diselesaikan

  1. Pingback: Warga Pantai Harapan Serang Warga Wulandoni | SENTILAN

  2. Pingback: Penyidik Tetapkan Empat Tersangka | SENTILAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s