Warga Pantai Harapan Serang Warga Wulandoni

  • Polisi Lakukan Pembiaran, Satu Meninggal dan Rumah Terbakar

Oleh Maxi Gantung

Lewoleba, Flores Pos — Warga Desa Pantai Harapan menyerang warga Desa Wulandoni, Kecamatan Wulandoni pada Minggu (17/8). Akibatnya, satu warga Desa Wulandon, Krinus Lanang Manuk meninggal dunia dan Yosef Ketoj serta beberapa warga lainnya mengalamai luka yang cukup parah.

Penyerbuan terhadap warga Desa Wulandoni yang jumlahnya hanya 70 kepala keluarga oleh warga Desa Pantai Harapan yang jumlahnya lebih dari 200 kepala keluarga ini, berawal dari masalah tapal batas yang sudah lama berlangsung, namun tidak diselesaikan dengan tuntas oleh pemerintah.

Dalam situasi sangat mencekam, para wartawan yang tiba malam di Wulandoni tidak bisa ke Pantai Harapan karena situasi tidak memungkinkan, apalagi gelap, sementara warga Desa Wulandoni yang siaga mengantisiapasi serangan susulan berkumpul di jalan dan sekitar gereja. Sementara warga Pantai Harapan dengan peralatan perang, berkumpul dan lalu lalang di wilayah mereka. Warga Desa Wulandoni yang jumlah sedikit terpaksa mengungsi di pastoran Wulandoni. Sementara polisi melakukan penjagaan di perbatasan dua desa tersebut.

Berawal dari Proyek Talud

Kepala Desa Wulandoni Servas Sidu kepada wartawan di Pastoran Paroki Wulandoni, Minggu (17/8) malam menjelaskan, peristiwa ini berawal dari ada proyek pembangunan talud PNPM di Desa Pantai Harapan. Pembangunan talud ini sampai ke Desa Wulandoni. Karena itu, Ketua Badan Koordinasi Antar-Desa (BKAD) Gabriel  Kilok dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa Wulandoni yang juga Sekretaris BKAD, Valentinus Bakior, Sabtu (16/8) ke kantor Desa Pantai Harapan untuk membicarakan pembangunan talud tersebut.

Namun sampai di Kantor Desa Pantai Harapan, Gabriel Kilok dan Valentinus dipukul oleh warga Pantau Harapan di kantor desa tersebut. Warga berperang tanding, dan kantor camat menjadi sasaran. Masyarakat Desa Wulandonipun panik. Kasus ini langsung ditangani polisi. Sejumlah anggota dari Polres Lembata turun ke lokasi untuk menjaga situasi.

Ia mengatakan, Sabtu (16/8) warga masyarakat Desa Pantai Harapan pasang pilar di sebelah kantor Desa Wulandoni. Masyarakat Wulandoni sempat marah, namun sebagai kepala desa, ia arahkan warganya untuk tenang dan tidak melakukan aksi apa-apa. Dikatakannya, pada situasi seperti ini, pada sorenya, polisi dari Polres Lembata sempat mau pulang, namun warga Wulandoni tidak mau dengan alasan situasi belum aman.

Lebih lanjut, Servas mengatakan, Minggu (17/8), warga Desa Wulandoni mengikuti apel bendera memperingati HUT RI ke-69. Setelah upacara selesai, tiba-tiba puluhan sepeda motor lalu lalang di tengah kampung sambil membawa barang-barang tajam. Mereka menyerang dan mencari warga Wulandoni yang saat itu tidak siap berperang. Karena tidak siap, warga berlari menuju pastoran. Warga Pantai Harapan yang jumlahnya semakin banyak mengejar warga Wulandoni dan melempari gereja dan pastoran.

Serang Berkali-Kali, Polisi Membiarkan

Pastor Paroki Wulandoni Romo Gabriel Jogo Baluk Pr mengatakan, Minggu (17/8) sekitar pukul 13.00 Wita warga Desa Pantai Harapan masuk kampung Wulandoni dan tiba-tiba sekelompok warga Pantai Harapan datang dari arah selatan membawa batu lalu melempar pastoran dan gereja. Melihat itu, Romo Gabriel masuk pastoran dan memakai jubah lalu keluar. Ia mengatakan, saat itu masyarakat Desa Wulandoni sempat lawan dan warga Pantai Harapan lari.

Setelah itu, warga Pantai Harapan datang lagi dan melakukan penyerangan secara membabi buta di mana kantor camat dirusaki bahkan satu rumah warga Wulandoni dibakar. Kapolres sempat membuat tembakan peringatan beberapa kali, namun warga Pantai Harapan tidak peduli.

Pada sore harinya, terjadi penyerangan lagi, dan warga Wulandoni melakukan perlawanan, sementara ibu-ibu dan anak-anak mengungsi ke pastoran. Seorang warga Wulandoni, Krinus Lanang Manuk meninggal dunia. Ia justru dibunuh di samping kantor Pospol Wulandoni di mana polisi berkumpul saat itu.

Yosef Ketoj, warga Wulandoni mengalami luka parah, perutnya sampai keluar. Korban Krinus Lanang dibawa ke RSUD Lewoleba untuk divisum. Begitu juga Yosef dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

Romo Gabriel mengatakan, situasi sangat mencekam sehingga banyak warga meminta agar dirinya bersama seorang frater segera mengungsi. Namun Romo Gabriel menolak dan tetap memilih bersama umatnya. “Banyak warga minta saya mengungsi tapi biar saya dengan umat, mati di sini dengan jubah,” ujarnya. ***(Flores Pos, Senin, 25 Agustus 2014)

Penyidik Tetapkan Empat Tersangka

Wulandoni Berdarah, Kantor Camat Jadi Sasaran

Wulandoni Berdarah Bukan Masalah SARA

240 Aparat Berjaga di Wulandoni

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged . Bookmark the permalink.

7 Responses to Warga Pantai Harapan Serang Warga Wulandoni

  1. Pingback: Penyidik Tetapkan Empat Tersangka | SENTILAN

  2. Pingback: Wulandoni Berdarah Bukan Masalah SARA | SENTILAN

  3. Pingback: 240 Aparat Berjaga di Wulandoni | SENTILAN

  4. Pingback: Konflik Bambor-Ranggawatu Akan Segera Diselesaikan | SENTILAN

  5. Pingback: Banyak Pegawai Belum Masuk Kantor | SENTILAN

  6. Pingback: Warga Wulandoni Pertanyakan Kinerja Polisi | SENTILAN

  7. Pingback: Jabatan Bupati Bukan untuk Main-Main | SENTILAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s