Soal Tambang, Bupati Minta Berpikir Rasional

Oleh Albert Harianto

Borong, Flores Pos — Bupati Manggarai Timur (Matim) Yoseph Tote meminta kepada seluruh elemen masyarakat di wilayah itu untuk sama-sama berpikir kritis dan rasional tenteng masalah pertambangan di Matim, dengan satu tujuan bersama yakni kesejahteraan masyarakat lingkar tambang.

Bupati Yoseph menyampaikan itu dalam pidato memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-69, Sabtu (16/8) malami. Pemerintah Matim terus berupaya melakukan pengendalian dan penertiban pertambangan yang tersebar di wilayah Kabupaten Matim. Upaya ini diharapkan tentu akan menghasilkan sistem pengelolaan pertambangan yang berbasis masyarakat lokal dan kelestarian lingkungan hidup.

Yoseph mengatakan, sejak tahun 2009 sampai sekarang pemerintah daerah akan tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan terhadap pemberian rekomendasi penambangan dalam bentuk eksplorasi dan eksploitasi. Atas dasar itu, Bupati meminta seluruh elemen masyarakat untuk berpikir kritis dan rasional terhadap masalah tambang.

Kegiatan yang berlangsung pada suatu ruang, katanya, dapat menimbulkan dampak tertentu terhadap kegiatan lainnya. Ruang juga memiliki potensi untuk menimbulkan ketidakpaduan kegiatan antarsektor. Berdasarkan potensi dan keterbatasan yang terdapat dalam ruang, diperlukan alokasi pemanfaatan ruang secara optimal dan juga diperlukan pembatasan agar diperoleh keserasian dan kelestarian sehingga terjadi pemanfaatan ruang yang lestari dan berkelanjutan.

Dalam memperingati HUT RI ke-69 tanggal 17 Agustus 2014, diharapkan membangkitkan inspirasi semua orang akan semangat perjuangan seluruh masyarakat Indonesia dalam mengusir penjajah dalam wilayah tanah air dan merupakan salah satu momen untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa pahlawan kemerdekaan.

“Kita menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan bangsa Indonesia yang telah mengorbankan jiwa di medan perang pertempuran untuk merebut kemerdekaan dan melepaskan diri dari belenggu kaum penjajah. Bagi Kabupaten Matim sendiri, semangat perjuangan itu akan merupakan pernyataan tekad untuk memerangi berbagai bentuk penjajahan yang dihadapi bersama saat ini seperti belenggu kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan,” ujarnya.

Dalam apel memperingati HUT RI ke-69, Minggu (17/8), Bupati Matim Yoseph Tote bertindak sebagai inspektur upacara, berlangsung di lapangan bola sepak Borong.  Hadir dalam Upacara apel Wakil Bupati Matim Agas Andreas, Sekda Matim Matheus Ola Beda, Ketua dan Wakil Ketua PKK Matim, Wakil Ketua DPRD Matim Leonardus Santosa, pimpinan SKPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, PNS, Polri, TNI, guru dan pelajar.***(Flores Pos, Senin, 25 Agustus 2014)

Silahkan Gugat IUP Bermasalah

Dua Warga Marabola Dilaporkan ke Polisi

Dewan Harus Bela Masyarakat Lingkar Tambang

Bupati Matim Baru Tahu?

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s