Tujuh Bulan, RSUD Lewoleba Ketiadaan Obat

  • RSUD Seperti Hotel Saja

Oleh Maxi Gantung

Lewoleba, Flores Pos — Sejak Febuari hingga awal September 2014 RSUD Lewoleba sudah kehabisan obat. Pasien yang menginap di RSUD hanya untuk tidur saja, sementara obat-obatan, pasien sendiri yang beli di luar RSUD. Bahkan, pasien yang rawat inap kalau mau pemeriksaan di laboratorium harus dibawa ke Rumah Sakit Damian.

Sejumlah keluarga pasien di RSUD Lewoleba, Rabu (3/8) mengeluh dan marah dengan manajemen RSUD Lewoleba yang sejak dipimpin direktur baru Yoga Aditya semakin ambradul. Sejak kepemimpinan Yoga Aditya, pelayanan RSUD Lewoleba buruk, bahkan aroma korupsi dan pungutan liar (puungli) terus mewarnai pelayanan RSUD Lewoleba. Konflik direktur dengan stafnya tak terhindarkan. Sementara pemerintah acuh tak acuh dengan kondisi RSUD Lewoleba. Bupati diminta oleh anggota dewan untuk memecat direktur, namun suara DPRD tidak didengarkan dan keluahan masyarakat atas pelayanan RSUD seperti angin berlalu saja di telinga pemerintah.

Petrus Pelan Wutun kepada Flores Pos , Rabu (3/9) mengatakan, dirinya sangat kecewa dan marah terhadap pelayanan RSUD Lewoleba. Petrus mengatakan, adiknya sakit dan dibawa ke RSUD Lewoleba, Senin (1/9), langsung ke ruang UGD. Setelah diperiksa, petugas berikan resep dan menyuruhnya beli obat di luar. Kata petugas, RSUD Lewoleba tidak ada obat.

Dua hari kemudian, adiknya harus diperiksa di laboratorium Rumah Sakit Damian milik biarawati Carolus Boromeus. “Adik saya lagi sakit, terpaksa dibawa ke Rumas Sakit Damian untuk periksa darah. Pihak RSUD menyampaikan bahwa peralatan laboratorium rusak,” katanya.

“Pasien hanya datang tidur saja di rumah sakit. Semua , kami sendiri yang beli karena di RSUD sudah tidak ada obat lagi,” lanjutnya.

Sementara itu, Linus Lawang yang cucunya sakit karena tersiram air panah dan masih dirawat di salah satu ruang RSUD Lewoleba mengeluh dan marah karena a obat di RSUD tersebut tidak ada lagi. Ia mengatakan, karena tidak ada obat, dirinya diminta untuk beli obat di apotik di kota Lewoleba. Namun obat-obat tersebut tidak ada sehingga harus dibeli di Kupang. “Obat-obat yang harus dibeli di Kupang itu yakni paracetamol infus 10 fles, ampicilin injeksi 20 fles, stesolid supp, sulfratulle 50 lembar, infus RL,” ujarnya.

Dikatakannya, dokter ahli menyampaikan, sakit karena tersiram air panas tersebut selain menyebabkan kulit terkelupas juga bisa pengaruhi paru-paru. Untuk itu, pasien harus dirujuk ke Kupang. Dokter juga menyampaikan, obat dan peralatan tidak ada di RSUD Lewoleba. “Kalau masyarakat tidak ada uang untuk beli obat, dirinya juga tidak membayangkan bagaimana nasib pasien-pasien yang dirawat di RSUD Lewoleba,” ujarnya.

Direktur RSUD Lewoleba dr Aditya Yoga yang hendak dikonfirmasi di ruang kerjanya, bukan menjelaskan soal RSUD yang kehabisan obat selama tujuh bulan, tapi masalah mengusir wartawan Flores Pos. Tindakan pejabat publik yang sangat memalukan ini diketahui banyak orang di RSUD Lewoleba.***(Flores Pos, Kamis, 4 September 2014)

Direktur RSUD Lewoleba Usir Wartawan

Direktur RSUD Lewoleba Terus Menghindar

Peserta JKN Sangat Dirugikan

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Tujuh Bulan, RSUD Lewoleba Ketiadaan Obat

  1. Pingback: Direktur RSUD Lewoleba Usir Wartawan | SENTILAN

  2. Pingback: Peserta JKN Sangat Dirugikan | SENTILAN

  3. Pingback: Direktur RSUD Lewoleba Terus Menghindar | SENTILAN

  4. Pingback: Publik Desak Bupati Copot Direktur RSUD | SENTILAN

  5. Pingback: Yoga: Saya Tunggu Payung Hukum | SENTILAN

  6. Pingback: Wartawan Sikka Kecam Direktur RSUD Lewoleba | SENTILAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s