Dewan Harus Bela Masyarakat Lingkar Tambang

Oleh Anton Pandong

Borong, Flores Pos – Pelantikan 30 Anggota DPRD Manggarai Timur yang baru periode 2014-2019, Senin (1/9) melahirkan harapan positif bagi masyarakat. Masyarakat mengharapkan pembaruan dalam segala segi kehidupan terutama masyarakat lingkar tambang. Masyarakat lingkar tambang menitip pesan agar para anggota dewan yang mengemban amanat nurani rakyat harus lebih pro masyarakat lingkar tambang. Sikap pro masyarakat lingkar tambang harus menyata selama menjadi anggota dewan dalam kurun waktu 5 tahun ke depan.

Warga masyarakat lingkar tambang di Legur Lai, Kecamatan Elar Mateus Tiwu kepada Flroes Pos, Senin (1/9) mengemukakan, tidak banyak menitip harapan kepada 30 para Bapak wakil rakyat yang dilantik itu. “Kami hanya mengharapkan agar ke-30 Bapak wakil rakyat itu bisa lebih pro rakyat lingkar tambang dalam seluruh sepak terjang kegiatannya. Tambang belum diperlukan. Masyarakat tidak membutuhkan isi perut bumi. Yang dibutuhkan masyarakat adalah pengelolaan tanah dengan tanaman perdagangan yang berguna bagi masyarakat,” katanya.

Dia mengemukakan, ke-30 anggota dewan itu harus memiliki visi yang jelas terkait pertambangan. Dia mengharapkan ke-30 anggota dewan itu jangan ikut membeo saja kepada pemerintah kalau ada program penambangan mangan yang sudah jelas-jelas merusak tanah, hutan milik masyarakat adat. “Wakil rakyat harus kritis terhadap pemerintah dan kritis terhadap pengusaha tambang. Jangan mau disetir,” katanya.

Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Flores Barat,  Danse kepada Flores Pos, Senin (1/9) mengharapkan, ke-30 anggota dewan itu harus bisa memahami soal pertambangan, terutama dampak negatif penambangan. “Tanpa memiliki pemahaman yang komprehensif tentang pertambangan, tentu sulit juga untuk bersuara,” katanya.

Kalau dewan membuat janji kepada masyarakat, lanjutnya, janji itu harus ditepati dan konsisten. “Jangan seperti dewan sebelumnya, ada janji membentuk Pansus penyelesaian masalah pertambangan di Manggarai Timur, rencana panggil bupati sesuai tuntutan pendemo, namun ternyata bohong sampai saat ini. Ada dari antara anggota dewan yang main janji kepada pendemo saat itu, ternyata kemudian sudah tidak dipercayai oleh masyarakat dan tidak dipilih lagi dalam pileg lalu,” katanya.***(Flores Pos, Kamis, 4 September 2014)

Silahkan Gugat IUP Bermasalah

Dua Warga Marabola Dilaporkan ke Polisi

Soal Tambang, Bupati Minta Berpikir Rasional

Bupati Matim Baru Tahu?

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s