Direktur RSUD Lewoleba Terus Menghindar

  • Tidak Temui Wartawan

Oleh Maxi Gantung

petugas medis rsud lewoleba

Para petugas medis di RSUD Leweoleba.

Lewoleba, Flores Pos – Direktur RSUD Lewoleba, Aditya Yoga terus menghindari wartawan, Kamis (4/9), terkait masalah ketiadaan obat dan peralatan habis pakai di RSUD Lewoleba sejak Febuari-September 2014.

Sesuai janji Direktur RSUD Lewoleba, Aditya Yoga, Rabu (3/9) melalui stafnya kepada wartawan bahwa ia baru bisa menemui wartawan, Kamis (4/9). Namun ketika para wartawan datang ke RSUD justru direktur tidak ada. Stafnya sendiri juga tidak tahu ke mana direktur pergi.

Kepala subbagian umum dan kepegawaian RSUD Lewoleba, Yusuf Lamabelawa kepada wartawan di ruang kerjanya mengatakan, dirinya tidak memberikan penjelasan soal ketiadaan obat dan peralatan habis pakai di RSUD Lewoleba. Yang bisa menjelaskan itu adalah direktur. Lamabelwa mengatakan, tidak tahu keberadaan direktur. “Paginya, direktur datang, kemudian keluar lagi. Saya tidak tahu ke mana direktur pergi,” ujarnya.

Ketika ditanya soal tender obat yang hingga saat ini belum dilakukan, Lamabelawa mengatakan, yang bisa menjelaskan itu adalah direktur dan kepala seksi penunjang RSUD Lewoleba Nyoman Taranpiran. Namun Nyoman Taranpiran, kata Lamabelawa juga sedang keluar atau tidak ada di tempat.

Para wartawan kecewa dengan sikap direktur yang selalu menghindar wartawan. Direktur RSUD Lewoleba, Aditya Yoga, Rabu (3/9) mengusir wartawan Flores Pos ketika hendak mengonfirmasi soal keluhan keluarga pasien tentang ketiadaan obat di RSUD Lewoleba. Alasannya, karena wartawan Flores Pos pakai sepatu sandal. Beberapa jam kemudian, beberapa wartawan baik media cetak maupun elektronik mendatangi Direktur RSUD Lewoleba. Aditya Yoga tidak bisa terima wartawan dengan alasan sibuk, dan melalui stafnya menyampaikan agar para wartawan bisa datang lagi, Kamis (24/9). Namun sayang ketika wartawan datang, direktur duluan keluar entah ke mana. Stafnya sendiri juga tidak tahu.

Wartawan Polce Key mengatakan, direktur yang janji datang, lalu dia sendiri yang menghindar. “Saya kecewa karena direktur menghindar terus dari wartawan. Dia harus bisa menjelaskan kepada publik melalui media, mengapa sejak Febuari hingga sekarang tidak ada obat di RSUD Lewoleba. Kalau dia menghindar terus pasti ada yang tidak beres dengan manajemen di RSUD Lewoleba,” ujarnya.***(Flores Pos, Jumat, 5 September 2014)

Direktur RSUD Lewoleba Usir Wartawan

Tujuh Bulan, RSUD Lewoleba Ketiadaan Obat

Peserta JKN Sangat Dirugikan

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s