Dua Warga Marabola Dilaporkan ke Polisi

  • Diduga Terkait Tolak Tambang

Oleh Christo Lawudin

Romo Marten Jenarut Pr

Ketua JPIC Keuskupan Ruteng, Romo Marten Jenarut Pr

Ruteng, Flores Pos – Ada-ada saja intimidasi terhadap warga tolak tambang di Manggarai Timur (Matim). Kali ini, dialami dua warga Marabola, Desa Legur Lai, Kecamatan Elar. Dua warga dilaporkan ke polisi oleh kepala desanya sendiri dan seorang warga lainnya karena diduga mengancam membakar rumah mereka, Maret lalu. Keduanya bingung karena merasa tidak pernah mengeluarkan ancaman seperti dilaporkan ke polisi, belakangan ini.

Seperti disampaikan Koordinator JPIC Keuskupan Ruteng, Romo Marten Jenarut Pr, kepada wartawan di Ruteng, Sabtu (30/8), kasusnya baru diketahuinya setelah dua warga Marabola Kristo Nantu dan Damianus Ragat mendatanginya usai disidik Reskrim Polres Manggarai sehari sebelumnya. Keduanya disidik karena dugaan mengancam membakar rumah Kades Legur Lai Sipri Wahur dan warga lain Stevanus Saban, Maret lalu. Keduanya sempat disidik di Polsek Elar, 25 Juni lalu, dan terkini, 23 Agustus, dipanggil ke Reskrim Polres Manggarai di Ruteng.

“Usai disidik, Kristo dan Dami menemui saya di kantor JPIC Keuskupan Ruteng. Keduanya tidak terlalu mempersoalkan apa yang terjadi. Namun dua warga ini bingung karena dilaporkan mengancam membakar rumah milik Kades dan warga lain. Keduanya merasa tidak pernah mengancam,” katanya.

Dikatakan, keduanya sudah memberikan keterangan apa adanya di Polres Manggarai. Masalahnya, ada ancaman, tetapi keduanya tidak berada di Marabola pada Maret 2014 karena bekerja di tempat lain. Keduanya baru tiba di Marabola, 28 Maret dari tempat kerja di Kampung Tureng. Jika benar keduanya tidak berada di Marabola dan tidak benar juga melakukan ancaman pada Maret itu, maka hal itu merupakan rekayasa. Mengapa ada kemungkinan rekayasa? Sebagaimana diketahui saat ini, ada persoalan pro dan kontra tambang di Desa Legur Lai. Dua warga dilaporkan ke polisi karena diduga mengancam membakar rumah warga dan kepala desa. Di pihak lain, kepala desa adalah pendukung kegiatan pertambangan. Jika demikian, apa yang terjadi itu adalah laporan palsu. Karena itu, polisi harus menyelidiki kepalsuan laporan tersebut.

Menurutnya, berdasarkan Pasal 335 ayat 1 KUHP, ada frasa yang telah dibatalkan oleh mahkamah konstitusi (MK), yakni perbuatan tidak menyenangkan. Frasa ini pasal karet karena bisa memberi ruang kesewenang-wenangan aparat penegak hukum. Karena itu, berdasarkan fakta-fakta hukum, polisi menyelidikinya secara objektif sehingga bisa memperoleh kesimpulan tentang apakah benar telah terjadi pengancaman atau tidak. “Aparat penegak hukum juga jangan mudah terpengaruh  rekayasa yang diciptakan kelompok kepentingan tertentu untuk mengintimidasi rakyat kecil,” katanya.

Terlapor, Kristo Nantu mengatakan, tidak memahami dan bingung apa yang dilaporkan warga sekampungnya. “Kami berdua tidak ada masalah di kampung. Kami dilaporkan karena mengancam bakar rumah pada bulan Maret lalu. Kami bingung, kami tidak pernah mengancam,” katanya.***(Flores Pos, Kamis, 4 September 2014)

Silahkan Gugat IUP Bermasalah

Dewan Harus Bela Masyarakat Lingkar Tambang

Soal Tambang, Bupati Minta Berpikir Rasional

Bupati Matim Baru Tahu?

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s