Banyak Pegawai Belum Masuk Kantor

  • Pasca Wulandoni Berdarah

Oleh Maxi Gantung

Lewoleba, Flores Pos – Semenjak peristiwa Wulandoni berdarah, Minggu (17/8) lalu, hingga saat ini, banyak pegawai negeri di Wulandoni belum masuk masuk kantor untuk kerja. Bahkan dengan peristiwa tersebut, banyak anak-anak sekolah yang mau pindah ke desa lain.

Hal ini disampaikan Pastor Paroki Wulandoni Romo Gabriel Jogo Bulak yang dihubungi Flores Pos per telepon, Selasa (2/8). Romo Gabriel menjelaskan, situasi Desa Wulandoni sudah kondusif, orang sudah melakukan aktivitas seperti biasa. Namun banyak PNS di Wulandoni hingga saat ini belum masuk kerja. Bahkan beberapa warga Desa Wulandoni yang belum kembali ke kampungnya, dan disinyalir mau tingggal di desa lain. Aktivias sekolah sudah berjalan, namun masih ada siswa yang belum masuk sekolah bahkan siswa yang tidak mau sekolah di Wulandoni.

“Warga Wulandoni masih merasa takut dan trauma. Pada malam hari, rasa takut meliputi warga, kalau ada bunyi sepeda motor dan perahu motor,” ujarnya.

Kabag Humas Setda Lembata Karolus Kia Burin menjelaskan, situasi di Wulandoni sudah kondusif. Karena itu, tidak ada alasan bagi PNS untuk tidak masuk kerja. “Untuk pelayanan masyarakat wajib hukumnya, PNS melaksanakan tugas pemerintahan,” katanya.

Apakah ada surat panggilan terhadap para PNS yang belum bekerja, kata Karel, sebagai PNS, mereka wajib melaksanakan tugasnya. Apalagi, katanya, bupati sudah tegaskan PNS di Wulandoni bekerja seperti biasa karena situasi sudah kondusif. Plh. camat harus berani menegur secara tertulis kepada PNS yang belum masuk kerja.

“Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, PNS yang meninggalkan kantor selama 48 hari diusulkan untuk diberhentikan dari PNS,” tegasnya.

Pasca bentrok antara warga Desa Wulandoni dan Pantai Harapan, bupati langsung menunjuk Plh Camat Wulandoni Paulus Sinakai dan Plh Sekretaris Camat Arifin Ola Begu menggantikan Camat John Arimon dan Yohanes Bosco Bataona. “Pemerintahan kecamatan sudah berjalan baik karena PLh Camat dan Plh Sekcam sudah ditunjuk oleh bupati,” katanya.

Plh camat dan Plh sekcam ini akan berakhir ketika ada pelaksana tugas (Plt) atau camat definitif. “Tidak mungkin Bupati menunjuk John Arimon dan Bosco Bataona untuk kembali menjadi Camat dan Sekcam Wulandoni. Pasti, camat dan sekcam nanti orang lain,” ujarnya.***(Flores Pos, 3 September 2014)

Warga Pantai Harapan Serang Warga Wulandoni *Penyidik Tetapkan Empat Tersangka *Wulandoni Berdarah, Kantor Camat Jadi Sasaran *Wulandoni Berdarah Bukan Masalah SARA *240 Aparat Berjaga di Wulandoni

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s