Warga Lingkar Tambang Kerap Diintimidasi

  • Main Lapor ke Polisi

Oleh Christo Lawudin

Ruteng, Flores Pos – Masyarakat yang tolak tambang di wilayah utara Manggarai Timur (Matim), belakangan ini mendapat tekanan berat. Tekanan itu berupa banyak laporan ke polisi baik oleh perusahaan tambang maupun warga  yang mendukung pertambangan.  Fenomena itu merupakan cara baru dalam mengintimidasi warga tolak tambang.

Romo Marten Jenarut Pr

Koordinator Komisi JPIC Keuskupan Ruteng, Romo Marten Jenarut Pr

Hal ini diungkap Koordinator JPIC Keuskupan  Ruteng, Romo Marten Jenarut Pr, kepada wartawan di Ruteng, Sabtu (30/8).

“Warga sering diintimidasi oleh aparat penegak hukum. Modusnya, sedikit-sedikit lapor ke polisi baik oleh perusahaan tambang maupun sesama warga, terutama warga yang setuju tambang. Tampaknya, perusahaan tambang memanfaatkan aparat untuk menakuti-nakuti dan mengancam warga,” katanya.

Masyarakat tolak tambang, ujar Romo Marten, begitu gampang diduga melakukan tindakan mengganggu Kamtibmas dan selanjutnya dinyatakan telah melakukan tindak pidana dan hukum. Ini sebuah tindakan kriminalisasi warga. Kriminalisasi warga mulai dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Hal itu membuktikan arogansi perusahaan tambang dan keberpihakan aparat kepada perusahaan tambang.

Ditanya warga tolak tambang mana yang sering diintimidasi itu, Romo Marten mengatakan, hal itu terjadi di Satar Teu, Tumbak, Marabola dan Kembo. Di Tumbak, warga yang bertengkar biasa dilaporkan ke polisi, kemudian diadili dan dipenjara. Kini, ada lagi dua warga Marabola. Sesama warga melaporkan warga lain dengan dugaan pengancaman pembakaran rumah yang sebetulnya dua warga itu tidak pernah melakukannya.

Pater Simon Suban Tukan dan Natalis Pigai

Koordinator JPIC SVD Ruteng Pater Simon Suban Tukan dan Komisioner Komnas HAM RI Natalis Pigai saat konferensi pers di Ruteng, Rabu (12/3/2014). Kata Pigai, Komnas HAM selama satu tahun ini terdapat 7.200 kasus pelanggaran HAM, dan 2000 kasus di antaranya adalah pelanggaran HAM yang dilakukan oleh korporasi termasuk pengusaha tambang.

Sebelumnya, Koordinator JPIC SVD Ruteng, Pater Simon Suban Tukan SVD mengatakan, masyarakat tolak tambang saat ini harus menghadapi intimidasi berupa laporan ke polisi. Salah mengucapkan kata-kata terhadap orang yang pro tambang atau terhadap perusahaan tambang, pasti dilaporkan ke polisi. Hal itu merupakan modus baru perusahaan tambang untuk membungkam warga yang tidak mau tanahnya menjadi lokasi tambang. Buktinya, sudah terjadi di Tumbak.

“Anehnya, aparat begitu mudah memprosesnya secara hukum. Padahal, jika dicermati, apa yang terjadi itu biasa-biasa saja. Aparat begitu gesit menindaklanjuti laporan orang tambang ketimbang mengusut kasus-kasus korupsi,” katanya.***(Flores Pos, 3 September 2014)

*Silahkan Gugat IUP Bermasalah *Dua Warga Marabola Dilaporkan ke Polisi *Dewan Harus Bela Masyarakat Lingkar Tambang *Soal Tambang, Bupati Minta Berpikir Rasional * Bupati Matim Baru Tahu? *Bupati Matim Belum Keluarkan Izin Tambang

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s