Warga Wulandoni Pertanyakan Kinerja Polisi

Warga Wulandoni

Tenangkan Warga – Deken Lembata Romo Sinyo da Gomez Pr (kanan) dan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur (kedua kanan) menenangkan warga Belobao, Kecamatan Wulandoni, sehari setelah Wulandoni berdarah, Senin (18/8/2014) siang.

Oleh Maxi Gantung

Lewoleba, Flores Pos – Warga Wulandoni terus mempertanyakan proses penanganan kasus Wulandoni berdarah oleh pihak penyidik Polres Lembata. Pasalnya, dalam menetapkan tersangka, justru penyidik Polres Lembata menetapkan warga Wulandoni yang merusak body perahu milik warga Desa Pantai Harapan. Sementara warga Desa Pantai Harapan yang menyerang warga Wulandoni dan mengakibatkan satu warga Wulandoni meninggal dunia dan dua warga lainnya mengalami luka-luka serta rumah dibakar dan dirusaki, tidak ditetapkan sebagai tersangka. Diharapkan, mata polisi terbuka dan jeli melihat kasus ini.

Pastor Paroki Wulandoni Romo Gabriel Jogo Baluk yang dihubungi Flores Pos per telepon, Selasa (2/9) mengatakan, dirinya mengharapkan pihak Polres Lembata jangan membiaskan masalah ini. Warga Desa Wulandoni, katanya, adalah korban, karena  mendapat serangan dari warga Pantai Harapan. Apa yang dilakukan oleh warga Wulandoni, misalnya merusaki body perahu milik warga Pantai Harapan itu merupakan luapan emosi atau kekecewaan karena mereka diserang secara tiba-tiba.

“Saya harap mata polisi harus terbuka. Apa yang mereka (Warga Wulandoni) lakukan itu didorong rasa kecewa. Mereka tidak mungkin duduk-duduk langsung pergi rusaki body perahu. Polisi harus bisa pilahkan mana akar dan mana pohon serta mana ranting dan dahannya,” ujarnya.

Romo Gaby mengatakan, kasus ini mesti diselesaikan dengan baik supaya yang hitam itu tetap hitam dan yang putih itu tetap putih. Terkesan, kasus ini lama-lama sehingga menjadi abu-abu. “Bekerjalah secara professional, yang putih ya putih dan yang hitam ya hitam, jangan jadikan semua warga itu abu-abu,” katanya.

Sementara itu, aktivis Aldiras Cor Sakeng menegaskan, polisi jangan main-main dalam menangani kasus ini. Jika penyidik tidak bekerja secara profesional dalam menangani kasus sosial seperti ini, maka berisiko fatal. Karena itu, lanjutnya, institusi polri dalam hal ini Polres Lembata harus bisa menjelaskan secara transparan kepada masyarakat mengapa warga Wulandoni yang diserang justru ditetapkan sebagai tersangka.

“Dan mengapa orang Pantai Harapan yang membunuh, membakar dan merusaki rumah penduduk dan kantor camat tidak ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik Polres Lembata bahwa ini konflik masyarakat bawah yang melibatkan warga dua desa,” ujarnya.

Kabag Humas Setda Lembata Karolus Kia Burin, ketika dimintai penjelasannya dan sikap pemerintah terkait dugaan keterlibatan PNS saat menyerang warga Wulandoni mengatakan, sampai saat ini, mereka belum mendengar atau mendapat laporan soal keterlibatan PNS. Namun pemerintah menyerahkan konflik ini kepada pihak kepolisian untuk menyelidikinya.

Para wartawan belum mendapatkan keterangan dari Polres Lembata. Para wartawan mendatangi Polres Lembata, namun Kasubag Humas Ipda Samsudin tidak ada. Dihubungi melalui telepon namun tidak ada jawaban. Sebelumnya, Flores Pos juga menghubunginya melalui telepon dan SMS, namun tidak ada jawaban.***(Flores Pos, 3 September 2014)

*Warga Pantai Harapan Serang Warga Wulandoni *Penyidik Tetapkan Empat Tersangka *Wulandoni Berdarah, Kantor Camat Jadi Sasaran *Wulandoni Berdarah Bukan Masalah SARA *240 Aparat Berjaga di Wulandoni *Banyak Pegawai Belum Masuk Kantor

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

1 Response to Warga Wulandoni Pertanyakan Kinerja Polisi

  1. Pingback: Jabatan Bupati Bukan untuk Main-Main | SENTILAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s