Publik Desak Bupati Copot Direktur RSUD

Oleh Maxi Gantung

Eliazer Yentji Sunur

Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur

Lewoleba, Flores Pos – Publik dari berbagai komponen masyarakat mendesak Bupati Lembata Yance Sunur segera men­copot Aditya Yoga dari jabatan Direktur RSUD Lewoleba. Mereka menilai Aditya Yoga tidak mampu mengurus SRUD yang sangat berisiko bagi keselamatan nyawa manusia.

RSUD Lewoleba kehabisan obat sejak Fe­bruari hingga sekarang, dan diduga ada ma­fia proyek pengadaan obat-obat di RSUD Lewo­leba. Jika di­rektur tidak dicopot, maka ada orang besar di atas yang menjadi mafia proyek obat-obatan tersebut.

Mantan Anggota DPRD Lem­bata Frederikus Wihelmus Wahon kepada Flores Pos, Minggu (7/9) mengatakan, rakyat Lembata sangat prihatin dengan kondisi RSUD Lewoleba di bawah kepemimpinan Aditya Yoga yang telah berlangsung lama. Ia menga­takan, patut diduga, ada mafia di RSUD Lewoleba. “Tidak ada alasan lagi Aditya Yoga dipertahankan sebagai direktur. Kalau kasus di rumah sakit hanya satu atau dua kali masih dima­klumi, tapi kasus di rumah sakit milik pemerintah ini silih berganti dari waktu ke waktu di bawah kepemimpinan Aditya Yoga,” ujarnya.

“Kita desak bupati agar Aditya Yoga dicopot dari jabatannya. Masa obat mulai Februari sampai seka­rang belum ada. Ini dampaknya sangat besar bagi keselamatan nyawa manusia,” katanya.

Lakukan Pembenahan

Anggota DPRD Lembata Petrus Bala Wukak mengatakan, peme­rintah perlu melakukan pembe­nahan secara besar-besaran terhadap manajemen rumah sakit tersebut. Mulai dari direk­tur sampai dengan staf manajemen yang kerjanya tidak bagus harus diganti semua.

Aditya Yoga

Direktur RSUD Lewoleba Aditya Yoga

Piter mengatakan, pemerintah tidak bisa membiarkan kantor pelayanan publik seperti ini han­cur karena ulah satu, dua orang. Piter heran juga masyarakat me­ngeluh terus soal pelayanan di RSUD Lewoleba, namun Yoga ter­kesan masa bodoh. Pemerintah juga tidak serius untuk melihat dan memperbaiki manajemen RS­UD Lewoleba yang semakin buruk.

Piter mengatakan, RSUD Le­wo­leba merupakan sebuah insti­tusi pelayanan publik yang se­tiap waktu berhubungan dengan kese­lamatan, kesehatan masya­rakat. Karena itu, rumah sakit harus men­dapat per­hatian ekstra keras dari peme­rintah.

“Copot saja di­rekturnya, dan pemerintah jangan membiarkan rumah sakit ini seperti hotel. Bagaimana mungkin ada rumah sakit tanpa obat? Kasus ini sangat ber­bahaya bagi keselamatan ba­nyak orang,” ujarnya.***(Flores Pos, Rabu, 10 September 2014)

Direktur RSUD Lewoleba Usir Wartawan *Tujuh Bulan, RSUD Lewoleba Ketiadaan Obat *Direktur RSUD Lewoleba Terus Menghindar *Peserta JKN Sangat Dirugikan *

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s