Yoga: Saya Tunggu Payung Hukum

  • Nalle: RSUD Rugikan Peserta JKN

Oleh Maxi Gantung

Lewoleba, Flores Pos – Direktur RSUD Lewoleba Aditya Yoga mengatakan, ia tidak bisa mengambil suatu kebijakan terkait pasien peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) yang datang berobat ke RSUD Lewoleba tanpa dasar payung hukum. Kondisi RSUD Lewoleba kehabisan obat sejak Febuari sampai sekarang. Para peserta JKN yang datang berobat ke RSUD Lewoleba diminta untuk membeli obat sendiri.

Aditya Yoga

Direktur RSUD Lewoleba Aditya Yoga

Hal ini disampaikan Direktur RSUD Lewoleba Aditya Yoga kepada wartawan, Jumat (5/9). Menurutnya, peserta JKN yang datang berobat ke RSUD Lewoleba tetap dilayani. Setelah dokter memeriksa dan memberikan resep, keluarga pasien tersebut bisa membeli obat di luar. Soal apakah uang mereka dikembalikan lagi oleh pihak RSUD Lewoleba, Yoga mengatakan, ia memiliki rencana agar pasien JKN yang membeli obat di luar, nantinya dibayar kembali oleh pihak RSUD Lewoleba.

“Tapi ini masih dalam wacana saya sendiri. Saya belum bisa mengambil sebuah kebijakan atau keputusan tanpa ada payung hukumnya. Saya cari payung hukumnya dulu. Kalau saya ambil kebijakan tanpa ada payung hukum, pasien yang senang, saya yang masuk penjara,” katanya.

Peserta JKN Dirugikan

Kepala Layanan Operasional Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Lembata Novita Nalle mengatakan, peserta JKN tidak tahu apakah ada aturan atau tidak. Bagi mereka yang penting adalah ketika mereka datang berobat ke RSUD Lewoleba, obat ada dan gratis karena mereka sudah membayar dan menjadi  peserta JKN. Yoga mengatakan, ia tidak bisa mengambil keputusan tanpa ada payung hukum.

Novita Nalle mengatakan, banyak peserta JKN yang mengeluh dan mengadu ke BPJS Kesehatan Kabupaten Lembata karena RSUD Lewoleba kehabisan obat. “Sejak Maret 2014, obat di RSUD Lewoleba sudah tidak ada lagi atau menipis. Peserta JKN sangat dirugikan karena RSUD Lewoleba telah kehabisan obat,” katanya.***(Flores Pos, Rabu, 10 September 2014)

Direktur RSUD Lewoleba Usir Wartawan *Tujuh Bulan, RSUD Lewoleba Ketiadaan Obat *Direktur RSUD Lewoleba Terus Menghindar *Peserta JKN Sangat Dirugikan *Publik Desak Bupati Copot Direktur RSUD

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s