Pater Venti Sudah Jadi “Lalong”

  • Penyambutan Imam Baru di Kampung Orong

Oleh Avent Saur

Pater Venti-Jemput

Penyambutan: Pater Aventinus de Costa SVD (tengah berkalung kain adat Manggarai) berarak dengan warga Kampung Orong dalam acara penyambutan di Kampung itu, Senin (6/10) siang.

Labuan Bajo, Flores Pos – Imam baru Pater Aventinus de Costa SVD sudah menjadi lalong (pejantan perkasa) di Kampung Orong, karena ia telah dipilih Tuhan untuk menjadi imam-Nya, melalui sakramen tahbisan yang diterimanya di Seminari Tinggi Santu Paulus Ledalero, Maumere pada Rabu (1/10). Ia memasuki kampung Orong dengan wajah dan pakaian baru, dan hal ini mengangkat harkat dan martabat, serta nama baik kampung ini.

Hal ini disampaikan tokoh adat Niko Umpe dalam torok tae (ucapan adat penyambutan) Pater Venti di gerbang kampung Orong, Paroki Orong, Keuskupan Ruteng, Manggarai Barat, Senin (6/10) siang. Hadir dalam acara penyambutan itu, tokoh adat kampung Orong dan kampung-kampung sekitarnya, Pastor Paroki Orong Romo Stanislaus Kamput, tokoh umat Stasi Orong dan Paroki Orong, serta ratusan umat paroki.

Sementara Pater Venti didampingi rombongan dari Maumere, Ende dan Ruteng. Tampak teman-temannya, Pater Bedi Asmon, Pater Sil Ule, Pater Adi Abun dan Pater Avent Saur. Hadir juga kemudian, Pater Bernard Raho dan Pater Mikhael de Fretes dari Ledalero, Maumere. Sebelum penyambutan secara adat, Pater Venti disambut rombongan berkendaraan roda dua di Kampung Golosita, perbatasan antara Desa Orong dengan Desa Racang, Manggarai Barat, dan berarak menuju Kampung Orong.

Dalam kata-kata penyambutannya, Niko Umpe mengatakan, Pater Venti telah menyelesaikan perjuangan yang panjang, dan sepatutnya umat Paroki Orong terkhusus warga kampung Orong dan keluarga besar yubilaris mengucapkan kegembiraan dan syukur kepada Tuhan. Besar harapan, Pater Venti akan menjadi lalong untuk selama-lamanya, dan senantiasa kuat dalam menjalankan imamatnya.

“Beberapa waktu lalu, anak Pater Venti pergi menuntut ilmu, dan kini perjuangan itu sudah selesai dan berhasil. Anak Pater sudah menjadi lalong di Kampung Orong dan Paroki Orong, dan tetaplah menjadi lalong untuk selama-lamanya.

Menanggapi sapaan tokoh adat, Pater Venti mengucapkan syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada umat Paroki Orong, terkhusus warga Kampung Orong dan keluarga besar yang telah mendukungnya dalam perjuangan menjadi imam.

“Saya bergembira sekali dengan penyambutan ini. Kalian semua telah menerima saya untuk kembali memasuki kampung kelahiran ini. Saya tidak berjalan sendirian. Kalian telah mendukung dan menemani saya dalam perjuangan menuju imamat. Semua yang kalian ucapkan tersimpan dalam hati saya,” kata Pater Venti disambut tepukan tangan umat.

Dari gerbang kampung itu, Pater Venti diarak ke halaman Kampung Orong diiringi lagu-lagu adat dalam bahasa Manggarai dan tarian yang dibawakan oleh sanggar Liang Nepa (Gua Ular Piton). Di rumah orang tuanya, Pater Venti disapa lagi secara adat sebagai tanda penerimaan orang tua di rumahnya.

Ketua sanggar Liang Nepa Modestus Habin mengatakan, lagu-lagu penyambutan itu mengungkapkan keharuan dan kegembiraan umat dan keluarga Orong atas rahmat tahbisan yang diterima Pater Venti.

“Kami tentu merasa bangga dengan anugerah ini. Kami semua menganggap Pater Venti sebagai lalong (jantan perkasa) seperti ayam jantan (manuk lalong) yang sedang berkokok (kakor) untuk menunjukkan bahwa dia tampil di tempat misi nanti atas nama keluarga dan tentu atas nama Tuhan yang telah mengutusnya,” ujarnya.

Acara-acara yang mengikuti penyambutan itu adalah pemberkatan pekuburan Kampung Orong pada sore hari, dan acara penghormatan terhadap para leluhur yang telah berpulang sebagai ungkapan terima kasih atas jasa mereka.

Acara puncak Ekaristi Syukur Imam Baru Pater Venti dilaksanakan, Selasa (7/10) bertempat di halaman kampung Orong. Ekaristi dimeriahkan kor inti Paroki Orong, tarian yang dibawakan oleh gabungan siswi SDK Orong dan SMPK Welak Orong. Yang membawakan khotbah, Pater Bernard Raho SVD, Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero, Maumere.***(Flores Pos, Rabu, 8 Oktober 2014)

Pater Venti Bongkar Stereotip Kampung

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s