Anselmus Jalani Perawatan Lanjutan di Panti Rehabilitasi

Anselmus 6

Pater Avent Saur SVD (ketiga dari kanan) memimpin doa bersama Anselmus (kedua dari kanan), para pegawai Dinas Sosial Ende dan anggota keluarga di salah satu kamar di ruangan Sakura RSUD Ende, sebelum Anselmus Wara diantar ke Panti Rehabilitasi Jiwa Renceng Mose Ruteng, Sabtu (18/10) pagi.

  • Di Panti Rehabilitasi Jiwa “Renceng Mose” Ruteng

Oleh Kristo Suhardi

Menulis

Kristo Suhardi, Wartawan Flores Pos

Ende, Flores Pos – Anselmus Wara, korban pemasungan dari Kampung Kurumboro, Desa Tiwu Tewa, Kecamatan Ende Timur saat ini sedang menjalani perawatan lanjutan di Panti Rehabilitasi Jiwa Renceng Mose, Kelurahan Golodukal, Ruteng, Kabupaten Manggarai. Anselmus yang menjalani perawatan fisik di RSUD Ende sejak 16 Mei 2014 lalu diantar ke Ruteng pada Sabtu (18/10) oleh Darmayati dan Magnus dari Dinas Sosial Ende, serta anggota keluarga.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ende Stefanus Sogha dan Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Dokter Muna Fatma mengaku bersyukur dan berterima kasih untuk semua proses yang telah dijalani Anselmus selama ini. Ucapan terima kasih ini ditujukan kepada semua orang dan lembaga yang dengan caranya masing-masing telah membantu proses penyembuhan fisik Anselmus.

“Secara khusus kami berterima kasih kepada Pater Avent Saur SVD yang sudah membantu memfasilitasi kami dengan pihak panti rehabilitasi Renceng Mose di Ruteng. Kita berharap seluruh proses yang telah dan akan dijalani dapat membantu penyembuhan Anselmus, baik fisik maupun psikis,” kata Stefanus.

???????????????????????????????

Stefanus Sogha, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ende

Stefanus mengatakan, segala upaya penyembuhan Anselmus membutuhkan proses yang panjang dan kesabaran dalam menanganinya. Hal yang selalu dikedepankan, kata Stefanus, adalah aspek kemanusiaan sehingga pihak Dinas Sosial akan terus membantu Anselmus pada setiap tahap perawatan yang dijalaninya.

“Kami juga sudah mulai memikirkan langkah apa yang akan diambil setelah Anselmus keluar dari panti rehabilitasi nanti. Hal yang kami pertimbangkan sekarang adalah mengikutsertakan Anselmus dalam program transmigrasi. Diharapkan, dengan program transmigrasi ini, Anselmus akan menjalani hidup baru dengan situasi yang baru pula,” kata Stefanus.

Hal yang sama ditegaskan juga oleh Dokter Muna Fatma. Dikatakan Dokter Muna, pihak Dinas Sosial bukan hanya mengharapkan kesembuhan Anselmus secara fisik dan psikis, tetapi sudah berpikir tentang kehidupan Anselmus setelah keluar dari panti rehabilitasi.

“Berhadapan dengan Anselmus, hal yang paling penting adalah tanggung jawab sosial kita terhadap kehidupan dia selanjutnya. Anselmus tentu mengharapkan untuk bisa hidup dan diterima kembali di tengah komunitas masyarakat. Tanggung jawab kita adalah berupaya agar hal itu benar-benar terjadi, dan Anselmus dapat kembali di terima di masyarakat,” kata dokter Muna.

Terima Kasih

Pendamping Anselmus Wara, Pater Avent Saur SVD mengucapkan terima kasih kepada pihak RSUD Ende dan Kepala Dinas Sosial serta pelbagai pihak terkait di jajaran pemerintahan Kabupaten Ende yang telah bekerja sama memperhatikan proses perawatan kesehatan Anselmus. Terima kasih juga kepada semua orang baik hati yang merelakan waktu dan tenaga untuk mengunjungi dan menghibur saudara Anselmus selama dirawat di RSUD Ende.

“Saya melihat bahwa perawatan di Panti Rehabilitasi Jiwa Renceng Mose di Ruteng adalah tahap ketiga dalam proses pemulihan kesehatan Anselmus. Tahap pertama, evakuasi dari pasungan. Tahap kedua, perawatan fisik di RSUD Ende. Kita berharap proses permulihan kesehatannya akan berlangsung baik,” kata Pate Avent.

Pater Avent mengatakan, pemerintah dan Gereja telah bekerja sama untuk menangani kasus Anselmus. Kiranya, kerja sama ini tetap dijalankan terus di hari-hari mendatang untuk menangani masalah orang gila yang banyak berkeliaran di kota Ende. Mereka memiliki hak yang sama untuk memperoleh kesehatan, dan negara mesti menunjukkan tanggung jawabnya terhadap mereka.

“Pada Juli 2014, DPR RI telah mengesahkan Undang-Undang Kesehatan Jiwa. Diharapkan, pemerintah segera menjabarkan undang-undang itu dalam bentuk peraturan pemerintah di ranah daerah, agar perhatian terhadap orang-orang cacat mental bisa ditangani dengan baik dan sepenuh hati,” kata Pater Avent.

Renceng Mose

Panti Renceng Mose merupakan panti rehabilitasi jiwa milik Bruder-Bruder Ordo Fraterum Caritas (FC). Panti ini diresmikan Kamis, 25 September 2014. Sejak Maret 2014, mereka merawat 25 orang gila, dan beberapa di antaranya telah sembuh.

Panti yang terletak di pinggir kota Ruteng, Golodukal, Jalan Lingkar Luar Ruteng, Manggarai ini, saat ini dipimpin oleh Bruder Bartolomeus Gulan Murtono FC. Panti ini merawat laki-laki dan perempuan yang mengalami ganggung kejiwaan.***(Flores Pos, Selasa, 21 Oktober 2014)

Anselmus 7

Anselmus (kiri) didampingi keluarganya berada dalam mobil milik Dinas Sosial Kabupaten Ende sebelum diberangkatkan ke panti rehabilitasi jiwa Renceng Mose di Ruteng, Manggarai, Sabtu (18/10) pagi.

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s