Puluhan Anak Tidur di Alam Terbuka

Oleh Wall Abulat

Maumere, Flores Pos – Puluhan balita dan anak-anak yang rumahnya digusur sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, Selasa (28/10) terpaksa tidur dan menginap di alam terbuka di antara puing-puing atau reruntuhan rumah. Anak-anak ini berbaur bersama orang tua mereka di lokasi penggusuran karena tidak memiliki tempat tinggal lain selain rumah yang mereka bangun selama belasan tahun di lokasi tanah HGU milik Pemkab Sikka itu.

Disaksikan Flores Pos, Selasa (28/10) sekitar belasan warga yang rumahnya tergusur memilih tidur di dekat tembok Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, belasan warga dan anak-anak lainnya tersebar di beberapa titik di antara reruntuhan rumah milik Emilianus Meo dan Kali Wairklau, di bawah pohon gamal, dan beberapa lokasi reruntuhan rumah di jalan masuk SMK Pariwisata.

Beberapa anak di antaranya Gasta Ovan (13), Eman Hermanus Nahak (12), dan  Armandi Nabu, kepada Flores Pos, di lokasi penggusuran, Selasa (28/10) mengakui bahwa mereka dan sekitar 50 anak-anak lainnya terpaksa tidur di alam terbuka di antara reruntuhan  bangunan karena orang tua mereka tidak memiliki rumah dan areal lain selain di lokasi yang sudah digusur itu.

“Kami ramai-ramai tidur beralaskan tikar dan karton. Kami tidur di alam terbuka,” kata Eman Hermanus yang diamini Gasta Ovan dan Armandi Nabu.

Pengakuanserupa juga disampaikan beberapa anak di antaranya Maria Okta Sanlai, Maria  Madona Gho’o, Maria Afrilia Martina, Maria Merianti Sanlaing dan beberapa anak lainnya. Mereka mengaku terpaksa tidur di antara reruntuhan bangunan karena tidak memiliki tempat tinggal, selain di lokasi yang sudah digusur itu.

“Kami bermalam di sini karena kami tidak punya rumah untuk ditempati sementara,” kata Maria Madona Gho’o.

Rata Tanah

Pantauan Flores Pos, Selasa (28/10), ratusan rumah di belakang Kantor BPN, Kantor Dinkes Sikka, Kantor Inspektorat, di belakang SMK Pariwisata, SMK Santo Thomas dan sepanjang bantaran kali Wairklau sudah rata tanah. Semua bangunan sudah dirobohkan.

Kepala Kantor Pol PP Sikka Buang da Cunha, kepada wartawan, Senin (27/10) berjanji akan mengosongkan lokasi itu, termasuk tidak boleh ditempati warga lagi. “Pol PP akan mengosongkan lokasi ini. Ini perintah Bupati,” kata Buang da Cunha.

Diberitakan media ini sebelumnya (FP, 28/10), puluhan ibu dan anak-anak warga belakang Kantor BPN Sikka, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok Timur, Senin (27/10) menangis histeris saat menyaksikan ratusan rumah mereka digusur dan dibongkar paksa oleh petugas Pol PP Sikka. Penggusuran dilakukan karena ratusan rumah yang digusur ini dibangun di atas tanah hak guna usaha (HGU) milik Pemkab Sikka.***(Flores Pos, Rabu, 29 Oktober 2014)

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s