Ratusan Rumah Digusur Paksa

gusur

Ibu-ibu korban penggusuran rumah menangis saat menyaksikan kejamnya pemerintah melalui aparatnya.

  • Ibu dan Anak Menangis Histeris

Oleh Wall Abulat

Maumere, Flores Pos – Puluhan ibu dan anak-anak warga belakang Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sikka, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok Timur, Senin (27/10) menangis histeris saat menyaksikan ratusan rumah mereka digusur dan dibongkar paksa oleh Polisi Pamong Praja Sikka. Penggusuran dilakukan karena ratusan rumah tersebut dibangun di atas areal tanah hak guna usaha (HGU) milik Pemerintah Kabupaten Sikka.

Disaksikan Flores Pos, sebuah alat berat menggusur rumah warga setelah para pemilik rumah tidak memenuhi peringatan pemerintah untuk keluar dari lokasi tanah milik pemerintah dalam tiga bulan terakhir. Rumah pertama yang digusur milik Emilianus Meo. Emilianus dan Ibundanya Margareta Dere serta lima anggota keluarganya menangis histeris saat etelah melihat alat berat merobohkan rumah semi permanen yang dibangunnya 4 tahun lalu. 

“Saya prihatin karena pemerintah tidak perhatikan alasan saya agar jangan dulu dibongkar. Saya masih menunggu keluarga dari Bajawa untuk membongkar atap seng. Saya tidak bisa membongkar sendiri karena saya menderita penyakit TBC,” kata Emilianus.

Satu kelompok ibu rumah tangga juga menangis histeris karena rumah-rumah mereka termasuk dalam daftar pengusuran. Janda Edistina Nurak, sambil menggendong si bungsi Diana Sari yang lagi sakit, menangis histeris setelah alat berat mendekati rumahnya. “Saya ini orang miskin, tolong jangan dulu bongkar rumah saya. Saya tidak punya apa-apa untuk kontrak rumah lagi. Anak saya juga lagi sakit, tolong jangan dulu bongkar,” kata Edistina.

Kesal

Edistina Nurak dan Nyonya G. Muhamad Karim, kepada wartawan juga mengaku kesal karena ada penipuan yang dilakukan tim sukses salah satu kandidat bupati saat suksesi kali lalu yang menjanjikan tidak akan melakukan penggusuran, kalau pihak yang dijagokan memenangi Pilkada.

“Setelah menang, kami tidak diperhatikan. Dulu sebelum Pilkada, tim sukses omong yang baik-baik. Sekarang malah tidak memperhatikan nasib kami,” kata Edistina kepada sejumlah wartawan, termasuk beberapa wartawan televisi.

Atas Perintah Bupati

Kepala Kantor Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Sikka Buang da Cunha, kepada wartawan di lokasi penggusuran menjelaskan, pembongkaran rumah dan penggusuran rumah-rumah warga ini dijalankan atas perintah Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera.

“Pol PP menjalankan penggusuran dan pembongkaran rumah karena perintah Bupati. Kami menjalankan perintah bupati,” kata Buang da Cunha.

Buang mengakui bahwa bupati memerintahkan Pol PP untuk melakukan pembongkaran setelah berkali-kali sejak Bupati Paulus Moa, Bupati Alexander Longginus, Bupati Sosimus Mitang, hingga Bupati saat ini melakukan pendekatan dengan warga untuk meninggalkan lokasi dan atau membongkar sendiri rumah mereka, namun tidak diindahkan.

“Bahkan hingga Minggu (26/10), saya berkali-kali meminta warga untuk bongkar sendiri, namun warga tidak mengindahkannya. Karena warga tidak mengindahkannya, maka kami terpaksa melakukan penggusuran,” kata Buang da Cunha.

Buang juga mengaku heran karena ada puluhan rumah yang dibangun di lokasi tanah HGU itu disewakan kepada orang lain atau untuk dijadikan kos.

“Coba bayangkan, mereka bangun rumah di atas lokasi tanah HGU. Rumah dibangun lalu disewakan kepada orang lain. Sementara orang yang membangun rumah itu memiliki beberapa rumah di lokasi yang lain,” kata Buang.

Buang da Cunha juga mengakui bahwa dari pantauan yang dilakukan timnya diketahui bahwa ada 3 mantan pegawai BPN yang membangun beberapa rumah di atas lokasi tanah HGU itu. “Tiga mantan pegawai BPN ini yang memprovokasi warga sehingga warga turut membangun rumah di atas lokasi tanah HGU ini,” katanya.

Semuan Lokasi HGU Diamankan

Buang da Cunha, kepada wartawan juga menjelaskan, langkah penggusuran yang dilakukan ini merupakan awal dari tindak lanjut rencana Pemkab Sikka untuk menertibkan semua tanah HGU di Sikka.

“Semuan lokasi HGU akan kita amankan. Semua rumah yang dibangun di atas lokasi tanah HGU akan kita gusur, termasuk di Nangahale, di dekat bantaran kali Radio Sonia, dan beberapa lokasi lainnya,” katanya.

Ada 200 Rumah

Kepala Tata Pemerintahan Umum Setda Sikka Yoseph Benyamin yang ditemui di lokasi penggusuran menjelaskan, jumlah rumah yang terdata resmi tercatat ada sekitar 94 rumah. “Namun fakta di lapangan jumlah rumah mencapai 200 unit,” kata Yoseph Benyamin.

Penggusuran ratusan rumah ini dikawal ketat aparat petugas Polisi Pamong Praja, Polres Sikka, dan di-back up personel TNI. Tampak di lokasi penggusuran bersiaga ratusan personel polisi yang dipimpin Kabag Ops Polres Sikka Kompol Vitalis S. dan Kasat Sabara AKP M.Arif Sadikin.

Disaksikan Flores Pos, Kompol Vitalis S. dan AKP M. Arif Sadikin berkali-kali melakukan pendekatan dengan warga sehingga langkah penggusuran berjalan aman dan kondusif.* (Flores Pos, Selasa, 28 Oktober 2014)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s