Rumah Digusur, Ratusan Siswa Terancam Putus Sekolah

Oleh Wall Abulat

Maumere, Flores Pos – Ratusan siswa dari tingkat TK, SD, SLTP hingga SLTA yang rumahnya digusur oleh Pol PP Sikka, sejak Senin (27/10) tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM). Para siswa ini bahkan terancam putus sekolah, bila pemerintah tidak mengambil kebijakan penanganan yang cepat dan tepat.

Disaksikan media ini, Senin (27/10), para siswa tampak berbaur dengan  orang tua mereka dan turut menangis histeris setelah melihat rumah mereka mulai  digusur dan dirobohkan oleh petugas dengan menggunakan alat berat.

Eman, salah seorang siswa SDK Santo Yoseph dan Alfian, salah seorang siswa SMPK Bina Wirawan (Binwin) Maumere tampak berbaur bersama puluhan siswa lainnya. Mereka duduk berjejer di salah satu halaman rumah yang menunggu giliran digusur. Mereka duduk seraya menunduk kepala. Linangan air mata membasahi pipi mereka. Nong, salah seorang di antaranya menangis  histeris saat menyaksikan beberapa rumah warga digusur.

Eman dan Nong, kepada Flores Pos mengaku, ia bersama ratusan siswa lainnya tak bisa mengikuti KBM karena mau membantu orang tua mengangkat peralatan rumah tangga.

“Saya dan teman-teman tidak bisa mengikuti KBM entah sampai kapan. Kami tidak bisa mengikuti KBM di tengah kondisi rumah-rumah kami digusur. Kami tidak tahu mau tinggal di mana lagi. Sebab, inilah satu-satunya milik kami untuk tinggal,” kata Nong.

Sementara itu, Eman mengaku lebih memilih tidak mengikuti KBM karena kondisi tidak memungkinkan. “Saya tidak bisa mengikuti KBM lagi. Sebab, hingga siang ini, kami tidak tahu tinggal di mana. Saya terpaksa mengikuti orang tua ke mana pun mereka pergi,” kata Eman.

Belum Lakukan Pendataan

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Sikka Yohanes Rana yang dikonfirmasi terkait ancaman putus sekolah siswa yang rumahnya digusur, mengemukakan, instansi yang dipimpinnya  belum melakukan pembicaraan terkait siswa-siswi yang rumahnya digusur.

“Kami  belum bahas hal itu. Kami juga belum melakukan pendataan berapa jumlah siswa sesuai tingkatan sekolah,” kata Yohanes Rana.

Tidak Disiapkan Penampungan

Kabag Tata Pemerintahan Umum Setda Sikka Yoseph Benyamin yang dihubungi terpisah menjelaskan pemerintah tidak menyiapkan penampungan bagi warga yang rumahnya digusur karena mereka bukan termasuk korban bencana alam.

“Pemerintah tidak menyiapkan penampungan bagi warga karena mereka bukan korban bencana alam. Warga sendiri yang mencari penginapan,” kata Yoseph Benyamin.*** (Flores Pos, Selasa, 28 Oktober 2014)

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s