“Wakil Bupati”di DPRD Tinggalkan Ruang Sidang

  • Saat FP2L Datang Berdialog

Oleh Maxi Gantung

Lewoleba, Flores Pos – Anggota DPRD Lembata yang duduk di DPRD  sebagai “wakil bupati” meninggalkan ruang sidang DPRD ketika rak­yat datang berdialog dengan anggota DPRD.

Wakil rakyat yang ber­peran sebagai “Wakil Bupati Lembata” mendapat kecam­an keras dari pimpinan dan anggota dewan serta massa yang datang hendak berdialog dengan DPRD. Betapa ti­dak, saat Forum Penyelamat Le­wotana Lembata (FP2L) datang berdialog dengan DP­RD Lembata, banyak ang­go­ta dewan yang tidak hadir. Bahkan ada yang datang ke DPRD tapi sete­lah itu pulang dan tidak mau berdialog de­ngan rakyat konstituen.

Anggota DPRD Lembata Servasius Suban memper­ta­nyakan, apakah DPRD Lem­ba­ta khususnya anggota de­wan yang datang lalu pulang itu wakil rakyat atau wakil bupati? Ia mengatakan, ma­syarakat bisa melihatnya sendiri.

Kecewa

Romo Yeremias Riang Hepat dan Mantan Kepala Desa Atawolo Antonius Plea Roning mengungkapkan rasa kecewa yang mendalam keti­ka hadir di ruang sidang DPRD. Saat berbicara, Romo Yermin  menyapa kursi-kursi kosong dengan sebutan “kur­si yang terhormat” karena wakil rakyat banyak yang tidak hadir.

Romo Yermin mengingat­kan seluruh anggota dewan untuk menyadari bahwa me­reka adalah wakil rakyat, bu­kan wakil pemerintah. Ia menduga, DPRD Lembata dengan  tahu dan mau tidak hadir atau pulang untuk membangun konspirasi atau kekuatan untuk melawan anggota dewan yang ada sekarang bersama rak­yat. ”Saya menduga dan saya bersumpah, mereka yang tahu dan mau tidak hadir dan pulang tidak akan nyaman.”

DPRD Tidak Jelas

Ketua Sementara Fer­dinandus Koda mengatakan, rakyat sendiri tahu bahwa DPRD Lembata tidak kom­pak dan tidak jelas posisi dan komitmen. Sekretaris DPRD Lembata juga kerja­nya tidak jelas. Ia mengata­kan, saat rapat Pembahasan Keputusan DPRD Nomor 3 tanggal 6 Oktober lalu lalu banyak anggota DPRD yang pulang. Namun saat memba­has atau mau mencabut atau meninjau Keputusan DPRD Lembata Nomor 3, anggota de­wan banyak yang hadir. Sekarang FP2L datang  un­tuk berdialog, banyak anggo­ta dewan yang tidak hadir dan pulang karena tidak mau berdialog dengan rakyat. “Mereka ini memperjuang­kan siapa di DPRD? Mereka ini membela kepentingan siapa, peraturan, rakyat atau kepentingan siapa?”

Pulang dan Tidak Hadir

Anggota DPRD Lembata  yang sempat hadir di DPRD  lalu pulang dan tidak meng­ikuti sidang adalah Sulai­man  Syarif, Muhamad Mah­mud, Lasarus Teka Udak dan Sony Laga. Sementara ang­gota DPRD yang tidak hadir  adalah Anton Leumara, Yo­hanes  Atarodang, Palmasius Gokok dan Petrus Gero. Ang­gota DPRD Petrus Gero sejak Senin (27/10) tidak masuk kantor.***(Flores Pos, Kamis, 30 Oktober 2014)

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s