Masyarakat Prihatin dengan Sikap Bupati

Oleh Maxi Gantung

Lewoleba, Flores Pos – Sikap Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur yang meninggalkan sidang paripurna hanya karena anggota dewan Yakobus Liwa tidak berjabatan tangan dengannya merupakan sikap yang kurang dewasa dan melecehkan lembaga dewan. Masyarakat Lembata prihatin dengan sikap Bupati Lembata yang selama ini doyan melakukan perjalanan dinas keluar daerah.

Hal ini disampaikan Leonardo Wajar Keraf kepada Flores Pos, Kamis (4/11). Nardo Keraf mengatakan, menghargai orang itu bukan hanya dengan berjabatan tangan, tapi juga mengharagai pikiran dan pendapat orang lain.

Mengenai hubungan Yakobus Liwa dan Bupati Yance Sunur, lanjutnya, semua orang tahu, mereka sedang berkonflik. Konflik ini berawal ketika Yakobus Liwa sebagai anggota dewan menyampaikan pendapat atau pernyataaan dalam sidang paripurna bahwa bupati berbohong. Lalu Bupati Yance melaporkan Yakobus Liwa ke polisi, dan saat ini sedang diproses hukum di Polres Lembata.

Usai membacakan pemandangan umum fraksi dalam sidang paripurna, Selasa (2/12), Yakobus Liwa tidak berjabatan tangan dengan bupati. Yakobus hanya berjabatan tangan dengan Wakil Bupati Lembata, Ketua DPRD dan Wakil Ketua DPRD. Karena masalah itu, bupati tersinggung dan ngambek lalu meninggalkan ruang sidang paripurna, dan seluruh stafnya diperintahkan untuk tinggalkan ruang sidang paripurna.

“Soal berjabatan tangan itu soal situasi dan kondisi batin. Bagaimana dua orang yang sedang berkonflik berjabatan tangan? Bisa saja Yakobus berpikir, kalau dia sorong tangan untuk berjabatan tangan dengan bupati, bupati tidak mau. Itu artinya Yakobus Liwa yang malu. Selain itu, bisa saja dua orang ini sudah melakukan seremoni adat, di mana mereka tidak boleh berjabatan tangan sebelum mereka berdamai,” katanya.

Menurut Nardo Keraf, Bupati sebagai seorang pemimpin tidak perlu tersinggung dan sampai meninggalkan ruang sidang yang justru melecehkan lembaga DPRD. Lembaga DPRD seharusnya tersinggung dengan sikap bupati. Kalau bupati tersinggung, kenapa tidak laporkan ke polisi sebagai perbuatan tidak menyenangkan. Yakobus Liwa sebagai anggota dewan yang membuat pernyataan dalam sidang paripurna bahwa bupati berbohong dilaporkan kepada polisi dengan sangkaan melakukan penghinaan terhadap bupati, walau DPRD punya hak imunitas.

Lanjut Nardo, Kabag Humas Karolus Kia Burin, pada waktu itu mengatakan, walaupun bupati dan Yakobus Liwa itu sedang berkonflik, Yakobus Liwa semestinya bisa menunjukkan kepada publik bahwa mereka tidak ada konflik dengan berjabatan tangan usai membacakan pemadangan umum fraksi PDIP. Publik tahu bupati dan Yakobus Liwa sedang konflik, lalu harus mereka berpura-pura berjabatan tangan supaya publik melihat mereka tidak konflik? Kabag Humas itu mengajarkan kepada publik untuk munafik.

Kepentingan Rakyat

Sementara itu, Koordinator Aldiras Kor Sakeng mengatakan, kita prihatin dengan sikap bupati. Menurutnya, hanya karena tidak berjabatan tangan bupati meninggalkan sidang paripurna sehingga sidang harus ditunda. “Pertanyaan kita, bupati itu ikut sidang untuk kepentingan pribadi atau kepentingan rakyat. Masa hanya karena Kobus Liwa tidak berjabatan tangan, bupati bisa mengorbankan kepentingan rakyat?,” ujarnya.

Kor Sakeng mengatakan, sikap bupati yang tidak terpuji yang mengorbankan kepentingan publik itu juga melecehkan dewan. Pertanyaannya, apakah lembaga dewan merasa dilecehkan atau tidak? Atau dewan sudah mati rasa dengan dengan sikap bupati yang meninggalkan sidang paripurna tersebut?*** (Flores Pos, Jumat, 5 Desember 2014)

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s