Usulan Dinas Pariwisata Tidak Masuk Akal

  • Frans Wuhan: Penuh Kebohongan

Oleh Max Gantung

Lewoleba, Flores Pos – Usulan perubahan APBD 2014 dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata tidak masuk akal dan penuh kebohongan. Komisi III DPRD Lembata satu per satu membahas usulan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang selama ini penuh dengan masalah.

Pada pembahasan rencana perubahan anggaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan komisi III, Sabtu (6/12), Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Longginus Lega menyampaikan penambahan anggaran dan pergeseran antar program dan kegiatan.

Atas narasi rencana perubahan anggaran yang disampaikan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata, Sekretaris Komisi III, Antonius Molan Leumara mengkritisi beberapa hal, misalnya, sewa gedung yang semula Rp20 juta naik menjadi 26 juta, padahal sisa waktu tahun anggaran 2014 hanya tinggal beberapa hari saja. Begitu juga biaya ATK, anggaran sebelumnya Rp15,5 juta bertambah Rp14,7 juta lebih, sehingga menjadi RP30,2 juta. Penyedia barang cetakan dan penggandaan bertambah Rp7,4 juta. Kegiatan rapat-rapat kordinasi dan konsultasi yang semula sebesar Rp127,4 juta bertambah Rp17,7 juta.

Bagi Anton Leumara, apa yang diusulkan atau direncanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisiata ini tidak masuk akal. Ia mengatakan, penetapan APBD perubahan baru ditetapkan, Rabu (17/12), itu artinya tinggal beberapa hari saja tutup tahun anggaran, dan kegiatan atau kebutuhan yang diusulkan dinas pariwisata tidak mungkin dilaksanakan.

Begitu juga kegiatan penyusunan renstra, renja SKPD yang semula dianggarkan Rp22,5 juta bertambah Rp7 juta. Penambahan dana Rp7 juta tersebut digunakan untuk monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan renstra dan renja SKPD. “Apa yang mau dimonitorkan dan dievalusi dari renstra dan renja ini? Ini aneh dan tidak masuk akal,” ujarnya.

Anton Leumara juga melihat permintaan dinas untuk menambah dana untuk melakukan kampanye sadar wisata di sekolah-sekolah adalah sesuatu yang lucu. “Penetapan APBD perubahan baru dilaksanaka, Rabu (17/12), sementara anak-anak sekolah waktu itu sudah mulai libur. “Anak-anak menjelang natal sudah libur dan baru masuk sekolah awal Januari, kapan kampanye di sekolah-sekolah? ini tidak rasional!”

Anggota Komisi III Simon Krova mengatakan, adalah sangat tidak wajar dan tidak rasional usulan atau rencana dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tersebut. “Dalam dokumen Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, jumlah ATK (kertas) dalam APBD murni sebanyak 70 rim, atau untuk kegiatan. Januari sampai pertengahan Desember 2014, jumlah kertas yang digunakanoleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebanyak 70 rim, sementara dalam perubahan APBD 2014 yang sisa waktunya hanya tinggal 10 hari minta tambah 110 rim. Begitu juga dengan map, Januari sampai pertengahan Desember 312 map, sementara mereka minta tambah 1200 map untuk waktu yang tinggal 10 hari saja”.

Simon Krova juga melihat usulan dari dinas tersebut dalam rencana perubahan ini tidak wajar, misalnya, mengusulkan penambahan dana karena kegiatan tersebut belum dianggarkan. Simon Krova menegaskan, usulan seperti ini harus menjadi perhatian serius dari Komisi III.

Sangat Aneh

Ketua Komisi III Frans Wuhan mengatakan, sangatlah aneh, ada program yang sudah ditetapkan namun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tidak menjalankan program tersebut, dan dalam perubahan ini diusulkan untuk di-pending atau tidak dilaksanakan. “Membuat program dan kegiatan harus terukur,” ujarnya.

Rencana perubahan anggaran yang diusulkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, lanjut Frans Wuhan, selain tidak rasional juga penuh dengan kebohongan. Selain yang sudah disampaikan oleh anggota Komisi III lainnya, Frans Wuhan mengambil contoh rencana perubahan yang diusulkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yakni kegiatan fasilitasi penyelenggaran festival budaya daerah yang semula dianggarkan sebesar Rp365 juta minta tambah dana Rp6 juta lagi. Alasannya, honorarium tim juri sebelumnya tidak dianggarkan. Frans Wuhan mengatakan, dalam perlombaan atau festival apapun, yang namanya anggaran untuk tim juri merupakan komponen utama yang dibahas untuk dianggarakan. “Ini tidak rasional dan ini sebuah kebohongan,” tegasnya.

Frans Wuhan juga menyoroti  kegiatan peningkatan pemanfaaatan teknologi dan informasi pemasaran pariwisiata Rp229.724.212. Pada peruabahan ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata meminta penambahan dana Rp47,6 juta untuk belanja cetak brosur dan pameran kegiatan fotografi festival adventure dalam rangka promosi parwisata yang sebelumnya tidak dianggarkan. “Selama ini tidak lihat brosur atau promosi pariwisata tersebut,” katanya.

Bekerja dengan Hati

Anggota Komisi III Lasarus Teka Udak mengharapkan pemerintah harus bekerja dengan hati untuk membangun Lewo (kampung) atau daerah ini. “Jangan menggunakan kepintaran birokrasi untuk merusakkan DPRD dan mengorbankan rakyat. Kami menjadi tumbal kepintaran bapa-bapa mereka,” katanya.

Wakil Ketua Komisi III Yohanes Pati Rodang mengatakan, rencana atau usulan dari Dinas Pariwisiata ini tidak masuk akal. Kalau kita setuju, akan menjadi temuan BPK nanti. Ia mengatakan, tidak mungkin dan tidak masuk akal dana ratusan juta itu digunakan dalam rentang beberapa hari saja.

Dana Sudah Dipakai

Diduga, usulan penambahan dana untuk beberapa kegiatan dan program yang tidak masuk akal tersebut, dananya sudah digunakan sebelum ada persetujuan DPRD atau sebelum ada APBD perubahan ditetapkan. Dana-dana tersebut diduga sudah digunakan untuk perjalanan dinas dan kegiatan lainnya.

Anggota Komisi III, Mikhale Sada minta kejujuran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.  Sekretaris Dinas Pariwisiata Ansel Bahy mengakui bahwa dalam perjalanan, ATK habis sehingga mereka harus bon di pihak ketiga, sehingga dalam rencana perubahan anggaran ini, mereka meminta penambahan dana untuk ATK.*** (Selasa, 9 Desember 2014)

Baca terkait: Kadis Pariwisata Didesak Serahkan Uang Proyek Fiktif

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s