Pelaku Pembakaran Orang Gila Dibekuk

Oleh Avent Saur

Ende, Flores Pos – Pelaku pembakaran orang dengan gangguan jiwa (gila) Remigius Puji yang menyebabkan luka bakar di sekujur tubuhnya, pada Kamis (1/1) di perlimaan dalam kota Ende dibekuk Tim Buser Polres Ende, di rumah mertuanya, Kampung Tanjung, Kelurahan Tanjung, Ende Selatan, pada Kamis (15/1) pukul 15.00 Wita. Saat pembekukan atau penangkapan, pelaku tidak melakukan perlawanan, dan langsung diantar ke Mapolres Ende untuk ditahan dan mengikuti proses hukum selanjutnya. Proses penangkapan berlangsung selama 1,5 jam.

???????????????????????????????

IPDA Ridwan

Hal ini disampaikan Kepala Bagian Operasional (KBO) Reskrim Polres Ende IPDA Ridwan yang ditemui Flores Pos di ruang kerjanya, Jumat (16/1) pagi.

Menurut Ridwan, sebelum terjun ke lokasi penangkapan, tim pimpinannya yang beranggota empat orang itu, meminta keterangan beberapa saksi mata untuk mengetahui tempat tinggal pelaku. Di rumah pelaku, tim buser sempat disangkal bahwa pelaku tidak berada di rumah.

“Kami meminta kepastian keberadaan pelaku kepada Ketua Rukun Kampung Tanjung, dan beliau menerangkan bahwa pelaku ada di rumahnya. Kepada keluarga pelaku, tim mendesak untuk memberikan informasi yang benar. Akhirnya, keluarga mengakui bahwa pelaku disembunyikan di rumah itu, dan selanjutnya, ia ditangkap dan dibawa ke Mapolres untuk ditahan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum,” kata Ridwan.

Ridwan menambahkan, selama 1×24 jam, pelaku mengantongi status tangkapan, dan setelah meminta keterangan beberapa saksi termasuk keterangan pelaku sendiri, pelaku berstatus tahanan, selanjutnya ditetapkan tersangka. Untuk sementara, penyidik sudah meminta keterangan tiga saksi mata.

“Pelaku bernama Faisal Abubakar, berusia 21 tahun, sudah berkeluarga, warga Kampung Koponggena, Kelurahan Tetandara, Ende Selatan. Pelaku dikenakan Pasal 351 ayat 2 tentang Penganiayaan yang Menyebabkan Luka Berat dengan hukuman penjara 5 tahun (bukan 15 tahun dalam berita sebelumnya),” lanjutnya.

Pelaku Menyesal

Pelaku Faisal Abubakar, yang ditemui Flores Pos di lobi tahanan Mapolres Ende, menyatakan penyesalan yang mendalam atas perbuatannya sambil menangis terisak-isak. Ia meminta Flores Pos memediasinya untuk menemui korban yang dirawat di RSUD Ende untuk menyatakan permohonan maaf yang mendalam.

“Saya sangat menyesali perbuatan saya yang menyebabkan saudara Roki (sapaan akrab korban Remigius Puji) terluka. Saya tidak tahu lagi bagaimana kejadian yang sebenarnya saat itu, karena semalaman pada malam tahun baru itu, saya dengan teman-teman menenggak minuman keras sampai mabuk. Saya kurang sadar saat melakukan itu,” ujar Faisal sambil melihat foto-foto korban yang diperlihatkan Flores Pos dalam kamera.

“Pater (Avent Saur SVD), tolonglah saya. Saya mau menemui saudara Roki untuk memohon maaf. Saya biasa memberikan rokok kepada Roki bahkan pernah mengajaknya makan bareng. Kalau saya sadar seperti sekarang, tidak mungkin saya melakukan kejahatan seperti itu kepada Roki. Saya sangat kasihan melihat luka-lukanya yang mengerikan. Semoga Roki cepat sembuh,” katanya dengan penuh penyesalan.

Usut Tuntas

Wakil Ketua DPRD Ende Erick Rede yang mendampingi keluarga korban saat pelaporan, Rabu (14/1) sore, mendesak pihak Kepolisian Resor Ende untuk mengusut kasus ini secara tuntas dan secepat mungkin. Tindakan pelaku sangat tidak manusiawi, korban sudah menderita sakit jiwa, lalu ditimpakan lagi penderitaan baru dengan membakar sekujur tubuhnya.

Disaksikan Flores Pos di ruang Sakura RSUD Ende, Kamis (15/1) malam, luka bakar di sekujur tubuh korban sudah mulai mengering, kecuali di kepala bagian kanan dan pipi kanan, bagian leher dan tengkuk, serta kedua lengan bagian dalam yang masih mengeluarkan nanah berbau tak sedap. Keluarga korban Yohanes Lana dan Anselmus serta anggota DPRD Ende Maxi Deki, juga relawan dari Komunitas Sastra Rakyat Ende (SARE) Sutomo Hurin dan Obet Nanga No’o mengunjungi Remi setiap hari dan membersihkan kamar serta pakaian korban.

Diberitakan sebelumnya, Remigius Puji (40-an tahun) adalah warga Kampung Seulako, Desa Ngguwa, Kecamatan Ndona Timur. Remi yang sebelumnya diduga dibakar oleh orang tak dikenal di perlimaan dalam kota Ende, Kamis (1/1), diantar warga keturunan Tionghoa ke RSUD Ende.

Remi biasa berjalan-jalan di pasar Wolowona dan beberapa titik dalam kota Ende. Remi yang dikenal warga sebagai orang gila yang lebih banyak diam dan tidak membuat kegaduhan, biasa tidur di emperan-emperan toko dan kios serta di bawah naungan pepohonan.*** (Flores Pos, Sabtu, 17 Januari 2014)

Baca juga: Diduga, Orang Gila Dibakar

Polisi Siap Usut Kasus Bakar Orang Gila

Orang Gila, Gereja dan Pemerintah

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Pelaku Pembakaran Orang Gila Dibekuk

  1. ok hukuman mati memang melanggar HAM, tpi bagi merka yg bandar Narkoba buknnya melanggar HAM, bkanya merka jga mnghlkan nyawa org dengan mngdarkan narkoba sehngga pemakai narkotika bsa mninggl jga???

    • Avent Saur says:

      Itu berarti hukuman mati adalah sebuah tindakan pembalasan dendam, padahal hukuman mesti mengandung keadilan, dan keadilan mengandung HAM. Dan negara harus menghindari pembalasan dendam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s