Polisi Siap Usut Kasus Bakar Penderita Gangguan Jiwa

???????????????????????????????

Yohanes Lana (tengah), anggota keluarga dari Remigius Puji didampingi (kiri ke kanan) Sutomo Hurin (relawan), Wakil Ketua dan anggota DPRD Ende Erikos Rede dan Maxi Deki serta saksi mata saat melapor di ruang pelaporan Mapolres Ende, Rabu (14/1) sore.

  •  Dilaporkan Keluarga, Rabu (14/1)

Oleh Avent Saur

Ende, Flores Pos – Kepolisian Resor Ende siap mengusut tuntas kasus yang menimpa penderita atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) Remigius Puji (40) yang diduga dibakar oleh orang tak dikenal di perlimaan dalam kota Ende, Kamis (1/1) pukul 06.00 Wita. Polisi meminta keluarga dan pegiat kemanusiaan untuk mengikuti proses hukum yang akan dilewati pihak kepolisian sampai kasus ini terungkap tuntas.

Hal ini disampaikan Brigadir Polisi Kepala Yohanes Balla saat menerima laporan keluarga korban Yohanes Lana di ruang kerjanya, Rabu (14/1) pukul 15.00 Wita. Yohanes Lana mendatangi Mapolres Ende didampingi seorang saksi mata dan Wakil Ketua DPRD Ende Erick Rede serta Anggota DPRD Ende Maximus Deki, sukarelawan dari Komunitas Sastra Rakyat Ende (SARE) Sutomo Hurin dan Pater Avent Saur SVD.

Dalam laporan yang disampaikan secara lisan, Hanes mengatakan, anggota keluarganya yang selama ini menderita gangguan jiwa mengalami nasib nahas luka bakar di sekujur tubuhnya, dan diduga dibakar oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sekalipun kejadian itu sudah terjadi pada 14 hari yang lalu, keluarga merasa memiliki hak dan kewajiban untuk melaporkan kasus ini kepada polisi. Keluarga berharap polisi mengusut dan mengungkapnya serta menghukum pelaku setimpal dengan perbuatannya.

Berdasarkan data yang terungkap dalam laporan itu, korban Remigius Puji yang mengenakan celana panjang berwarna hitam dan baju kaos lengan agak panjang berjalan menunduk dari perlimaan dalam kota Ende menuju Jalan Ahmad Yani, Kamis (1/1) sekitar pukul 06.00 Wita (bukan pukul 02.00 dini hari dalam berita sebelumnya). Tiba-tiba, pelaku datang dari arah belakang korban dengan memegang sebuah botol aqua yang berisi cairan (mudah terbakar), kemudian pelaku menyiramkan cairan itu ke kepala korban.

“Selanjutnya, pelaku sulutkan api dengan pemantik gas dan membakar kepala serta tubuh korban. Setelah kejadian itu, pelaku langsung larikan diri ke arah Bandar Udara Haji Aroeboesman Ende,” demikian bunyi laporan itu.

Brigadir Polisi Kepala Yohanes Balla mengatakan, pelaku dikenakan pasal primer 351 ayat 2 tentang penganiayaan berat atau pasal 187 ke-2c tentang pembakaran dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Pihak penyidik nanti akan menjelaskan pelbagai hal tentang pasal-pasal yang dikenakan kepada pelaku tindak pidana ini. Ikuti perkembangan proses hukum kasus ini bersama para penyidik.”

“Sebenarnya, pihak yang tahu sebuah tindak pidana bisa segera aporkannya kepada pihak kepolisian untuk segera diusut, karena undang-undang melindungi dan mengizinkan pelapor. Jangan takutlaporkannya, pihak kepolisian akan menjelaskannya dari sisi undang-undang,” kata Balla.

Usai melaporkan kasus ini, saksi mata dan keluarga korban langsung pergi ke ruang penyidik untuk dimintai keterangan.

Usut Secepatnya

Wakil Ketua DPRD Ende Erick Rede yang mendampingi keluarga korban saat pelaporan mendesak pihak Kepolisian Resor Ende untuk mengusut kasus ini secepat mungkin. Tindakan pelaku sangat tidak manusiawi, korban sudah menderita sakit jiwa, lalu ditimpakan lagi penderitaan baru dengan membakar sekujur tubuhnya.

“Saya sangat prihatin dan tidak bisa tahan melihat penderitaan Remigius Puji. Sekujur tubuhnya penuh luka yang mengerikan. Kalau pelakunya sudah ditangkap, bawalah dia ke RSUD Ende untuk saksikan sendiri akibat perlakuannya yang sangat sadis dan jauh dari rasa kemanusiaan.”

“Lebih baik terbunuh daripada terbakar dengan meninggalkan luka mengerikan, sekalipun semuanya itu tindakan kriminal,” kata Erick.

Menurut Erick Rede, ada banyak orang dengan gangguan jiwa berkeliaran di kota Ende dan sekitarnya. Selain itu, ada banyak juga penderita berdiam di kampung-kampung dan tidak diurus baik oleh pemerintah dan keluarganya. Sebagai pemimpin DPRD, Erick Rede menyatakan siap mendorong pemerintah dari sisi anggaran untuk menangani penderita gangguan jiwa di wilayah Kabupaten Ende.

Sekujur Tubuh Penuh Luka

Diberitakan media ini sebelumnya, FP (12/1), warga Kampung Seulako, Desa Ngguwa, Kecamatan Ndona Timur, Remigius Puji, orang dengan gangguan jiwa diduga dibakar oleh orang tak dikenal di perlimaan dalam kota Ende, Kamis (1/1). Remigius yang akrab disapa Roki diantar warga keturunan Tionghoa ke RSUD Ende.

Disaksikan Flores Pos, di ruang Sakura, Sabtu (10/1), Remi duduk di tempat tidur dengan kepala menunduk. Sekujur tubuhnya, kepala bagian belakang sampai mendekati pantat dan bagian depan mulai dari dahi (mata, hidung) sampai perut serta bagian tulang rusuk dan ketek dipenuhi luka bakar yang masih bernanah dan mengeluarkan aroma tak sedap. Kedua tangannya juga berluka.

Ia terus menunduk karena di lehernya dipenuhi luka bakar. Luka pada kedua bibirnya masih memerah dan bernanah yang membuat dia susah memasukkan makanan ke mulut, apalagi untuk mengunyah.

Anggota DPRD Ende Maximus Deki yang mengunjungi Remi, Sabtu (10/1) mengatakan, Remi biasa berjalan-jalan di pasar Wolowona, dan juga di beberapa titik dalam kota Ende. Ia biasa tidur di emperan-emperan toko dan kios serta di bawah naungan pepohonan.

Ia dikenal warga sebagai orang gila yang lebih banyak diam, tidak membuat kegaduhan. Kemungkinan besar, pada malam tahun baru, Remi melintasi perkumpulan orang-orang mabuk, dan tanpa sadar, orang-orang mabuk membakarnya.

Kepala Bidang Bantuan Jaminan Sosial dari Dinas Sosial Kabupaten Ende, Romanus Tato, dan beberapa pegawai yang mengunjungi Remi, Sabtu (10/1) siang, mengatakan, pihak Dinsos telah mendengar kejadian yang menimpa Remi beberapa hari lalu. Dinsos menyatakan siap membantu memulihkan kesehatan Remi baik fisik maupun psikis.*** (Flores Pos, Jumat, 16 Januari 2015)

Baca juga: Diduga, ODGJ Dibakar

Pelaku Pembakaran ODGJ Dibekuk

ODGJ, Gereja dan Pemerintah

Revolusi Gaya Interogasi

DSC03928

Brigpol Yohanes Balla, keluarga korban Yohanes Lana (sedang menandatangani berita acara pelaporan) didampingi Pater Avent Saur SVD

 

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , . Bookmark the permalink.

1 Response to Polisi Siap Usut Kasus Bakar Penderita Gangguan Jiwa

  1. Pingback: Pelaku Pembakaran Orang Gila Dibekuk | SENTILAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s