Mengancam Warga, Efen Terpaksa Dipasung

 

  • Penderita Gangguan Jiwa

Oleh Avent Saur

Ende, Flores Pos — Orang dengan gangguan jiwa (gila), Eufromius Emilianus Sea atau Efen (24), warga Kampung Arereke, Kelurahan Rewaranga, Kecamatan Ende Timur, terpaksa dipasung oleh keluarganya lantaran mengancam bunuh orangtua dan membongkar jendela rumah, Kamis (29/1) siang. Keluarga sempat mengantar Eufromius ke Mapolsek Ende untuk diamankan di sel tahanan, tapi pihak kepolisian menolaknya sehingga diantar lagi ke rumahnya.

Disaksikan Flores Pos, di rumah kediaman orangtuanya di Arereke, kilometer 9 arah timur kota Ende, kaki kiri Eufromius dipasung di salah satu kamar berlantai semen. Pasungan yang terbuat dari dua kayu dadap itu mengapiti kaki Eufromius, dan tampak ia tidak memberontak sekalipun terus berbicara sebarangan, tak teratur dan selalu bernada tinggi dan mengancam.

Kapolsek Ende Yohanis Djawo mengatakan, pihak kepolisian tidak bisa memasukkan Eufromius ke sel tahanan karena dia bukan orang yang tersangkut dengan kasus hukum. Sel tahan, lanjut Anis Djawo, hanya diperuntukkan bagi orang yang tersangkut kasus hukum, dan polisi bertanggung jawab selama seseorang berada di dalam sel.

“Orang gila seperti Eufromius tidak bisa dimasukkan ke sel, karena kepolisian tidak bisa bertanggungjawab kalau terjadi sesuatu atas dirinya, misalnya, ia membahayakan dirinya, entah melukai dan membunuh dirinya sendiri. Bersama keluarga, kami sepakat untuk memulangkan dia ke keluarganya, entah apa saja yang bisa dibuat terhadapnya,” kata Anis.

Sakit Sejak Akhir 2014

Menurut Andreas Sea, ayah kandung korban pemasungan, Eufromius menderita sakit seperti ini sejak 26 Desember 2014, ketika masih berkuliah di Universitas Cendana (Undana) Kupang. Ia mengeluh kepala selalu pusing, kemudian ia selalu berbicara banyak tak teratur, dan kadang mengucapkan kata-kata bernada tinggi dan ancaman.

“Anak saya ini, sudah semester 9, belajar ilmu teknik elektro. Selama ini dia sehat saja, tidak pernah mengeluh sakit. Tapi pada 26 Desember 2014, ia baru mengeluh sakit. Akhir Desember, ia sempat pulang ke Ende, dan keadaannya sudah membaik, lalu balik lagi ke Kupang untuk mengikuti ujian semester. Tapi ternyata ujian itu ditunda, lalu ketika pulang ke kos, ia mengalami sakit lagi. Kemudian, ia minta pulang lagi ke Ende hingga sekarang.” katanya.

Selama di rumah, lanjut Andreas, ia diam saja dan sedikit bicara. Tapi beberapa hari terakhir ini, ia berbicara banyak sebarangan dan selalu mengancam bahkan ancam bunuh orang tua, atau ancam pukul warga.

Dipasung

Anggota keluarganya, Mikael dan beberapa warga lain yang memadati halaman rumah orang tua Eufromius mengatakan, pemasungan memang tergolong tindakan kurang manusiawi, tapi terpaksa dilakukan karena Aufromius cukup membayakan orangtua dan warga. Kalau tidak dipasung, boleh jadi, hal-hal yang tidak diinginkan bisa terjadi.

“Pemasungan ini hanya sementara saja, sambil kita memberikan obat. Kita berharap keadaannya akan membaik. Diharapkan juga, pemerintah dalam hal ini dinas sosial menaruh perhatian terhadap Eufromius, mungkin bisa memfasilitasi untuk perawatan di tempat rehabilitasi jiwa kalau memang keadaannya tidak membaik,” ujar Mikael.

Dinas Sosial

Kepala Dinas Sosial Stefanus Soga, yang ditemui Flores Pos, di Kantor Dinsos, Rabu (4/2) mengatakan, pemerintah akan membantu pengobatan Eufromius, tapi keluarga mesti mengurusi pelbagai administrasi seperti surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari lurah, kartu tanda penduduk atau surat keterangan domisili dan surat keterangan sakit dari puskesmas setempat. Dengan administrasi itu, pihaknya akan mengurusi kartus jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) untuk Eufromius.

“Dengan Jamkesda, Aufromius akan mendapat pengobatan dari puskesmas setempat atau RSUD Ende. Perawatan di tempat rehabilitasi akan kita bicarakan di lain kesempatan,” ujar Stefanus.*** (Flores Pos, Sabtu, 7 Februari 2015)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s