Siswa Bersekolah di Gubuk Bambu Reot

gubuk2

Sebagian siswa-siswi SDI Haba baru keluar dari ruang kelas, yang adalah gubuk bambu reot. Sekolah ini terletak di Kampung Kolong, Desa Lewat, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat.

  • SDI Haba, Manggarai Barat

Oleh Sirilus Ladur

Labuan Bajo, Flores Pos — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Barat melakukan kunjungan kerja di 10 kecamatan yakni Kecamatan Komodo, Mbeliling, Sano Nggoang, Welak, Lembor, Lembor Selatan, Macang Pacar, Kuwus, Ndoso dan Kecamatan Boleng, pada beberapa waktu lalu.

DPRD yang memiliki fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. Kunjungan kerja dilakukan untuk, secara langsung, mengetahui kondisi masyarakat dalam pelbagai bidang, seperti pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, pertanian dan peternakan. Selain itu, kunjungan kerja juga berguna untuk mengetahui keberhasilan pembangunan dan peningkatan pelayanan terhadap masyarakat.

“Dari hasil kunjungan dewan beberapa waktu lalu, ada banyak laporan perihal kondisi masyarakat yang sangat memprihatinkan,” kata Anggota DPRD dari Partai PKS Markus Manggut, Sabtu (7/2).

Menurut Markus, khusus bidang pendidikan, ada sekolah yang menjalankan aktivitas belajar-mengajarnya di gubuk bambu reot sebagaimana dialami para siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) Haba yang berlokasi di Kampung Kolong, Desa Lewat, Kecamatan Macang Pacar.

“Saya mengunjungi wilayah Dapil II yang meliputi Kecamatan Macang Pacar, Kuwus dan Kecamatan Ndoso,” ujarnya.

Markus mengatakan, di SDI Haba terdapat dua ruang kelas yang sudah dibangun dengan bahan dasar yang layak, tapi ruang kelas yang lain sangat memprihatinkan, terbuat dari pelepah bambu, beratap ijuk dan kondisinya sangat reot.

“Kami akan memanggil pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat untuk memintai tanggapan terhadap kondisi tersebut,” ujarnya.

Selain SDI Haba, kondisi serupa juga terdapat di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Raba, Desa Raba, Kecamatan Macang Pacar. Hal ini disampaikan Staf Ahli Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marianus Susanto Edison, dan juga anggota DPRD lainnya.*** (Flores Pos, Senin, 9 Februari 2015)

Baca terkait: Menimba Ilmu di Gubuk Bambu Reot

gubuk1

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s