Komunitas Sare Gelar Malam Puisi ke-17

Sampul Kenangan

Kru Komunitas Sastra Rakyat Ende (Sare) dan TBBU serta undangan berpose bersama usai menggelar malam puisi bertajuk “Sampul Kenangan”, di Myau-Myau Café, Sabtu (21/2).

  • Bekerja Sama dengan Taman Baca Bintang United dan Myau-Myau Café

Oleh Avent Saur

Ende, Flores Pos — Komunitas Sastra Rakyat Ende (Sare) menggelar Malam Puisi ke-17 di Myau-Myau Café, Jalan El Tari Ende, Sabtu (21/2). Pagelaran malam puisi dalam rangka mengisi Valentine Day yang bertajuk “Sampul Kenangan” ini merupakan hasil kerja sama antara Komunitas SARE, Taman Baca Bintang United (TBBU) dan Myau-Myau Café.

Disaksikan Flores Pos, pagelaran malam puisi yang dipandu Bruder Endo SVD diisi dengan serangkaian acara, antara lain, pembacaan dan musikalisasi puisi, teatrikal balada Gadis Pantai, nyanyian bernada cinta dan persaudaraan yang dipersembahkan kru Komunitas SARE dan siswi SMA Santo Petrus, siswa-siswi SMAK Syuradikara, SMK Syuradikara, dan guru-guru SM3T. Seluruh rangkaian acara dimulai pukul 08.00-10.00 Wita.

Hadir dalam pagelaran malam puisi ini, pembina Komunitas Sare Pater John Dami Mukese SVD yang membawakan puisi “Inilah Sampulnya” dan pendamping Komunitas Sare Pater Avent Saur SVD yang membawakan teatrikal balada “Gadis Pantai” bersama dua kru Sare. Hadir juga kru TBBU dan siswa-siswi SMAK Santo Petrus, siswa-siswi SMAK Syuradikara dan SMK Syuradikara, guru-guru SM3T Ende dan beberapa undangan lain yang memadati salah satu ruangan di Myau-Myau Café.

Wadah Ekspresi Kaum Muda

Ketua Komunitas Sare Obet Nanga No’o mengatakan, malam puisi kali ini berlangsung kusuk, penuh persaudaraan dan menyenangkan karena dikemas dengan menarik. Sekalipun cuaca kota Ende kurang mendukung seperti hujan yang disertai angin kencang, teman-teman tetap merapat ke Myau-Myau Café karena kecintaan mereka terhadap sastra dan demi mengekspresikan potensi-potensi yang mereka miliki.

“Awalnya, kita menyiapkan meja dan kursi di pelataran Myau-Myau Café, tetapi karena hujan dan angin kencang, maka acara ini berlangsung di dalam ruangan, di mana teman-teman rela duduk lesehan di lantai beralasan karpet. Mereka tampak antusias dan menyajikan acara-acara yang menarik dan menyenangkan,” kata Obet.

Menurut mahasiswa PBSI Universitas Flores ini, Komunitas Sare menggelar malam puisi satu kali dalam sebulan untuk mewadahi kawula muda dan siswa-siswi untuk mengekspresikan minat sastra baik berpuisi, berteater maupun bernyanyi.

“Sare terbuka terhadap pelbagai wadah lain, seperti TBBU dan Myau-Myau Café yang memiliki perhatian yang sama terhadap pengekspresian diri kaum muda. Dalam rencana, untuk bulan depan (Maret), kita akan menggelar malam puisi khusus dipersembahkan kepada orang dengan gangguan jiwa (gila) Remigius Puji yang dibakar pada 1 Januari 2015 di perlimaan kota Ende. Kini saudara kita itu sedang dirawat di RSUD Ende,” ujarnya.

Taman Baca

Sementara Kepala TBBU Tely Rohi mengatakan, pendirian TBBU diprakarsai anak-anak muda Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bintang United yang bergerak di bidang pendidikan. Pendirian TBBU direncanakan sekitar pertengahan tahun 2014, baru direalisasikan dan bisa dipakai sejak 25 Januari 2015.

“TBBU terbuka untuk masyarakat umum, terutama siswa-siswi dan mahasiswa yang ingin membaca atau mengerjakan tugas sekolah dan kuliah. Untuk sementara, TBBU memiliki 555 buku, 261 majalah, selain tabloid dan koran seperti Kompas, Pos Kupang dan Flores Pos,” kata Tely Rohi yang juga koordinator Malam Puisi Ende.

“TBBU dibuka setiap hari kecuali Jumat, mulai pukul 13.00-20.00 Wita. TBBU juga mengharapkan masyarakat yang peduli terhadap bidang pendidikan untuk menyumbangkan buku-buku dan majalah, supaya semakin banyak orang mencintai buku. Pemakaian TBBU tidak dipungut biaya, gratis,” lanjutnya.

???????????????????????????????

Pater John Dami Mukese, SVD

Seluruh rangkaian acara malam puisi mengisi Valentine Day ini ditutup dengan pembacaan puisi bertajuk “Inilah Sampulnya” oleh Pater John Dami Mukese SVD. “Untuk lestarikan kenangan kita/ kubuatkan sebuah sampul/ Kertasnya adalah lembar-lembar kisah kita/ Pengikatnya adalah sulur-sulur rindu kita/ Dan warnanya ialah kita juga: citramu dan citraku,” demikian bunyi beberapa baris terakhir puisi dari penyair senior ini.*** (Flores Pos, Selasa, 24 Februari 2015)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s