Inspirasi Anti Loba

Jose Mujica

Presiden Uruguay Jose Mujica dan istrinya, Luca Topolansky di rumah milik pribadi, di luar Kota Montevideo

  •  Kolom Kutak-Kutik Flores Pos

Oleh Avent Saur

Jose Mujica disapa Pepe, Presiden Uruguay sejak 1 Maret 2010. Masa kepresidenannya berakhir, 1 Maret 2015.

Apa yang unik pada pribadi Pepe? Ada ragam keunikan jika dilitanikan, tapi sekurang-kurangnya, tiga hal bisa diutarakan.

***

Ketika melepaskan jabatannya, Pepe tidak memberikan banyak nasihat kepada penerusnya, Tabare Vazquez yang berusia 5 tahun lebih muda. Tabare – 75 tahun, dan Pepe – 80 tahun (20 Mei nanti). Kepada Tabare dan rakyatnya yang berjumlah 3,4 juta jiwa, Pepe cuma mengujar, “Tabare lebih baik daripada saya, dan dia akan sukses lebih besar lagi.”

Ujarannya singkat nan padat, bukan karena Tabare seasal partai koalisi dengan Pepe (partai Frente Amplio/sayap depan, Tabare partai Fron Luas/sayap kiri); bukan juga karena Tabare pernah menduduki takhta kepresidenan pada tahun 2005-2010 sebagai presiden pertama dari partai sayap kiri.

Terutama, karena Pepe yakin para penerus bisa merangkai Uruguay secara cerdas dan bijak dengan mengacu pada sembonyan nasional: Libertad o Muerte (Kebebasan atau Maut)”. Sekalipun dibayang-bayangi “maut”, Tabare sebagai seorang kepala negara dipercayai mampu memilih “kebebasan” dan dijalankan dalam kerangka etis dan kepedulian sosial.

Ujaran tadi juga singkat nan padat, lantaran, dari kesaksian hidupnya, “ia berusaha keras untuk lebih memimpin rakyatnya dengan teladan, bukan dengan bicara”. Ia menghemat kata dan menguras energi demi rakyat. Itu keunikan pertama.

***

Pepe bukan orang biasa yang selalu mulus dalam berjuang, sebaliknya, ia luar biasa berani. Salah satunya, berani berkata jujur.

Belasan tahun sebelum Uruguay menganut sistem demokrasi tahun 1985, Pepe dikurung dalam penjara selama 14 tahun. Entah dengan alasan apa, saat demokrasi lahir, ia mendapat amnesti (pengampunan dan penghapusan hukuman) dari kepala negara.

Pepe bukan cuma pernah dipenjara, melainkan juga ditembaki 6 kali. Sekalipun demikian, ia tidak penah mengalami “hidup enggan, mati tak mau”. Pemenjaraan dan penembakan berawal dari nyali pemberontakannya kepada negara yang dikuasai oleh para diktator militer. Ia bergabung ke dalam geryliawan Marxis yang diinspirasi oleh revolusi sosial di negara tetangganya Kuba.

Di penjara, sekalipun mengalami kondisi yang buruk dan ditahan dalam sel isolasi, ia justru mendapat kesadaran baru: pemberontakannya bukan terutama untuk “menembaki” diktator, melainkan untuk menyelamatkan negara (rakyat) dari maut. Kata-katanya yang lahir dari kepribadian yang jujur terus memacunya untuk mendaki lereng demi lereng pada bukit demi bukit untuk menggapai puncak demi puncak dalam kariernya.

Melalui organisasi sosial Movement of Popular Participation (MPP), Pepe terpilih sebagai deputi tahun 1994, dan anggota Senat Uruguay, 10 tahun kemudian (2004). Setahun kemudian, Pepe semakin naik, jadi Menteri Pertanian, dan 4 tahun kemudian lagi menjadi orang nomor satu: presiden. Lebih lagi, pada tingkat internasional, orang dari pelbagai penjuru mengakuinya sebagai presiden termiskin di dunia, sekalipun ia merasa diri bukan budak dari kemiskinan. Semangat perjuangannya maju terus, tak pernah mundur, kecuali oleh batas waktu kekuasaan dan sistem. Itu keunikan kedua.

***

Presiden termiskin sedunia. Ini cuma kata dunia, bukan kata Pepe sendiri. Yang pertama sekali adalah ia disebut miskin lantaran tidak mau tinggal di istana kepresidenan, tapi di lahan pertanian dan peternakan berjalan debu, milik istrinya, Luca Topolansky. Istana di Ibu Kota Negara Montevideo, kebun di pinggiran kota. Di istana terdapat rumah dan mobil mewah milik negara, di kebun terdapat rumah dengan kamar-kamar sempit dan mobil pribadi bermerk VW Beetle (mobil kodok) produksi 1987.

Di kebun itu terdapat sumur. Pakaiannya dicuci sendiri, dan dijemur di bawah terik matahari. Makanannya apa adanya, tanpa pemeriksaan dokter ahli gizi. Cuma dua polisi yang mengamankan keluarga dan rumahnya, ditambah lagi seekor anjing berkaki tiga yang selalu menemaninya di dalam mobil ketika ia ke kantor atau keluar kota.

Di pusat-pusat perbelanjaan dijual jas dan pakai mewah, tapi ia lebih memilih kaos dan kameja yang juga biasa dipakai oleh buruh perusahaan. Di sana juga dijual sepatu mewah dengan pelbagai merk, tapi ia lebih leluasa mengenakan sandal, bahkan sandal itu dipakai dalam pelbagai pertemuan tingkat internasional.

Besaran gaji pemilik nama lengkap José Alberto Mujica Cordano (dibaca: xose al’βerto mu’xika kor’ðano), sekitar Rp127,4 juta. Sejumlah 90 persen yakni Rp120 juta dialokasikan untuk amal, dan yang diterimanya hanya Rp7,4 juta sekadar untuk memenuhi kebutuhan keluarga; juga tidak memiliki rekening bank.

“Saya disebut sebagai presiden termiskin di dunia, tapi saya tak merasa miskin,” katanya tegas. Lanjutnya, “menurut saya, yang pantas disebut miskin adalah orang-orang yang bekerja keras hanya untuk mempertahankan gaya hidup mewah. Selalu menginginkan lebih dan lebih. Saya bisa hidup dengan baik dengan apa yang saya miliki.” Itu keunikan ketiga.

Pepe itu hemat kata, kuras energi, dan hemat harta. Ia menghindari keistimewaan kekuasaan dan status. Kita? Mungkin kadang memboros kata (umbar janji), hemat tenaga (kurang berjuang), kuras harta (konsumerisme). Loba (rakus, serakah), mungkin itu kata yang tepat. Sosok Pepe dengan pelbagai kesaksian hidupnya adalah sebuah inspirasi nyata untuk bersikap anti (melawan) loba.*** (Flores Pos, Jumat, 6 Maret 2015)

Jose-Frances

Presiden Uruguay Jose Mujica dan Paus Fransiskus

 

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in FEATURE and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s