Suster CSV Bermisi di Empat Keuskupan

DSC04054

Biara Wajah Kudus Ndona, Ende

Oleh Avent Saur

Ende, Flores Pos — Suster-suster Kongregasi Wajah Kudus atau Congregazione Santo Volto (CSV) Indonesia bekerja di empat keuskupan yang ada di wilayah Nusa Tenggara (Nusra) antara lain Keuskupan Maumere, Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Agung Kupang dan Keuskupan Weetebula. Pada setiap keuskupan terdapat masing-masing satu komunitas, kecuali di Keuskupan Agung Ende, dan berkarya dalam pelbagai bidang misioner. Pada setiap komunitas terdapat tiga sampai belasan suster.

Staf pimpinan rumah CSV Ndona, Suster Yosefina CSV menyampaikan ini kepada Flores Pos, ketika ditemui sehari sebelum pengikraran kaul kekal tiga suster, di Biara CSV Ndona, Ende, Kamis (23/4) siang. Misa pengikraran kaul kekal dimaksud dipimpin Uskup Agung Ende, Mgr Vincentius Sensi Potokota pada Jumat (24/4) bertepatan dengan Pesta Wajah Kudus.

Suster Yosefina CSV

Suster Yosefina CSV

Suster Yosefina mengatakan, komunitas tertua terdapat di Keuskupan Maumere, tepatnya di Koting dibangun tahun 1991 oleh dua suster perintis yakni Suster Aloisia Dal Bo dan Suster Lucia, dan keduanya mendiami komunitas itu pada tahun 1992 saat Maumere belum mekar dari Keuskupan Agung Ende, tahun 2006. Di Koting, para suster berkarya dalam bidang pendidikan (Pendidikan Anak Usia Dini/PAUD) dan pastoral parokial serta sebagai rumah formasi untuk aspiran.

“Di Keuskupan Agung Ende, terdapat di Ndona sejak tahun 1998, dan di Wekaseko (Kevikepan Ngada) sejak tahun 2010. Sebelumnya komunitas sementara di Kota Ende tahun 1995. Di Ndona, selain sebagai rumah formasi (postulat dan novisiat, juga probasi), para suster berkarya di bidang pastoral parokial dan pendidikan, sedangkan di Wekaseko, para suster berkarya di bidang pastoral parokial dan kaum muda (asrama)” katanya.

Sementara itu, lanjut Suster Yosefina, di Keuskupan Agung Kupang, komunitas CSV dibangun tahun 2005 tepatnya di Kuanino, Paroki Naikoten. Di sana, terdapat para suster student yang menjalankan studi di pelbagai perguruan tinggi, juga berpastoral bidang pendidikan dan parokial.

“Komunitas yang termuda terdapat di Keuskupan Sumba, dibangun tahun 2011, di Weekombaka, Ibukota Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Di sana, para suster berkarya bidang pendidikan dan pastoral paroki. Jadi, di Indonesia, CSV memiliki 5 komunitas,” lanjutnya.

60 Suster Indonesia

Sejak kehadirannya di Indonesia, menurut Suster Aloisia Dal Bo, Kongregasi Wajah Kudus telah menghasilkan 33 suster berkaul kekal dan 27 suster berkaul sementara. Dari jumlah tersebut, beberapa suster sedang berkarya dan menjalankan studi di Italia dan Bolivia, sementara yang lainnya berkarya dan studi di Indonesia. Sedangkan para calon berjumlah 11 orang dengan rician 2 novis, 6 postulan dan 3 aspiran.

Suster Aloisia Dal Bo CSV

Suster Aloisia Dal Bo CSV

Suster Aloisia Dal Bo mengatakan, dirinya adalah misionaris perintis misi CSV di Indonesia bersama Suster Lucia pada tahun 1991. Hingga sekarang, dia berada di Indonesia kurang lebih 24 tahun, sedangkan Suster Lucia kembali ke Italia pada tahun 1996. Sedangkan CSV internasional sudah berusia 79 tahun (lahir 8 Desember 1936), pendiri Beata Maria Pia Mastena.

“Pada tahun-tahun berikutnya, beberapa misionaris diutus untuk memperlancar misi Wajah Kudus di Indonesia, antara lain Suster Plinia, Suster Yuliana dan Suster Daniela. Mereka berkarya di Indonesia selama kurang lebih belasan tahun. Yang terakhir, Suster Daniela kembali ke Italia tahun 2012, dan selama di Ende, dia juga mengajar di Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa (Stipar) Ende, mata kuliah kristologi,” lanjut Suster Aloisia.

Promosi Panggilan

Menurut Suster Yosefina, untuk mendapatkan calon, para suster melakukan pelbagai kegiatan promosi di paroki dan tempat-tempat karya. Namun promosi yang paling utama adalah melalui kesaksian hidup para suster baik di kampus-kampus tempat studi, maupun pelbagai tempat misi.

“Kami lebih mengandalkan promosi melalui kesaksian hidup para suster karena kesaksian hidup lebih menggugah daripada perkataan. Ya, kami bersyukur ada beberapa gadis yang berminat untuk mencari dan mencintai serta melayani wajah kudus Yesus yang terhina yang tampak dalam diri orang-orang yang kami layani,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Ekonom General CSV Roma (bukan anggota pimpinan pusat, dalam berita sebelumnya) Suster Daniela Martinello CSV yang datang ke Indonesia menemani Madre Agung Annalisa Galli mengatakan, dari tahun ke tahun jumlah suster yang berkaul kekal sangat sedikit. Para calon juga berjumlah sedikit. Tetapi Kongregasi Wajah Kudus tidak mencemaskan keadaan itu karena yang utama bukan jumlah melainkan kualitas.

“Yang utama adalah kualitasnya. Kalau jumlah calon banyak, menurut kami, formator atau pembina tidak akan mengenal formandi (calon) secara baik dan mendalam. Kalau jumlah formandi banyak, maka perhatian formator terhadap formandi juga terlalu terbagi-bagi, kurang terlalu fokus, pembinaan pun kurang efektif,” kata Suster Daniela.*** (Flores Pos, Sabtu, 25 April 2015)

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s