Bukan Janji Kosong

  • Mimbar Minggu

Oleh Avent Saur, SVD

Roh-Butuh

Mereka membutuhkan buah-buah Roh yang nyata dari orang-orang yang menyaksikan penderitaannya dari dekat.

Perjalanan iman kita selama masa paskah, dari segi liturgi, berpuncak pada Hari Raya Pentakosta; hari turunnya Roh Kudus ke Atas Para Rasul. Roh Kudus turun dalam bentuk lidah-lidah api disertai tiupan angin keras. Dengan turunnya Roh Kudus, yang adalah Roh Bapa dan Putra, maka janji Yesus akan kedatangan Roh terpenuhi. Dengan itu, kita pun tahu dan yakin bahwa janji Yesus kepada para murid-Nya bukan sebuah janji kosong, bukan sekadar janji-janjian, melainkan sebuah janji yang mengandung muatan yang terjadi seturut apa yang telah Ia sendiri katakan.

Dalam menanti pemenuhan janji ini, para murid tidak menanti dengan pasif melainkan aktif, dengan iman yang selalu sedia, di mana mereka selalu berkumpul di sebuah rumah dalam terang doa dan penuh pengharapan. Roh Kudus turun di tengah perkumpulan kecil itu. Dan karena Roh Kudus turun di tengah penantian penuh harapan dan penuh kesiapan, maka kita pun yakin bahwa hanya orang-orang yang setia berharap kepada Kristus-lah yang akan selalu mengalami inspirasi Roh Kudus dalam hidupnya.

Mengapa kehadiran Roh Kudus mesti dengan lidah-lidah api dan tiupan angin keras? Dalam sejarah keselamatan umat manusia, terutama yang dimulai oleh Yesus sendiri dalam perjanjian baru, kehadiran Roh Kudus tampil dengan sesuatu yang bisa dilihat oleh manusia. Pertama-tama, Roh Kudus masuk ke dalam rahim Bunda Maria dan menjelma menjadi materi: manusia Yesus, Tuhan kita. Ketika Yesus dibaptis di sungai Yordan, Roh Kudus tampil dalam rupa seekor burung merpati, dan ketika Yesus menampakkan diri kepada para murid-Nya, Roh Kudus memasuki diri para murid dengan embusan napas Yesus.

Ini menunjukkan bahwa ketika Tuhan meminta kita untuk percaya kepada Allah Roh Kudus yang adalah Roh Bapa dan Putra, maka kepercayaan kita bukanlah sebuah kepercayaan hampa, bukan sebuah kepercayaan yang hanya sebatas kata-kata yang lewat begitu saja, hilang dan tak ada jejaknya lagi. Dengan materi-materi yang dapat dilihat oleh mata, Allah menunjukkan bahwa janji kehadiran Roh Kudus dalam tugas kegembalaan para murid, dan tugas kesaksian umat Kristen sekarang, bukanlah sebuah janji hampa. Kita yakin Roh Kudus hadir dalam setiap derap langkah hidup kita.

Yesus pernah mengatakan, “Janganlah kamu memikirkan apa yang harus kamu katakan karena Roh Kuduslah yang akan berkata-kata dalam dirimu. Dan kamu, pergilah, jadikanlah semua bangsa, murid-murid-Ku.” Atau “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku” (Yoh 15:26-27).

Hampir pasti, di zaman kita sekarang, Roh Kudus tidak mungkin akan diperlihatkan oleh Bapa dan Yesus dalam bentuk materi yang bisa dilihat oleh mata; tidak dalam bentuk burung merpati, tidak dalam bentuk lidah-lidah api, tidak dalam bentuk tiupan angin yang keras, atau juga bahkan tidak dalam bentuk embusan angin sepoi-sepoi basah. Roh Kudus, di zaman setelah Pentakosta di Yerusalem itu, diyakini hanya mungkin tampil dalam bentuk-bentuk atau hasil-hasil yang nyata; yang tampil dalam kata-kata yang baik, mendamaikan dan menyejukkan diri sendiri dan sesama; Roh Kudus diyakini akan tampil dalam pikiran-pikiran yang baik dan mencerahkan; Roh Kudus juga diyakini akan tampil dalam perbuatan-perbuatan baik yang kita lakukan, perbuatan-perbuatan benar dan jujur yang kita persaksikan, baik melalui tugas-tugas yang dipercayakan kepada kita, maupun melalui pergaulan yang baik dengan orang-orang yang kita jumpai.

Melalui sakramen-sakramen Gereja yang telah kita terima, sebenarnya kita dengan sendirinya telah menerima Roh Kudus, dan sekaligus kita juga ditugaskan untuk bersaksi tentang Kristus; menunjukkan identitas kita sebagai pengikut Kristus, sebagai orang Kristen. Di hari raya Pentakosta ini, kita membarui penerimaan Roh Kudus itu dan sekaligus, kita membarui komitmen kita untuk bersaksi tentang Kristus.

Kita pun berharap, sebagaimana para murid Yesus dianugerahi Roh Kudus yang membuat mereka berani untuk bersaksi tentang Kristus, kiranya dalam perayaan Pentakosta ini, kita juga dianugerahi dengan Roh Kudus yang sama “yang memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran” (Yoh 16:13).

Salah satu item kebenaran itu adalah kita tidak menyatakan janji kosong kepada siapa pun termasuk kepada Tuhan; kita tidak memperdengarkan sumpah palsu kepada atasan atau kepada rakyat atau kepada umat yang kita layani, termasuk kepada Tuhan. Sebagaimana janji Yesus akan kedatangan Roh Kudus itu bukan sekadar janji, marilah kita memberi isi pada janji-janji.

Lebih lengkapnya, karya Roh Kudus menyata dalam pelbagai perbuatan baik sebagaimana diutarakan oleh Paulus kepada umat kristen di Galatia.

“Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging….. Buah Roh adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (Gal 5:16.22).

Sedangkan perbuatan daging menyata dalam “percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri,  percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya,” (Gal 5:19-21).

“Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki” (Gal 5:25-26).*** (Flores Pos, Sabtu, 23 Mei 2015)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA, RENUNGAN and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s