Warga Lembata Gelar Seribu Lilin

Oleh Maxi Gantung

Bunuh

Ilustrasi korban pembunuhan

Lewoleba, Flores Pos–Pada Sabtu, 8 Juni 2013 mal­am lalu, Kota Lewoleba diseli­mu­ti awan hitam yang me­nan­dai akan turunnya hujan. Pada malam itu juga, para algojo menghabisi nyawa man­tan Kepala Dinas Perhu­bungan Kabupaten Lemba­ta, Aloysius Laurensius Wa­du atau lebih dikenal dengan Lorens Wadu. Sejumlah pe­laku kini sudah dijatuhi hu­kuman seumur hidup dan 18 tahun. Namun kasus Lorens Wadu yang penuh rekayasa dan intrik-intrik elite Lem­bata tetap membuat kasus ini penuh misteri. Forum Pe­nyelamat Lewotana Lemba­ta (FP2L) bersama masya­rakat Lembata mengenang dua tahun kematian Lorens Wadu dengan kegiatan seri­bu lilin di Kota Lewoleba.

Pater Vande Raring SVD, ke­pada Flores Pos, Jumat (5/6) mengatakan, kematian itu wajar dan semua ciptaan akan mati. Namun Lorens Wa­du mati dengan jalan yang tidak wajar. Lorens Wa­du mati kare­na ada konspi­rasi dan perse­kongkolan yang begitu rapi untuk menghabisi nya­wanya.

“Banyak orang menun­jukan kepedulian dalam me­nyikapi kasus kematian atau pembunuhan berencana ter­hadap Lorens Wadu. Kita yang masih punya hati nurani terus dan terus, tidak mengenal lelah untuk menca­ri tahu soal kematian Lorens Wadu yang penuh dengan kejanggalan dan rekayasa,” katanya.

Pater Vande Raring me­ngatakan, pada momen dua tahun kematian Lorens Wa­du, para pencari kebenaran dan keadilan tidak pernah me­nyerah meski begitu ba­nyak kendala dan tantangan yang dihadapi. Api semangat kebenaran dan keadilan itu masih hidup. Untuk menge­nang dua tahun kematian Lo­rens Wadu, FP2L dan masya­rakat Lembata pada Senin, 8 Juni 2015 membuat kegiatan 1.000 lilin untuk almarhum Lorens Wadu. Masyarakat akan keluar dari rumah Ba­pa BL Uran, kemudian me­ngelilingi Kota Lewoleba sambil menyalakan lilin, kemudian ke Kantor Bupati Lembata dan terakhir ke ku­bur almarhum Lorens Wadu.

Siap Berikan Keterangan

Bernadus Sesa Manuk, staf FP2L mengatakan, untuk mengenang dua tahun kematian Lorens Wadu, FP­2L bersama organisasi lain dan masyarakat Lembata mengadakan kegiatan 1.000 lilin. Kasus kema­tian Lorens Wadu me­nyi­sa­kan banyak kejanggalan dan teka-teki yang belum ter­ung­kap dengan baik oleh poli­si. Pe­nanganan kasus Lorens Wadu penuh dengan rekayasa.

“Kalau polisi serius dan punya hati nurani, kasus ke­matian Lorens Wadu mu­dah terungkap dan tidak ber­te­le-tele seperti ini. Untuk ter­sangka Tolis Ruing, saya siap  memberi­kan satu bukti pe­tunjuk kepa­da Penyidik Polda NTT atau Polres Lem­bata. Pasal 184 KU­HAP menga­takan, alat bukti yang sah adalah keterangan saksi ahli, su­rat, pe­tunjuk dan keterangan terdakwa. Soal petunjuk, sa­ya siap memberi­kan kete­rangan kepada penyidik,” katanya.

Duka Rakyat Lembata

Aliansi Keadilan dan Ke­benaran dan anti Kekerasan (Aldiras) yang merupakan pelopor awal advokasi kasus pembunuhan Lorens Wadu ti­dak tinggal diam dalam me­ngenang dua tahun kema­tian Lorens Wadu. Ketua Al­diras, Kor Sakeng mengata­kan, ka­sus kematian Lorens Wadu me­rupakan beban bagi ma­sya­rakat Lembata. Kasus Lorens Wadu bukan hanya du­ka keluarga Lorens Wa­du tetapi juga duka selu­ruh masyara­kat Lembata.

“Kasus pembu­nuh­an di Lem­bata masih me­nyim­pan ba­nyak misteri. Kasus Yoa­kim Langoday ma­sih menyim­pan beban kare­na sampai sekarang polisi belum bisa mengungkap dan menangkap Mr. X,” katanya.

Kor Sakeng mengatakan, kasus ke­matian Yoakim Langoday dan Lorens Wadu dari sisi budaya Lembata masih me­nyim­pan beban dan ini me­me­ngaruhi dinamika pem­bangunan di Lembata.

“Orang membangun Lembata bukan berbasis bu­da­ya melainkan keserakah­an. Kita  mendesak Penyidik Polda NTT dan Polres Lemba­ta mengungkap kasus kemati­an Lorens Wadu yang sudah dua tahun ini belum jelas dan masih menjadi misteri ini se­cara jelas dan tuntas. Siapa ­pun yang terlibat harus dipro­ses. Kami meminta baik oknum yang terlibat lang­sung maupun tidak langsung dalam pembu­nuhan Lorens Wadu secara jujur mengung­kap kasus ini. Ce­pat atau lambat yang nama­nya kejahatan te­tap terbong­kar,” ujarnya.

Bupati Harus Tampil

Petrus Boliona Keraf

Petrus Boliona Keraf

Mantan Penjabat Bupati Lembata, Petrus Boliona Keraf mengatakan, menge­nang dua tahun kematian Lorens Wadu, Bupati Lem­bata Yance Sunur harus hadir dan berdialog dengan FP2L. Ka­lau FP2L meminta dialog de­ngan Bupati Lembata, maka bupa­ti harus  hadir dan mendu­kung upaya mengungkap ka­sus ke­ma­tian Lorens Wadu sampai tuntas.

“Kalau FP2L meminta dialog dengan bupati, apakah bupati mau hadir? Kalau saya bupati, saya ha­dir dan berdia­log dan mem­beri dukungan untuk meng­ungkap kasus ini sampai tuntas,” ujarnya.

Piter Keraf mengatakan, kalau dirinya bupati, maka dia ber­diri di depan atau di sam­ping polisi untuk bersama-sama membongkar kasus kematian Lorens Wadu. Bu­pa­ti berdiri di depan atau samping polisi tidak berarti bupati mengam­bil peran dan tugas serta wewenang polisi. Sebagai ke­pala daerah, bupati harus mendu­kung polisi dan masyarakat yang mau mengungkap kasus ini sam­pai tuntas.*** (Flores Pos, Senin, 8 Juni 2015)

Baca juga:

Di Manakah Lorens Wadu Dibunuh?

Kasus Lorens Wadu Masih Menyimpan Misteri

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s