JPIC SVD Hadirkan Para Bacabup/Bacawabup Manggarai

  • Bicarakan Masalah Lingkungan Hidup

Oleh Christo Lawudin

Pater Simon Suban Tukan SVD

Ketua Komisi JPIC SVD Ruteng, Pater Simon Suban Tukan SVD

Ruteng, Flores Pos–Memaknai Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Komisi Justice, Peace and Integrity of Creation (JPIC) SVD Ruteng mengadakan diskusi bertajuk “Tujuh Miliar Manusia dengan Berbagai Keinginannya Menghuni Satu Bumi”, di Aula Sekolah Tinggi Pastoral (Stipas) Santo Sirilus, Ruteng, Jumat (5/6). JPIC menghadirkan panelis para bakal calon bupati/wakil bupati (Bacabup/bacawabup) yang akan maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Manggarai tahun 2015. Para kandidat diminta berbicara tentang konsep pembangunan yang berkelanjutam dan berwawasan lingkungan.

Dari jumlah belasan bacabup/bacawabup, hadir Sil Baeng dari pasangan Viktor Slamet-Sil Baeng, Hery Nabit dari pasangan Hery-Adolf Gabur, Hila Jonta dari pasangan Sebastian Salang-Hila Jonta, dan Paskalis Didi Soe dari pasangan Paskalis Didi Soe-Florianus Kampul. Tidak semua Bacabup/bacawabup hadir.

Disaksikan wartawan, dalam diskusi itu tampil sebagai keynote speaker adalah petinggi dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup Reza Damanik. Hadir cukup banyak peserta dari pelbagai kalangan antara lain mahasiswa, dosen, organisasi ekstra kampus, utusan Pemkab Manggarai, biarawan, biarawati, dan lain-lain.

Pater Simon Suban Tukan SVD, ketika membuka panel diskusi yang mewakili Provinsial SVD Ruteng Pater Yos Masan Toron SVD mengatakan, pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan harus menjadi komitmen bersama pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Manggarai. Lingkungan Manggarai harus terus dijaga demi kelangsungan dan keberlanjutan hidup manusia hingga anak cucu.

“Karena itu, SVD menyatakan salut kepada JPIC yang menggagas pagelaran diskusi yang peduli lingkungan. Para pemimpin perlu memiliki komitmen untuk membangun masyarakat yang lebih baik, tanpa mengabaikan pembangunan lingkungan hidup,” katanya.

Ketua Panitia Bruder Yulius Sudir SVD mengatakan, pada momen Hari Lingkungan Hidup sekarang ini, semua diajak untuk merefleksikan apa yang terjadi di dunia ini. Aktus manusia telah merusakkan lingkungan yang menjadi tempat hidupnya sehari-hari. Jika tidak mulai dicegah dari sekarang, maka kapan lagi dunia ini diselamatkan. Karena itu, diskusi dan aksi nyata dirasakan penting dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan secara bersama-sama.

“Itulah manfaat kegiatan ini. Kita ingin menggali dan mendapatkan gagasan tentang membangun kehidupan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Kita ingin mendapatkan komitmen dari para calon pemimpin daerah dalam membangun Manggarai kini dan ke depan dengan tetap menjaga dan lingkungan,” katanya.

Dalam konteks Manggarai, kata Bruder Yulius, kerusakan lingkungan juga parah. Kerusakan itu tidak saja akibat alam itu sendiri, tetapi juga kontribusi terbesar adalah ulah manusia. Manusia membabat hutan, dan menggali tanah untuk pertambangan. Manggarai yang rentan bencana alam, masih juga menambah luka alam dengan kegiatan tidak pro lingkungan hidup. Karena itu, forum ini, gagasan, ide, visi, dan misi para calon pemimpin di Manggarai digali agar masyarakat tahu tentang program dan mimpinya dalam membangun Manggarai yang pro dan ramah lingkungan hidup ke depan.

“Kita menggali gagasan dan komitmen para calon pemimpin ini untuk pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Kita juga harus dengar apa kata pakar lingkungan hidup, dan kita harus aktif menyumbangkan gagasan dan idenya,”katanya.*** (Flores Pos. Sabtu, 6 Juni 2015)

Baca juga: 

Tiadakan Tambang di Manggarai

Mulai Berjanji Tolak Tambang

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s