Pembakar Orang Gila Divonis 1,6 Tahun

  • Erik Rede: Vonis Hakim Mengecewakan

Oleh Avent Saur

Ende, Flores Pos — Kasus pembakaran orang dengan gangguan jiwa (gila) Remigius Puji (45) sudah disidangkan beberapa kali di Pengadilan Negeri Ende. Pada sidang terakhir yang digelar, Selasa (14/4) lalu dengan agenda pembacaan putusan atau vonis, pelaku Faisal Abubakar (21) dijatuhi vonis 1,6 tahun penjara. Sekarang pelaku sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Ende.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Totok Walidi menyampaikan hal ini di lobi Kantor Kejaksaan Negeri Ende, Jalan El Tari Ende, pada Jumat (12/6).

Totok mengatakan, kasus pembakaran orang gila ini disidangkan tiga kali. Sidang pertama dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi termasuk saksi terdakwa digelar, Selasa (31/3), sidang kedua dengan agenda tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) digelar, Selasa (7/4), sedangkan sidang terakhir dengan agenda pembacaan vonis digelar, Selasa (14/4) lalu.

“Pelaku dikenakan Pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan yang menyebabkan luka berat dengan hukuman penjara 5 tahun. Vonis hakim terhadap pelaku terbilang lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan JPU, di mana JPU menuntut terdakwa dengan hukuman 2,6 tahun penjara. Dengan pelbagai pertimbangan, hakim menjatuhkan vonis 1,6 tahun penjara,” ujar Totok.

Sidang dipimpin oleh hakim ketua  Murthada Mberu, hakim anggota A.A. Ayu Sri Sudanthi dan I.G.A. Kharinayuli Astiti, Panitera Pengganti (PP) Syukur dan jaksa penuntut umum (JPU) Totok Walidi.

Vonis Hakim Mengecewakan

Wakil Ketua DPRD Ende, Erik Rede mengatakan, vonis yang dijatuhkan hakim terhadap terdakwa sangat mengecewakan korban, keluarga korban dan para pencari keadilan. Perbuatan terdakwa itu sungguh mengejikan, membakar orang yang tidak bersalah, apalagi korban adalah orang dengan gangguan jiwa. Orang sudah menderita sakit dan tidak diperhatikan oleh siapa pun, kemudian pelaku menambahkan penderitaan baru yang lebih berat terhadap korban.

Melaporkan

(Kiri-kanan) Tomo (relawan Komunitas Sastra Rakyat Ende), Maxi Deki (anggota DPRD Ende), Yohanes Lana (pelapor, keluarga korban), Erik Rede (Wakil Ketua DPRD Ende), Abdulah (saksi mata).

“Tuntutan JPU juga sangat mengecewakan. Semestinya, JPU menuntut dan hakim memvonis terdakwa dengan hukuman maksimal seturut tertera dalam Pasal 531 ayat 2 tersebut yakni 5 tahun penjara,” kata Erik yang sedang berada di Kupang, dihubungi per telepon, Jumat (12/6).

Erik melanjutkan, kalau jaksa dan hakim melihat langsung luka-luka bakar yang diderita korban, bukan tidak mungkin, jaksa dan hakim tergugah untuk memberikan hukuman yang maksimal terhadap pelaku. Ini tidak dilakukan oleh jaksa dan hakim. Perbuatan pelaku tergolong pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang serius.

“Jaksa dan hakim semestinya memperhatikan rasa keadilan korban dan keluarga korban serta para pencari keadilan. Perhatian terhadap rasa keadilan tersebut hanya mungkin akan terwujud kalau jaksa dan hakim menggunakan hati nurani dalam mengambil keputusan atas kasus tersebut,” ujar Erik yang beberapa kali mengunjungi korban selama dirawat di RSUD Ende.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ende Stefanus Sogha mengatakan, putusan atas pelaku biar diserahkan kepada para penegak hukum. Kalau memang itu putusan para penegak hukum, kita terima apa adanya.

“Putusan hukum itu adalah wilayahnya penegak hukum. Kita menghormati putusan tersebut. Kalau kita berkomentar salah atas putusan itu, mungkin akan melahirkan anggapan bahwa kita memprovokasi mereka,” ujar Stefanus yang dihubungi per telepon, Jumat (12/6).

Perawatan Korban

Sebelumnya, diberitakan bahwa Remigius Puji dibakar Faisal Abubakar di perlimaan Kota Ende pada Kamis (1/1) pagi yang menyebabkan luka bakar pada sekujur tubuhnya. Oleh orang-orang yang baik hati, Remi diantar ke RSUD Ende untuk dirawat. Pelaku Faisal Abubakar, warga Kampung Tanjung, Kelurahan Tanjung, Ende Selatan ditangkap Tim Buser Polres Ende, dua minggu sesudah kejadian, pada Kamis (15/1) sore.

Remigius

Remigius Puji berada di dalam mobil milik Dinas Sosial Ende saat keluar dari halaman RSUD Ende, untuk diantar ke Kampung Seulako, Desa Ngguwa, Kecamatan Ndona Timur, setelah dirawat selamat tiga bulan (1 Januari-1 April), pada Rabu (1/4).

Korban dirawat selama tiga bulan yakni mulai 1 Januari sampai 1 April 2015, dan setelah luka-lukanya dinyatakan sembuh, ia dipulangkan ke Kampung Seulako, Desa Ngguwa, Kecamatan Ndona Timur pada Rabu (1/4), diantar oleh pihak Dinas Sosial Kabupaten Ende. Sekarang, pihak dinas sosial sedang mengurusi pelbagai administrasi untuk memfasilitasi perawatan Remi di panti rehabilitasi jiwa, yang rencananya akan diantar ke Madiun, Jawa Timur.*** (Flores Pos, Sabtu, 13 Juni 2015)

Baca juga:

Diduga, Orang Gila Dibakar

Polisi Siap Usut Kasus Bakar Orang Gila

Pelaku Pembakaran Orang Gila Dibekuk

Kasus Pembakaran Orang Gila Disidangkan

Sebulan Dirawat, Remigius Semakin Membaik

Orang Gila, Gereja dan Pemerintah

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s