Sikap Michael Bala Menggelikan

  • Mengatasnamai Rujab Bupati Lembata

Oleh Maxi Gantung

Lewoleba, Flores Pos — Kepala Bagian Umum Setda Lembata Michael Bala mela­porkan Pater Vande Raring SVD, Ketua Forum Penyelamat Lewo­tana Lembata (FP2L) Alex Murin dan Surfa Uran ke Pe­nyidik Polres Lembata dengan tuduhan melaku­kan pemfit­nahan dan pencemaran nama baik Rumah Jabatan (Rujab) Bu­pati Lembata. Sikap Michael Bala ini sangat menggelikan karena ia melaporkan se­buah dugaan bah­wa rumah jabatan bupati menjadi tempat pembunuhan al­marhum Lorens Wadu pada Sab­tu, 8 Juni 2013 silam.

Mi­chael Bala ada­lah “manusia aneh” di Lemba­ta yang merasa tersing­gung dengan dugaan rujab bu­pati menjjadi lokasi pembunuhan Lorens Wadu. Arti­nya, Michael Bala adalah Rumah Jabatan Bupati Lembata.

Bernadus Sesa Manuk me­nyam­paikan hal ini kepada Flores Pos di Le­­woleba, Rabu (10/6). Man­tan Dan­ramil Lembata ini mengata­kan, ia merasa geli bercampur heran dengan sikap yang diambil Kepala Bagian Umum Setda Lembata Michael Bala yang melaporkan Pater Vande  Raring SVD, Alex Murin dan Surfa Uran kepada polisi. Dalam orasi di depan kantor bupati pada peringatan dua tahun kematian Lorens Wadu, Pater Vande, Alex Murin dan Surfa Uran tidak pernah menyebut nama Michael Bala. “Pertanyaannya, siapa yang mencemarkan atau memfitnah Michael Bala?”

Sesa Manuk mengatakan, hal yang lebih parah lagi, kalau polisi menyikapi laporan Michael Bala ini, maka akan menjadi tanda tanya besar bagi rakyat. Polisi harus selidiki dulu soal keterangan Uga Uran yang menonton video di handphone (Hp) milik Irwan Paokuma di mana ia melihat empat orang yang sedang mengangkat jenazah orang yang dibungkus dengan kain. Dua orang yang mengangkat atau memegang kaki orang yang tak dikenal itu sudah ditetapkan tersangka dalam kasus pembunuhan Lorens Wadu lalu kini berkeliaran bebas di Lewoleba. Sementara dua orang yang memegang bagian kepala, Uga Uran tidak mengetahuinya karena orang-orang membelakangi kamera. “Seharusnya polisi serius menggali keterangan dari Uga dan Irwan Paokuma,” ujarnya.

Bernadus Sesa Manuk mengatakan, polisi harus segera menangkap tiga pelaku pembunuhan Lorens Wadu yakni Dion Wadu, Bence Ruing dan Tolis Ruing. Tiga tersangka ini merupakan hasil gelar perkara di Kejaksaan Tinggi Kupang beberapa hari yang lalu yang dihadiri oleh Kapolda NTT, Kajati NTT, Kapolres Lembata dan Kajari Lembata.

“Mengapa tiga orang ini tidak ditangkap? Mengapa mereka dibiarkan berkeliaran bebas di Lewoleba? Gelar perkara yang dilakukan di kejati ini dihadiri oleh seorang jenderal loh? Mengapa mereka tidak ditangkap? Ada apa ini?” katanya.

Berdasarkan Kesaksian Uga

Pater Vande Raring SVD yang dihubungi melalui telepon mengatakan, ia mempertanyakan siapa itu pelapor dan kenapa polisi tidak sibuk memproses dan memeriksa orang-orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia mempertanyakan apa hubungan Michael Bala dengan dugaan pembunuhan Lorens Wadu di rumah jabatan. Ia bersama dengan teman-teman lainnya tidak pernah menyebut nama Michael Bala saat berorasi.

“Jangan sampai orang yang melaporkan ini juga sebagai otak pembunuhan sehingga dia sibuk melaporkan kami yang selama ini berjuang mengumpulkan informasi dan bukti-bukti agar kasus ini menjadi terang-bederang? Kami tidak pernah menyebut nama Michael Bala,” kata Pater Vande.

Menurutnya, seharusnya polisi mengejar dan mengkaji terlebih dahulu kesaksian Uga soal video tersebut. Soal pernyataannya dan juga pernyataan teman-temannya saat orasi, itu berdasarkan  kesaksian Uga Uran yang menonton video rekaman milik Irwan Paokuma di rumah jabatan bupati.

“Proses dulu kesaksian Uga. Kita omong berdasarkan fakta kesaksian Uga di hadapan Penyidik Polres Lembata. Di mana pemfitnahannya? Apa hubungan saya menduga rumah jabatan tempat Lorens Wadu dibunuh berdasarkan kesaksian Uga Uran dengan Michael Bala? Memang Michael Bala itu siapa?” tanya Pater Vande.

Tidak Tahu Lokasi Pembunuhan

Kabag Umum Setda Michael Bala, ketika dikonfirmasi di Gedung DPRD mengatakan, ia melaporkan Pater Vande Raring SVD, Alex Murin dan Surfa Uran atau lebih dikenal Uga Uran karena pernyataan mereka di Flores Pos dan juga pda saat berorasi di depan kantor bupati saat memperingati dua tahun kematian Lorens  Wadu. Ia melaporkan hal itu ke polisi karena pernyataan mereka bahwa pembunuhan Lorens Wadu diduga dilakukan di rumah jabatan bupati Lembata. Sebagai Kepala Bagian Umum, sebelum mengambil sikap untuk melaporkan kasus ini kepada polisi pd Selasa (9/6), ia telah melaporkannya terlebih dahulu kepada Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur melalui Kabag Hukum Setda Lembata Petrus Loba dan Kabag Humas Setda Lembata Karolus Kia Burin.

Ketika ditanya Flores Pos, apakah tiga orang yang ia laporkan itu pernah menyebut atau menuduhnya terlibat dalam kasus pembunuhan Lorens Wadu sehingga ia merasa difitnah atau dicemarkan, Bala mengatakan, tidak pernah. Ia melaporkan kasus ini dalam kapasitasnya sebagai Kepala Bagian Umum Setda Lembata.

Bala tidak punya tujuan atau kepentingan apa pun, hanya ingin supaya kasus ini terang-benderang. Ia mengatakan, rumah jabatan bupati merupakan simbol bagi daerah ini karena itu ketika Pater Vande, Alex Murin dan Uga Uran mengatakan bahwa mereka menduga rumah jabatan bupati adalah tempat Lorens Wadu dibunuh, pemerintah tidak terima. “Beritahu Pater Vande bahwa saya tidak punya tujuan lain. Saya hanya mau kasus ini terang-benderang,” ujarnya.

Atas penjelasan Michael Bala, Flores Pos mengatakan, “pemerintah atau Michael Bala tidak menerima pernyataan Pater Vande yang menduga bahwa Lorens Wadu dibunuh di rumah jabatan, lalu menurut Michael Bala atau Pemkab Lembata, di mana Lorens Wadu dibunuh?”  “Saya tidak tahu di mana Lorens Wadu dibunuh.” Flores Pos bertanya, kalau Michael Bala dan pemerintah tidak tahu di mana Lorens Wadu dibunuh, mengapa  merasa difitnah oleh dugaan yang disampaikan Pater Vande, Alex Murin dan Uga Uran,  Bala mengatakan, “tidak tahu di mana Lorens Wadu dibunuh, namun ia melaporkan kasus ini kepada polisi biar terang-benderang”.*** (Flores Pos, Jumat, 12 Juni 2015)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s