Kasus Lorens Wadu Harus Dimulai dari Hutan Keam

Oleh Maxi Gantung

Lewoleba, Flores Pos — Kasus pembunuhan Lorens Wadu yang diduga penuh dengan rekayasa, harus diselidiki mulai dari rencana pemerintah untuk membangun hotel dan fasilitas lainnya di hutan Keam. Juga ter­kait proses pembayaran uang dari pemerintah kepada Lorens Wadu karena ada yang aneh dengan pro­ses pencairan uang dan juga uang yang ada di rekening Lorens Wadu.

Silvester S. Wutun dalam Kon­ferensi Pers yang diadakan oleh Forum Penyelamat Lewotana Lem­bata di Aula Rumah Sakit Damian Lewoleba, Selasa (23/6) mengata­kan, ada yang aneh dengan rekening bank Almarhum Lorens Wadu. Menurut Sil, pada tanggal 2 Ja­nuari 2013, ada uang yang masuk ke rekening baru atas nama Lorens Wadu sebesar Rp250 juta. Pada tanggal 9 Januari 2013, ada penarikan uang sebanyak 25 kali melalui ATM. Setiap kali penarikan, jumlah uangnya sebesar Rp1 juta. “Apakah bisa, dalam satu hari menarik uang sebanyak 25 kali dengan jumlah 25 juta?” katanya.

Sil Wutun bertanya tentang siapa yang memberikan uang tunai kepada almarhum Lorens Wadu se­besar Rp250 juta itu? “Kalau uang itu untuk pembayaran pem­bebasan lahan di lokasi hutan Keam dengan menggunakan surat perintah pencairan dana (SP2D) pada tanggal 2 Januari, itu juga ada keanehan, karena tanggal 2 Januari itu orang masih libur tahun baru,” katanya.

Sil Wutun mengatakan, Lorens Wadu sebelum meninggal pernah memanggilnya untuk menghitung berapa besar dana yang diperlukan untuk pembangunan hotel di lokasi hutan Keam. Karena itu, lanjut Sil Wutun, polisi sangat mudah mem­bongkar kasus pembunuhan beren­cana terhadap Lorens Wadu kalau penyelidikan dimulai dari kasus hutan Keam.

Untuk diketahui, saat penye­lidikan awal kasus pembunuhan Lorens Wadu, mantan Kapolres Lembata, AKBP Marthen Johannis mengatakan, untuk sementara motif pembunuhan Lorens Wadu di­duga berkaitan dengan dana Rp40 miliar untuk pembangunan di hutan Keam.

Desak Kapolda

Dalam Konferensi Pers terse­but, Pater Vande Raring SVD, Ro­mo Frans Amanue Pr, penang­gung jawab FP2L Ali Kedang dan Bernadus Sesa Manuk mendesak Kapolda NTT untuk segera menu­runkan tim yang profesional dan mempunyai nurani untuk mengusut tun­tas kasus pembunuhan Lorens Wadu.

Romo Frans dan Pater Vande mengatakan, sebagai pejuang ke­manusiaan, mereka memberikan apresiasi kepada Kapolda NTT ka­rena beberapa kasus pembunuhan di NTT yang selama ini didiamkan kini sudah banyak yang terbongkar. “Beberapa kasus di NTT yang ber­ulang tahun se­lama ini sudah terbongkar, ketika Kapol­da baru ini bertugas di NTT. Kare­na itu, kami berharap kasus Lorens Wadu juga demikian, tidak ber­ulang tahun untuk waktu yang lama,” kata mereka.

Karena itu, Romo Frans me­minta Kapolda NTT segera mengirimkan tim khusus dari Pol­da untuk menangani kasus terse­but. Menurut Pater Vande, pena­nganan kasus pembunuhan Lorens Wadu diduga penuh dengan rekayasa dan manipulasi. Karena itu, di­butuhkan tim yang profesional dan bernurani dari Polda NTT sebab mereka su­dah tidak percaya lagi kepada Tim Penyidik Polres Lembata.*** (Flores Pos, Kamis, 25 Juni 2015)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s