Seribu Lilin untuk Korban Narkoba

DSC06886

Pater Avent Saur SVD membacakan puisi doa bertajuk “Jalan-Mu dan Dua Potong Kasih” dengan lilin bernyala, sebagai pembuka acara seribu lilin dalam pagelaran malam puisi anti narkoba, di aula STPM Ende, Sabtu (27/6).

  • Malam Puisi Anti Narkoba

Oleh Kristo Suhardi

Ende, Flores Pos — Penyalaan seribu lilin untuk korban penyalahgunaan narkoba mewarnai acara malam puisi yang digelar Komunitas Sastra Rakyat Ende (Sare) di Aula Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Ende, Jalan Wirajaya Ende, pada Sabtu (27/6). Penyalaan seribu lilin merupakan puncak dari rangkaian acara seperti teatrikal puisi, pembacaan puisi, nyanyian yang dikemas dalam tema “Sebait Puisi dan Lilin Harapan”.

Hadir dalam malam puisi ini, Kasat Narkoba Polres Ende IPTU Anastasius Manna beserta anggota, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Ende Martinus Ndate, Pendamping Komunitas Sare Pater Avent Saur SVD, dosen dan mahasiswa STPM Santa Ursula Ende, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Flores, Mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa (Stipar) Ende, kru sponsor dari PT Wings Surya Ende, kelompok minat Milanisti Indonesia Sezione Ende, dan beberapa kelompok minat serta orang muda lainnya.

Acara malam puisi ke-21 ini berlangsung pukul 20.00-23.00 Wita, dipandu oleh master ceremony (MC) inisiator dan pendiri Komunitas Sare Frater Kristo Suhardi SVD dan pendamping Komunitas Sare Bruder Pio Hayon SVD.

Sebelum penyalaan seribu lilin, panitia memutarkan film dokumenter yang menampilkan jenis-jenis obat narkoba, jaringan dan cara peredaran narkoba, korban narkoba, proses dan putusan hukum terhadap pengedar narkoba, masyarakat yang rentan narkoba dan ajakan pemerintah untuk memerangi narkoba.

DSC06880

Usai menyalahkan lilin, Pater Avent Saur SVD mengangkatnya, menunjukkannya kepada peserta, sebelum membacakan puisi doa bertajuk “Jalan-Mu dan Dua Potong Kasih”, dalam malam puisi anti narkoba yang digelar Komunitas Sare di Aula STPM Ende, Sabtu (27/6).

Usai pemutaran film dokumenter tersebut, penyalaan seribu lilin dimulai dengan penyalaan lilin berukuran besar oleh Pater Avent Saur SVD, sekaligus membacakan puisi doa berjudul “Jalan-Mu dan Dua Potong Kasih”. Sementara lampu-lampu di aula STPM itu dipadamkan, berkas cahaya lilin meliputi ruang aula yang membangkitkan kesan harapan terhadap para korban narkoba.

Dalam bait-bait puisinya yang dibacakan dengan nada mengesankan, Pater Avent berucap, “(Namun) betapa kami sesal, Tuhan/ jalan yang panjang ini telah bengkok, telah dibengkokkan, Tuhan/ entah karena ulah kami sendiri/ entah karena khilaf orang di sekitar kami/ entah juga karena langkah salah orang berkuasa di Republik sialan ini/ Luruskanlah jalan bengkok ini, Tuhan”.

Dalam bait penutup puisinya, Pater Avent melanjutkan, “Jalan hidup kami masih panjang/ Demikian pun waktu hidup kami tiada batas/ Dalam cahaya lilin dan lelehan lilin rapuh ini/ kami menaruh harapan: kami akan sampai pada-Mu Tuhan di hari keabadian/ Amin”.

Peserta malam puisi Bruder Alfons Tamonob SVD mengatakan, pagelaran malam puisi anti narkoba sungguh mengesankan peserta. Saat Pater Avent membacakan puisinya “Jalan-Mu dan Dua Potong Kasih”, ada beberapa peserta yang meneteskan air mata, karena puisi itu mewakili teriakan dan tangisan para korban narkoba.

Peserta mengikuti penyalaan lilin dan pembacaan puisi itu, lanjut Bruder Alfons, dalam keheningan dan meninggalkan bekas dalam ingatan. Selain puisi tersebut, ada beberapa puisi lain lagi yang mengesankan, seperti puisi “Mencari Seberkas Cahaya” karya Pater Avent juga yang diteaterkan oleh Rizky Arubone, mahasiswi PGSD Universitas Flores dan puisi lain yang dibawakan oleh peserta pewakilan dari pelbagai sekolah tinggi.

“Saya sudah mengikuti beberapa kali acara malam puisi, dan acara yang paling ramai serta paling mengesankan adalah malam puisi anti narkoba. Beberapa waktu lalu, Komunitas Sare juga  menggelar malam puisi khusus dipersembahkan untuk korban pasungan Anselmus Wara, dan kesannya persis sama dengan malam puisi anti narkoba ini,” ujarnya.

Pagelaran malam puisi yang disponsori oleh PT Wings Surya Ende ini ditutupi dengan penyalaan seribu lilin oleh semua peserta dan pembubuhan tanda tangan. Sepanjang malam puisi ini, PT Wings Surya menyajikan minuman white coffee dan mie instan kepada semua peserta.

Malam puisi anti narkoba digelar berkat kerja sama Komunitas Sare, KPA Kabupaten Ende, STPM Santa Ursula Ende dan Kepolisian Resor Ende. Sehari sebelum malam puisi ini, Komunitas Sare juga membagikan stiker anti penyalahgunaan narkoba di perlimaan Kota Ende, dengan melibatkan Polres Ende, KPA Ende, dan kelompok minat Milanisti Indonesia Sezione Ende, pada Jumat (26/6).*** (Flores Pos, Rabu, 1 Juli 2015)

5

Beberapa peserta menyalakan lilin dalam pagelaran malam puisi anti narkoba yang digelar Komunitas Sare, di Aula STPM Ende, Sabtu (276).

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s