Tempat Hiburan Malam Rentan Narkoba

  • Kata Kasat Narkoba Polres Ende

Oleh Avent Saur

Narkoba

Pekerja pup dan karoke kedapatan mengkonsumsi narkoba ditangkap petugas keamanan saat razia.

Ende, Flores Pos — Tempat hiburan malam yang menjamur di pelbagai kota menjadi ruang yang paling rentan dengan praktik penyalahgunaan narkoba. Dalam beberapa kasus penangkapan terhadap pengguna narkoba, lebih banyak terjadi di tempat-tempat hiburan malam.

Hal ini disampaikan Kepala Satuan (Kasat) Reserse Narkoba Kepolisian Resor Ende IPTU Anastasius Manna saat memberikan kata sambutan sekaligus membuka pagelaran malam puisi di Aula Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula Ende, pada Sabtu (27/6).

Malam puisi bertema “Sebait Puisi dan Lilin Harapan”, digelar Komunitas Sastra Rakyat Ende (Sare) untuk memaknai Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) yang jatuh pada tanggal 26 Juni setiap tahunnya.

Anastasius mengatakan, di daerah Flores-Lembata terdapat pelbagai tempat hiburan malam, dan bukan tidak mungkin, di sana terdapat praktik penyalahgunaan narkoba. Narkoba masuk ke daerah melalui banyak jalur baik darat maupun laut, dan polisi termasuk masyarakat juga mesti selalu mewaspadai dan mengawasi pengedaran obat-obat berbahaya tersebut.

“Beberapa waktu lalu, seorang pengguna dan pengedar narkoba ditangkap di salah satu hotel di Kota Ende, dan beliau adalah pekerja di salah satu tempat hiburan malam di Ende. Pelaku menyimpan narkoba jenis inex di dalam kemasan pepsoden, dan barang haram itu sudah bercampur dengan isi persoden tersebut,” kata Anastasius.

Awalnya, lanjut Anastasius, polisi mendeteksi barang haram itu dalam sebuah kardus milik pelaku, lalu polisi membongkar kardus tersebut. “Ketika dibongkar, kardus itu berisi banyak pepsoden. Polisi membongkar lagi bungkusan-bungkusan pepsoden, dan selanjutnya, polisi membongkar tutupan-tutupan pepsoden serta memencet isi pepsoden itu, dan akhirnya polisi menemukan barang haram itu sudah tercampur dengan isi pepsoden”.

Anastasius menambahkan, cara pengedaran barang haram tersebut terbilang sangat rahasia dan rapih, pelaku sangat pintar menjaga rahasia. Oleh karena itu, polisi yang menyelidiki kasus-kasus narkoba mesti lebih pintar dan berani membongkar rahasia tersebut.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Ende AKBP Johannes Bangun yang ditemui di halaman Mapolres Ende, Rabu (18/6) dan Jumat (20/6), mengatakan, narkoba merupakan masalah nasional yang mesti diselesaikan oleh pelbagai pihak termasuk kelompok-kelompok masyarakat yang peduli terhadap masalah tersebut. Dengan itu, inisiatif orang-orang muda yang bekerja sama dengan pelbagai pihak termasuk Kepolisian Resor Ende patut diapresiasi.

“Saya mendukung pagelaran malam puisi tersebut sebagai momen bersosialisasi dan menyadarkan pelbagai kalangan masyarakat terutama kaum muda untuk secara bersama memerangi pengedaran narkoba dan menghindari penyalahgunaan narkoba,” kata Johannes Bangun.

Pengelola Program di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Ende Valen Raki mengatakan, ada empat pub di Kota Ende, dan kalau polisi melakukan inspeksi mendadak secara intensif, maka bukan tidak mungkin, ada pengguna dan pengedar narkoba di pub-pub tersebut.

Narkoba, lanjut Valen, memiliki kaitan dengan penyakit HIV/AIDS, tetapi itu hanya mungkin kalau para penderita mengonsumsi narkoba dengan menggunakan jarum suntik yang sama.

“Sejauh ini, memang tidak ada pelaku pub yang terinfeksi HIV/AIDS. Ada banyak di antara mereka yang tidak mau diperiksa secara medis. Di jalan-jalan juga di mana terdapat perkumpulan anak muda hingga larut malam, bisa ditelusuri,  mungkin juga ada yang sedang memakai narkoba. Masyarakat dan polisi mesti berperan aktif, jika kita benar-benar serius memerangi narkoba,” katanya.

Malam puisi terlaksana berkat kerja sama Komunitas Sare dengan Komisi Penanggulan AIDS (KPA) Kabupaten Ende, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula Ende, dan Kepolisian Resor Ende.

Hadir dalam malam puisi ini, personel polisi Satuan Reserse Narkoba Polres Ende, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Ende Martinus Ndate, Pendamping Komunitas Sare Pater Avent Saur SVD, dosen dan mahasiswa STPM Santa Ursula Ende, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Flores, Mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa (Stipar) Ende, kru sponsor dari PT Wings Surya Ende, kelompok minat Milanisti Indonesia Sezione Ende, dan beberapa kelompok minat serta orang muda lainnya.*** (Flores Pos, Rabu, 1 Juli 2015)

2

Suasana malam puisi anti narkoba yang digelar Komunitas Sastra Rakyat Ende (Sare) di Aula Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula Ende, Sabtu (27/6).

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s