HUT Bhayangkara dan Catatan untuk Polri

Oleh Felix Baghi SVD

Pater Felix Baghi SVD, Dosen STFK Ledalero, Sedang Studi Lanjut di Manila

Pater Felix Baghi SVD, Dosen STFK Ledalero, Sedang Studi Lanjut di Manila

Pada HUT Bhayangkara, 1 Juli 2015 lalu, Presiden Jokowi memberikan pidato yang berarti dan sejumlah catatan penting untuk polri. Jokowi meminta polri untuk memberantas mafia hukum. Pemberantasan ini sebaiknya dimulai dari satu kesadaran substansial tentang tugas polri sebagai penegak hukum.

Menurut presiden, “kedekatan personel polri dengan seseorang bisa menimbulkan makelar kasus”. Misalnya, kedekatan pribadi polri dengan kapitalis, hakim dan jaksa atau dengan kekuasaan yang berduit, semuanya bisa berdampak pada kerja mafia hukum.

Presiden mengharapkan semua personel polri membenah dirinya dan membersihkan segala kerja mafia di dalam strukturnya agar pelayanan publiknya jadi lebih baik. Harapan presiden ini tentu juga menjadi harapan semua lapisan masyarakat. Polri adalah lembaga negara dan penegak hukum. Menurut presiden, polri harus memberantas makelar kasus. Tidak boleh mengail di air keruh. Polri sebaiknya bertugas menertibkan segala situasi khaos yang merongrong cita-cita suci negara untuk kebenaran dan keadilan.

Ada catatan lain yang menarik dalam pidato presiden pada HUT Bhayangkara itu. Sering terjadi bahwa penegakan hukum yang dilakukan aparat kepolisian “tidak” memberikan keadilan kepada kelompok marjinal dan rentan. Karena itu, beliau mengajak polri untuk bersikap tegas, profesionali dan menjamin kepastian hukum. Imbauan ini berdampak juga bagi hakim dan jaksa.

Presiden juga meminta polri untuk membenahi birokrasi, mulai dengan membersihkan diri sendiri, tidak boleh ada proses yang berbelit yang merugikan proses hukum itu sendiri. Tentu maksud yang lebih jauh dari imbauan presiden ini adalah soal transformasi diri dalam tubuh polri. Transformasi ini harus sejalan dengan cita-cita negara dan demi kepentingan masyarakat. Secara implisit, transformasi ini harus dimulai dengan revolusi mental: pembaharuan struktur batin dan cara berpikir yang berorientasi pada kebenaran dan keadilan serta kepentingan negara.

Presiden pun mengharapkan polri untuk menggunakan teknologi informasi dalam mencegah pungutan liar dan praktik percaloan. Juga untuk menghentikan kejahatan, praktik dan taktik kotor para mafia hukum. Karena itu, perlu ada dukungan pendidikan yang baik bagi semua personel polri dalam menguasai teknologi secara tepat dan bijak.

Kita menyadari bahwa tugas polri bukanlah tugas yang kecil. Oleh karena itu, eksistensi polri harus didukung baik oleh negara maupun masyarakat.

Fakta bahwa status polri dan semua personelnya selalu berada “di antara” (being in the between). Mereka berada di antara kepentingan negara dan kehidupan masyarakat, antara keadilan dan kebenaran, antara hukum dan HAM, dan  di atas segalanya, mereka berada di antara masyarakatnya sendiri. Mereka adalah bagian dari (dan pengayom) masyarakat.

Namun, harapan kita bahwa tugas polri yang selalu menempatkan posisi mereka “berada di antara”, mesti didukung dengan cita rasa keadilan dan kesadaran tentang kebenaran.  Kita dan polri hidup dan berjuang demi nilai keadilan dan kebenaran. Kedua nilai ini paling fundamental yang harus kita jaga. Kita harus bersikap profetis dan patriotis  demi keadilan dan kebenaran. Bila perlu, kita berkorban demi keadilan dan kebenaran itu.

Untuk keadilan dan kebenaran, serta demi kehidupan orang banyak, mari kita mendukung polri untuk memberantas mafia hukum, dan mencegah makelar kasus serta membela semua kepentingan masyarakat.*** (Flores Pos, Rabu, 15 Juli 2015)

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in OPINI and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s