Lelucon Porno Lecehkan “Public Speaking”

Motivator Jeremy Imanuel Udjan tampil dalam pergelaran public speaking di Aula BBK Ende, Minggu (7/6).

Motivator Jeremy Imanuel Udjan tampil dalam pergelaran public speaking di Aula BBK Ende, Minggu (7/6).

  • Pagelaran public speaking bertema “Flores Berbicara” di Aula BBK Ende

Oleh Avent Saur

Jeremy Imanuel Udjan

Jeremy Imanuel Udjan

Ende, Flores Pos — Lelucon yang berbau porno merupakan sebuah pelecehan terhadap public speaking yang sering dilakukan oleh para mester ceremony (MC) pada pelbagai acara resmi di tengah masyarakat. MC berpikir bahwa sebuah acara hanya mungkin menarik dan menghibur pendengar kalau ia memperdengar cerita-cerita lelucon porno.

Hal ini disampaikan motivator, presenter dan MC nasional Jeremy Imanuel Udjan saat menggelar public speaking bertema “Flores Berbicara” di Aula Biara Bruder Santo Konradus (BBK) Ende, Jalan Wirajaya Ende, pada Minggu (7/6).

Pagelaran public speaking terbesar di Kota Ende ini dihadiri hampir seribu penonton yang datang dari pelbagai lembaga pendidikan baik sekolah menengah pertama atau sederajat, sekolah menengah umum atau sederajat maupun perguruan tinggi di Kota Ende, baik para siswa maupun para guru dan dosen. Hadir juga anggota komunitas BBK Ende dan masyarakat umum. Acara berlangsung sekitar 4 jam, dimulai sekitar pukul 10.30 sampai pukul 14.00 Wita.

Jeremy mengatakan, organ vital dalam tubuh manusia tidak diciptakan untuk dipermainkan dalam bentuk cerita-cerita lelucon, melainkan sebuah pemberian Tuhan yang paling sakral dan mulia yang mesti dihargai secara sungguh. Organ vital harus dipakai seturut tujuan penciptaannya yakni untuk meneruskan ciptaan yang telah dimulai oleh Sang Ilahi.

“MC cenderung menceritakan hal-hal porno supaya para pendengar bisa tertawa dan merasa terhibur serta supaya situasi agar cair, tidak kaku. Tetapi dengan cerita porno itu, MC sebetulnya sedang mempermainkan organ yang paling skaral dan mulia dalam tubuh manusia. MC salah menggunakan organ vital untuk hiburan yang murahan. Organ itu harus dijaga, dirawat seturut kegunaannya,” kata Jeremy yang disambut anggukan kepala para pendengar public speaking.

Jeremy melanjutkan, di dalam masyarakat terdapat banyak cerita lucu yang bisa diceritakan di tempat-tempat publik, dan MC harus pandai mengemas cerita-cerita itu supaya menghibur pendengar. “Kalau tidak ada cerita lucu, jangan memaksa diri untuk menceritakan lelucon yang berbau porno,” katanya.

Gangguan Psiko-Seksual

Psikolog muda Bruder Pio Hayon SVD mengatakan, orang cenderung yang menceritakan lelucon porno di hadapan publik atau orang-orang di sekitarnya menandakan bahwa ia memiliki gangguan psiko-seksual yang serius. Ini sebuah kerja alam bawah sadar yang membutuhkan pelempiasan perasaan dari dalam.

“Menceritakan lelucon porno untuk menarik perhatian orang lain sering berlangsung spontan atau tidak disadari oleh pencerita, karena hal itu didorong oleh kerja alam bawah sadar yang harus dilempiaskan. Itu berlangsung spontan sehingga pencerita tidak memperhatikan aspek-aspek perasaan moral masyarakat dan moral agama yang notabene memandang organ vital sebagai sesuatu yang mulia dan sakral,” kata Bruder Pio.

Organ vital itu, lanjut Bruder Pio, adalah sesuatu yang tertutup sehingga ketika orang mengeksplorasikannya kepada publik, pendengar merasa lucu dan terhibur, padahal secara moral, itu terbilang buruk. “Selain karena gangguan psiko-seksual yang serius, penceritaan lelucon prono di hadapan publik juga menandakan kurangnya pengetahuan seorang pencerita tentang cerita-cerita berbau lucu, dan rendahnya perasaan moral pencerita terhadap kesakralan organ vital manusia,” ujarnya.

Tidak Peka Perasaan Orang Lain

Rektor BBK Ende, Bruder Edel Atalema SVD menyatakan sering mengikuti acara-acara resmi yang master ceremony-nya menceritakan lelucon porno. Banyak orang memang merasa lucu dan tertawa ketika mendengarkan cerita-cerita porno tersebut, tetapi mereka tertawa sambil mengekspresikan perasaan tidak enak karena tersinggung.

“Saya pernah mendengar MC bercerita tentang hal-hal porno yang menyinggung organ vital perempuan. Kaum lelaki tertawa berbahak-bahak, tetapi kaum perempuan, sekalipun tertawa juga, mereka merasa tersinggung karena cerita itu mengganggu perasaan mereka. MC menceritakannya secara spontan tanpa memperhatikan perasaan orang lain,” kata Bruder Edel.

MC juga, lanjut Bruder Edel, sering menceritakan hal-hal yang jorok yang menimbulkan perasaan risih dalam diri pendengar. Semestinya, hal-hal porno dan jorok tidak perlu diceritakan di hadapan publik, apalagi acara-acara resmi yang dihadiri oleh orang-orang yang memiliki pandangan luas.

“Sebaiknya, seorang MC, sebagaimana ditunjukkan oleh motivator Jeremy, menceritakan cerita-cerita lucu yang bermakna bagi pendengar, bukan cerita-cerita murahan yang menyinggung perasaan orang lain,” ujarnya.*** (Flores Pos, Kamis, 11 Juni 2015)

Baca juga:

Besok, Motivator Jeremy Gelar “Public Speaking”

Motivator Jeremy Memukau Pendengar

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s