Mama Belgi Berhasil Memanusiakan 4.220 Warga Sikka

Mama Belgi

Mama Belgi (ketiga kiri) didampingi Uskup Maumere Mgr Gerulfus Kherubim Pareira (keempat kiri), Uskup Agung Ende Mgr Vincentius Sensi Potokota (kedua kiri), Koordinator Umum Enam Panti Gracia Gleko (kedua kanan), Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera (pertama kanan) dan Asisten III Setda NTT Alexander Sena (pertama kiri)

  • Selama Periode 1975-1915

Oleh Wall Abulat

Maumere, Flores Pos — Relawan kemanusiaan asal Belgia Maria Jeanne Colson Emma Anton atau yang dikenal dengan panggilan Mama Belgi telah memanusiakan 4.220 anak yatim-piatu, orang terlantar, dan kaum difabel selama 40 tahun berkarya di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur selama periode 1975-2015. Mama Belgi telah mencurahkan seluruh perhatian, cinta, dan hidupnya untuk mereka.

Demikian disampaikan Nyonya Gracia Gleko selaku Koordinator Umum Enam Panti yang dikelola Yayasan Nativitas yang dibuka Mama Belgi saat acara syukuran pancawindu atau 40 tahun karya Mama Belgi bertempat Panti Maria Stela Maris Nangahure, arah utara Kota Maumere pada Jumat (31/7).

Syukuran diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Maumere Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira SVD didampingi Uskup Agung Ende Mgr. Vincentius Sensi Potokota, dan puluhan pastor yang bertugas di Keuskupan Maumere dan Keuskupan Agung Ende.

Hadir dalam acara syukuran ini, Bupati Kabupaten Sikka Yoseph Ansar Rera dan Ibu Irma Tibuludji, Asisten III Setda Provinsi NTT Alexander Sena, Ketua Yayasan Nativitas Belanda Theo Dinissen, Ketua Yayasan Nativitas Belgia Bart Colzon, para pemimpin Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Sikka, para pemimpin biara, dan perwakilan elemen masyarakat.

Gracia Gleko menjelaskan, ribuan kaum terlantar yang telah dan sedang didampingi Mama Belgi ditampung pada enam panti asuhan yang dibukanya yakni Panti Asuhan Nativitas Watublapi yang dibuka tahun 1975, Panti Asuhan Lekebai yang dibuka tahun 1980, Panti Asuhan Wolofeo dibuka tahun 1980, Panti Asuhan Maria Visitas Nebe dibuka tahun 1989, Panti Asuhan Putri Reinha Santa Theresia Wairmitak juga di Nebe pada tahun 1989, dan Panti Asuhan Maria Stela Maris Nangahure dibuka tahun 1996. Semuanya ada di wilayah Kabupaten Sikka, Keuskupan Maumere.

“Selama 40 tahun berkarya di Sikka, Mama Belgi telah dan sedang memanusiakan 4.220 orang,” kata Gracia Gleko.

Gracia mengakui bahwa saat ini, Yayasan Nativitas sedang menangani sekitar ratusan anak dengan rincian 19 orang di Panti Watublapi, 20 orang di Panti Lekebai, 25 orang di Panti Wolofeo, 25 orang di Panti Nebe, 35 orang di Panti Wairmitak, dan 15 orang di Panti Maria Stela Maris Nangahure.

“Mama Belgi memberikan seluruh perhatian, cinta, kasih sayang yang tulus, dan seluruh hidupnya untuk semua anak panti yang didampinginya,” kata Gracia yang sudah dipercayakan Mama Belgi untuk mengelola panti sejak tahun 1990 ini.

Mama Belgi dalam sambutannya menggarisbawahi beberapa hal penting, antara lain nilai-nilai kejujuran, ketulusan, disiplin, kebersihan, dan kerja sama dalam upaya memanusiakan kaum kecil yang didampinginya.

“Kita harus membagikan cinta kepada siapa saja yang memerlukan bantuan dengan tulus, jujur, cinta kasih, disiplin,” kata Mama Belgi.

Mama Belgi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya selama 40 tahun berkarya di Kabupaten Sikka terutama Yayasan Nativitas Belanda, Yayasan Nativitas Belgia, Pemerintah Kabupaten Sikka, dan semua pihak yang dengan cara tertentu telah membantu anak-anak panti.

“Saya menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak,” kata Mama Belgi.

Apresiasi

Ketua Panitia Syukuran Pater Toni Janga CP dalam sambutannya menjelaskan, acara syukuran ini merupakan ungkapan ketulusan dan apresiasi dari semua orang yang pernah mengalami kasih dan kebaikan Mama Belgia selama 40 tahun berkarya di Kabupaten Sikka.

“Ini adalah syukuran anak-anak panti yang merupakan apresiasi terhadap karya dan pengabdian Mama Belgi,” kata Pater Toni.

Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera dan Gubernur NTT melalui Asisten III Setda NTT Alexander Sena dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Mama Belgi yang telah memanusiakan 4.220 warga Sikka dan warga asal wilayah lainnya di NTT ini.

“Saya atas nama pemerintah menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Mama Belgi yang telah, sedang, dan akan terus mengabdi orang-orang kecil dengan tulus, dengan sentuhan kasih yang ikhlas,” kata Bupati.

Ucapan terima kasih dan apresiasi juga disampaikan Ketua Yayasan Nativitas Belgia dan Ketua Yayasan Nativitas Belanda Theo Dinissen baik kepada Mama Belgi maupun semua pihak yang turut membantu karya alam Mama Belgi.

Perpanjangan Tangan Tuhan

Uskup Maumere Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira SVD dalam khotbahnya menggarisbawahi kehadiran Tuhan sendiri salam seluruh karya Mama Belgi. “Mama Belgi adalah perpanjangan tangan Tuhan sebagaimana motto panti, “Kamu adalah Tangan-Tanganku,” kata Uskup Kherubim.

Uskup mengajak semua pihak untuk memberikan perhatian terhadap kaum kecil sebagaimana yang dilakukan Mama Belgia selama 40 tahun. “Umat dan semua pihak harus memberikan perhatian terhadap orang-orang kecil,” kata Uskup Kherubim.

Acara syukuran ini berlangsung meriah. Kemeriahan ditandai dengan kemasan liturgis dan penampilan kor yang dipimpin Romo Fidelis Dua serta kemasan acara hiburan lainnya.*** (Flores Pos, Senin, 3 Agustus 2015)

Baca terkait:

Anak Panti Nativitas Belum Masuk Anggota BPJS Kesehatan

Karya Sosial Mama Belgi

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s