Dinsos Ende Antar Orang Gila ke Panti

  • Panti Renceng Mose di Ruteng

Oleh Avent Saur

Gila

Ilustrasi pemasungan orang gila

Ende, Flores Pos — Dinas Sosial Kabupaten Ende mengantar orang dengan gangguan jiwa atau orang gila, Rofinus Woda (48 tahun) ke Panti Rehabilitasi Jiwa Renceng Mose di Ruteng, Kabupaten Manggarai pada Kamis (3/9). Rofinus adalah warga Kampung Detubapa, Desa Wolofeo, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende.

Staf Dinas Sosial yang mengantar Rofinus antara lain Romanus Tato, Bertha dan Darmiyati. Sementara dari pihak keluarga, Ibu Krist, dan dua orang lain keluarga dari Anselmus Wara – pasien sakit jiwa yang telah 10 bulan dirawat di Panti Renceng Mose.

Kepala Dinsos Ende Stefanus Sogha sebagaimana disampaikan Romanus Tato mengatakan, Dinas Sosial siap memfasilitasi warga yang mau mengantar keluarganya yang menderita sakit jiwa ke panti rehabilitasi. Namun untuk membiayai perawatan di panti, Dinas Sosial belum memiliki anggaran khusus untuk warga yang menderita sakit jiwa.

“Selama ini, sebagaimana dilakukan terhadap Anselmus Wara yang sudah sepuluh bulan dirawat di Panti Renceng Mose di Ruteng, pihak Dinsos membuat proposal kepada Bupati Ende dengan sasaran anggaran bantuan sosial (bansos). Mengantar orang gila ke panti juga tentu sangat bergantung pada kapasitas panti bersangkutan,” katanya.

Keluarga dari Rofinus Woda antara lain Krist dan Maria Rona menyatakan terima kasih kepada pihak Dinas Sosial Kabupaten Ende yang bersedia membantu Rofinus diantar dan dirawat di panti rehabilitasi. Diharapkan, kesehatannya segera pulih agar kembali bergabung dengan keluarga dalam keadaan sehat.

Menurut Maria Rona, Rofinus mulai menderita sakit jiwa sekitar tahun 2009. Pada saat itu, sakitnya tidak separah yang dialaminya sekarang. Beberapa bulan terakhir, dia selalu mengamuk dan berperilaku kasar yang membuat keluarga dan warga kampung merasa takut serta terganggu.

“Apabila dia mengamuk dan emosional serta berkata-kata kasar, kami selalu cemas apabila dia tiba-tiba melakukan tindakan krimininal. Ini tentu berakibat fatal terhadap warga kampung dan keluarga. Keluarga tidak membuat pasungan atau mengikat dia, karena pemasungan adalah tindakan yang tidak manusiawi,” ujarnya.

Maria melanjutkan, “dengan mengantarnya ke panti, keluarga setidaknya merasa aman dan tidak cemas lagi, sambil berharap kesehatannya akan segera pulih. Uang bisa kita cari, tetapi manusia dan kemanusiaan harus diutamakan”.

Sementara Kepala Panti Rehabilitasi Jiwa Renceng Mose Bruder Bartolomeus FC mengatakan, perawatan orang gila membutuhkan waktu kurang lebih selama tiga bulan. “Bisa lebih, bisa kurang. Untuk Rofinus, diharapkan, beberapa bulan ke depan, bisa mengalami kesembuhan,” katanya.

Panti Renceng Mose adalah panti milik para bruder caritas, khusus merawat orang dengan gangguan jiwa baik pria maupun wanita. Ia mulai beroperasi pada tahun 2013 lalu.*** (Flores Pos, Kamis, 10 September 2015)

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s