Direktur RS Damian Kecewa Dengan Dinas Sosial

Oleh Maxi Gantung

Lewoleba, Flores Pos — Direktur Rumah Sakit Kusta-Lepra Santo Damian Lewoleba Suster Ludgardis CIJ kecewa terhadap Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lembata yang tidak mengirimkan proposal kepada pemerintah Provinsi NTT. Hal ini diketahui setelah Pemerintah Provinsi meminta pihak rumah sakit untuk mengirimkan ulang proposal bantuan tersebut melalui Dinas Sosial Kabupaten. Itu pun tidak juga dikirim.

Hal ini disampaikan Suster Ludgardis saat melakukan dialog dengan anggota DPRD Lembata  Servasius Suban yang melakukan reses ke Rumah Sakit Damian Lewoleba pada Jumat (11/9). Dialog itu dihadiri para suster, karyawan, pasien lepra dan masyarakat lainnya.

Suster Ludgardis mengatakan, sesuai dengan aturan, proposal yang diajukan kepada pemerintah provinsi harus dikirim melalui dinas sosial kabupaten. Proposal tersebut sudah dikirim ke provinsi melalui dinas sosial, namun menurut pihak provinsi, proposal itu belum diterima oleh pemerintah provinsi. Karena itu, pihak provinsi meminta pihak rumah sakit untuk mengirimkan ulang proposal tersebut melalui dinas sosial kabupaten Lembata.

“Ternyata menurut pihak provinsi proposal tersebut juga belum dikirim. Kami tidak tahu mengapa proposal tersebut tidak dikirim,” katanya.

Pemerintah provinsi meminta pihak RS Damian untuk mengirim langsung proposal tersebut kepada pemerintah provinsi. “Kami sudah kirimkan proposal tersebut dan pihak provinsi sudah kirimkan uang sebesar Rp45 juta,” ujarnya.

Suster Ludgardis mengatakan, dana bantuan tersebut untuk orang kusta. Dirinya merasa prihatin karena kadang ada pejabat yang datang ke RS Damian untuk melihat penderita lepra tapi takut untuk menemui penderita kusta.

Pihak rumah sakit meminta perhatian serius pemerintah terhadap penderita lepra. Menurut Suster Ludgardis, mereka merawat dan melayani para pasien lepra sampai puluhan tahun. Ada pasien lepra yang tinggal di RS Damian lebih dari 30 tahun. Saat ini, ada program BPJS. Tapi di manakah  peran pemerintah terhadap masyarakat penderita lepra?

Benediktus Lawe, salah seorang penderita lepra, mempertanyakan apakah pemerintah daerah masih memperhatikan mereka dengan memberikan bantuan untuk meringankan penderitaannya. Pemerintah diminta memberikan bantuan kursi roda untuk mereka. Kursi roda yang mereka pakai selama ini (milik RS Damian) sudah rusak.

Sementara itu, Yakobus Kelu, kepada Flores Pos mengatakan, dirinya masuk RS Damian sejak kembali dari tempat rantauan tahun 1980. Saat itu, ia merantau ke Sumatera. Sekembali dari Sumatera, dirinya masuk RS Damian. Sejak tahun 1980, ia tinggal di RS Damian dan dirawat oleh suster-suster.

Bapa dua anak ini mengatakan, selama tinggal di RS Damian, ia menganggap RS Damian menjadi rumahnya sendiri dan semua pasien lepra serta karyawan RS Damian adalah saudara atau keluarganya sendiri. Ia mengharapkan perhatian pemerintah terhadap RS Damian yang selama ini menampung, merawat dan melayani mereka.

Servasius Suban mengatakan, dirinya sebagai anggota dewan tentu akan memperjuangkan aspirasi masyarakat khususnya RS Damian Lewoleba yang selama ini merawat dan melayani pasien kusta dengan kasih dan persaudaraan. Ia akan meminta DPRD bersama pemerintah untuk melakukan kunjungan kerja ke RS Damian. Pihak RS Damian diminta untuk mendatakan kebutuhan-kebutuhan RS Damian sehingga bisa dibahas bersama dengan pemerintah.*** (Flores Pos, Selasa, 15 September 2015)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s