Pater Jozef Pieniazek SVD Tutup Usia

Jozef Makan Bersama

Makan Bersama: Pater Jozef Pieniazek SVD (kanan) dalam salah satu kesempatan makan bersama anggota komunitas Biara Simeon Ledalero, Maumere, beberapa waktu lalu. Pater Josef tutup usia dalam umur 90 tahun di Biara Simeon Ledalero pada Minggu (20/9).

  • Mengabdi di STFK Ledalero Sejak 1971

Oleh Kristo Suhardi

Ledalero, Flores Pos Mantan dosen filsasat pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero Pater Jozef Pieniazek SVD (Pater Pinon) mengembuskan napas terakhir pada pukul 20.15 Wita di Biara Simeon Ledalero, Minggu (20/9). Misionaris SVD asal Polandia yang mengabdi pada STFK Ledalero sejak tahun 1971 ini tutup usia pada umur 90 tahun.

Pater Josef Pieniazek, SVD

Pater Josef Pieniazek, SVD

Disaksikan Flores Pos, usai dimandikan, jenazah almarhum disemayamkan di kapel biara tersebut. Banyak warga komunitas Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero, berdatangan untuk melayat dan mendoakan keselamatan jiwa almarhum.

Praeses Biara Simeon Ledalero Bruder Abraham Talung SVD mengatakan, sebelum meninggal, Pater Jozef tidak menderita sakit sama sekali. Ia hanya mengalami penurunan alamiah fungsi organ tubuh karena faktor usia. Hanya pada saat terakhir hidupnya, Pater Jozef mengalami batuk-batuk.

“Pada Maret 2014 lalu, Pater Jozef mengeluh sakit kepada saya karena tidak bisa lagi membaca dan mendengar dengan baik. Yang sebenarnya terjadi bukan sakit, melainkan penurunan alamiah fungsi organ tubuh. Kami kemudian merujuk beliau ke Rumah Sakit RKZ (Roomsch Katholiek Ziekenhuis) Santo Vincentius a Paulo Surabaya, Jawa Timur. Dokter mendiagnosa hal yang sama bahwa beliau hanya mengalami penurunan alamiah fungsi organ tubuh karena faktor usia,” kata Bruder Bram.

Bruder Bram juga mengatakan, setelah satu tahun menetap dan dirawat di Surabaya, pada Maret 2015, Pater Jozef kembali ke Ledalero dan menetap di Biara Simeon. Sejak saat itu, Pater Jozef hanya di tempat tidur saja. Karena alasan ini, Bruder Bram, sebagai seorang perawat, memberikan pelayanan total (total care) kepadanya.

“Beliau meninggal dalam pelukan saya. Saya yakin hal ini adalah tanda bahwa dia tidak merasa sendiri. Ada orang lain yang selalu setia memperhatikannya. Kami telah belajar banyak hal dari beliau, khususnya tentang kesetiaan dan kesabaran di tengah situasi sulit yang dialaminya,” katanya.

Menurut Bruder Bram, Pater Jozef adalah seorang pribadi pendoa, tidak pernah mengeluh, pemaaf, dan patuh terhadap setiap instruksi yang diberikan perawat. Mungkin karena latar belakang pendidikan filsafatnya, lanjutnya, setiap tindakan keperawatan yang diberikan kepadanya, mesti terlebih dahulu dijelaskan secara teoritis.

Peletak Dasar

Wakil Ketua I STFK Ledalero Pater Otto Gusti Madung SVD yang diwawancarai Flores Pos di ruang kerjanya, Senin (21/9) mengungkapkan, Pater Jozef sudah meletakkan dasar yang penting untuk STFK Ledalero. Membicarakan filsafat di STFK Ledalero, kata Pater Otto, tidak bisa terlepas dari peran Pater Jozef. Hal ini juga terungkap dalam berbagai ucapan belasungkawa dari alumni Ledalero yang sungguh merasa tercerahkan melalui kuliah Pater Jozef.

“Pater Jozef merupakan pribadi yang tekun dan penuh dedikasi dalam tugas dan pengabdiannya. Dia adalah seorang pribadi yang disipilin. Dia tidak pernah tidak masuk kuliah kecuali kalau sakit. Dia selalu menyiapkan kuliahnya dengan baik. Dia selalu memeriksa hasil ujian mahasiswa dengan baik, dan nilai yang ia berikan sangat objektif,” kata Pater Otto.

Atas nama pemimpin sekolah dan segenap civitas academica STFK Ledalero, Pater Otto menyampaikan terima kasih untuk semua pengabdian yang telah ditunjukkan oleh Pater Jozef Pieniazek. Pater Otto berharap pengabdian yang telah ditunjukkan oleh Pater Jozef dapat menginspirasi dan senantiasa menghadirkan semangat baru bagi para dosen dan segenap mahasiswa STFK Ledalero.

Biografi Singkat

Pater Jozef Pieniazek SVD lahir pada 12 Oktober 1925 di Malkie Pasieki, Polandia. Ia masuk SVD pada 1952 dan mengikrarkan kaul kekal pada 1958. Setelah ditahbiskan menjadi imam pada 2 Agustus 1959, ia ditugaskan untuk belajar filsafat di Universitas Gregoriana Roma hingga memperoleh gelar licensiat (S2) pada 1961.

Pada Februari 1971, Pater Jozef tiba di Ledalero dan mulai mengajar filsafat di STFK Ledalero hingga 1975. Pada tahun 1975, ia ditugaskan untuk melanjutkan studi filsafat di Institut Catholique Perancis. Itu diselesaikannya pada 1978. Desember 1978 hingga Mei 1979, Pater Josef belajar bahasa dan kebudayaan Perancis. Pada 1980, ia mengajar filsafat di Seminari Tinggi SVD di Tagaytay, Filipina.

Sejak 1981 hingga masa pensiunnya di Biara Simeon, Pater Jozef mengajar filsafat, khususnya logika, epistemologi, metafisika dan filsafat ketuhanan di Ledalero. Pater Jozef dikenal sebagai orang yang mudah belajar bahasa. Ia menguasai beberapa bahasa seperti Inggris, Perancis, Italia, Jerman, Portugis, Spanyol, Belanda, dan Indonesia, selain bahasa Polandia, Latin, Yunani dan Ibrani.

Prinsip yang mendasari pengabdiannya adalah Yesus Kristus, satu-satunya penyelamat. Teks-teks kitab suci yang menjadi kesayangannya, antara lain Aku ini Jalan, Kebenaran, dan Hidup (Yoh 16:14), Allah adalah Kasih (1 Yoh 4:16), dan Di bawah kolong langit, tidak ada nama lain (Kis 4:12).

Pater Jozef meyakini bahwa tidak ada kesulitan serius untuk menyatukan hidup sebagai filsuf dan imam-biarawan-misionaris kalau orang yakin bahwa ia berada pada tempat yang diberikan Tuhan kepadanya. Prinsip terdalam penyatuan segala kegiatan seorang Kristen adalah kasih akan Tuhan dan sesama.

Pater Jozef yakin bahwa dengan tugas sebagai imam dan pengajar filsafat, seseorang memberi sumbangan demi keselamatan manusia. Pertama, dengan merayakan dan melayani sakramen-sakramen, terutama sakramen Mahakudus. Kedua, segala kebenaran bersumber pada Tuhan. Karena itu, dengan mengajar filsafat yang benar, seorang mengantar orang lain lebih dekat kepada Tuhan.*** (Flores Pos, Selasa, 22 September 2015)

Baca juga: Pater Pinon, Peziarah Iman yang Hidup dari Firman

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s