Visitasi General SSpS di Flores Bagian Timur Ditutup

  • Misa Dipimpin Pater Lukas Jua SVD
  • Tema “Kuasa Roh Kudus yang Membarui”

Oleh Kristo Suhardi

Maumere, Flores Pos — Tema “Kuasa Roh Kudus yang Membarui” yang diangkat pada misa penutupan visitasi general SSpS Flores Bagian Timur dinilai sangat tepat. Hal ini terkait dengan dua alasan pokok, antara lain visitasi merupakan kesempatan untuk pembaruan hidup religius misioner para anggota SSpS. Tema ini juga hendak menegaskan kembali jati diri kita bahwa kita adalah manusia baru berkat karya Roh Kudus.

Hal ini diungkapkan Wakil Provinsial SVD Ende Pater Lukas Jua SVD dalam khotbahnya pada misa penutupan visitasi general SSpS ke Provinsi SSpS Flores Bagian Timur di Kapel Komunitas Provinsialat SSpS Flores Bagian Timur di Kewapante, Sabtu (19/9). Visitasi general yang berlangsung pada 15 Agustus-20 September ini dihadiri oleh dua visitatris generalat Suster Margaret SSpS (asal Amerika Serikat) dan Suster Mary John SSpS (asal India). Visitasi general dilakukan sekali dalam enam tahun.

Perayaan ekaristi penutupan ini dihadiri perwakilan dari komunitas-komunitas SSpS yang berada di wilayah Provinsi SSpS Flores Bagian Timur, beberapa pastor dan frater SVD, mitra kerja SSpS dan puluhan undangan lainnya. Ekaristi ini dimeriahkan paduan suara komunitas asrama Bhaktyarsa Maumere di bawah pimpinan Rikardus Perason Hayon.

Pater Lukas mengatakan, Roh Kudus senantiasa berkarya untuk membarui hati manusia dan membuat manusia menjadi Bait Allah. Kita semua, kata Pater Lukas, telah menerima Roh Kudus tetapi Roh Kudus tidak dapat memaksa manusia untuk mengikuti kehendaknya. Allah sangat menghargai kebebasan manusia.

“Ajakan utama untuk kita semua adalah senantiasa membuka diri terhadap Roh Kudus dan membiarkan ia membarui hidup kita. Pengalaman akan Roh Kudus hanya bisa dialami dari buah-buahnya, dan buah yang utama adalah damai sejahtera. Hal ini sekaligus menjadi tugas kita untuk menegakkan damai sejahtera di tengah dunia,” kata Dosen Kitab Suci di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero ini.

Kesaksian Hidup

Visitatris Suster Margaret SSpS, dalam sambutannya, mengatakan, kesaksian dalam hidup berkomunitas merupakan salah satu bentuk misi. Sebagai satu komunitas, kata Suster Margareth, para anggota SSpS telah berusaha hidup dalam harmoni. Sebagai satu provinsi, anggota SSpS telah berusaha untuk bekerja bersama demi kebaikan bersama.

“Kami merasa begitu terkesan dengan semangat misioner dan komitmen kalian. Kalian telah sungguh-sungguh berakar pada Allah Tritunggal dan menimba kekuatan dari sana. Kalian telah memberikan seluruh tenaga, perhatian dan kreativitasmu untuk semua umat yang kalian layani. Kami sungguh mengapresiasi hal ini,” kata Suster Margaret.

Suster Margaret juga mengungkapkan dukungan yang tulus untuk semua karya pelayanan para suster di Provinsi SSpS Flores Bagian Timur, dan menyatakan keyakinannya bahwa para anggota SSpS dapat berjalan menuju masa depan yang lebih cerah. Suster Margaret juga mengajak semua anggota SSpS untuk saling memaafkan dan menyembuhkan semua pengalaman luka dengan kasih Roh Kudus.

Hidup Baru

Provinsial SSpS Flores Bagian Timur Suster Inosensia SSpS dalam sambutannya mengajak semua anggota SSpS untuk bangkit dan memulai hidup baru dengan pengalaman bahwa mereka telah diubah selama visitasi general. Suster Inosensia mengharapkan semua hal baik yang telah diterima selama visitasi menjadi sumber inspirasi dan kekuatan baru.

“Kita semua dipanggil bukan untuk membentuk komunitas keluarga yang terdiri dari Bapak-Ibu-Adik-Kakak, melainkan dipanggil membentuk satu komunitas religius misioner untuk menjalankan misi Tuhan. Kita semua bertanggung jawab untuk menjalankan misi ini. Karena itu, marilah kita bersama-sama berjalan ke depan demi pelayanan dan misi kita,” katanya.

Seluruh rangkaian acara visitasi general SSpS ini ditutup dengan dinamika lilin bernyala. Melalui dinamika ini, anggota SSpS diajak untuk senantiasa membuka diri terhadap terang Roh Kudus.

Setelah visitasi general di Provinsi SSpS Flores Bagian Timur, kedua visitatris akan mengunjungi provinsi-provinsi SSpS lain di berbagai belahan dunia.*** (Flores Pos, Selasa, 22 September 2015)

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s