Uskup Sensi: Jangan Gunakan Simbol Iman Secara Liar

Mgr Vincentius Sensi Potokota Pr

Uskup Agung Ende, Mgr Vincentius Sensi Potokota

Oleh Wim de Rozary

Mbay, Flores Pos — Uskup Agung Ende Mgr. Vincentius Sensi Potokota meminta umat agar jangan menggunakan simbol iman secara liar terutama bagi kelompok-kelompok rohani, kelompok doa atau yang sering menamakan diri sebagai kelompok syering atau kelompok lainnya.

Dalam penjelasannya kepada peserta Muspas VII di Mbay, Nagekeo, pada Rabu (9/9) malam, Uskup Sensi mengatakan, di wilayah Keuskupan Agung Ende tumbuh kelompok-kelompok yang sering menamakan diri sebagai kelompok rohani seperti kelompok syering dan doa. Dikatakannya bahwa tidak semua kelompok sah dan diakui di wilayah Keuskupan Agung Ende karena ada aturan main yang harus diikuti.

Uskup menambahkan, pada satu sisi gerakan macam-macam itu memiliki kerinduan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, namun mencari jalan sendiri dan
di tengah jalan justru membingungkan diri sendiri.

“Yang resmi diakui Gereja hanya yang sudah biasa diketahui dan diikuti umat. Kongregasi seperti Santa Ana, Santa Monika, Santa Maria, Santo Yosef, Tunggal Hati Seminari (THS) dan Tunggal Hati Maria (THM) dan kongergasi lainnya yang ada dalam Gereja setempat. Ada yang belum resmi diakui Gereja,” katanya.

Sikap Gereja Keuskupan Agung Ende ke depan adalah mengambil
langkah-langkah positif merangkul organisasi-organisasi yang sah untuk terus bergiat karena dengan semakin diajak bergabung dalam kelompok sah, kelompok-kelompok yang mungkin liar tersebut bisa dikurangi.

Gerakan semacam ormas dengan pola pengolahan “tenaga dalam” sebagai kekuatan karismatik intinya tidak boleh menggunakan simbol iman secara liar.

“Masyarakat kita sangat suka yang karismatik bahkan sampai ada yang terkesan mistik dan sakti. Mari kita menjadi orang yang kritis untuk hal-hal seperti itu. Akan ada panduan sehingga terarah keputusannya nanti,” kata Uskup Sensi.*** (Flores Pos, Jumat, 11 September 2015)

Advertisements

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s