Ende Butuhkan Rumah Singgah untuk Penderita Gangguan Jiwa

sosialisasi

Sosialisasi — (kiri ke kanan hadap lensa) Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada (ki-ka) Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinsos Ende Nini W. Sumby, Kepala Dinas Sosial Yeremias Wore, Kepala PSBL Phala Martha Sukabumi Lilit Maskuroh Dimyati dan anggota tim PSBL Phala Martha Sukabumi Umar.

Oleh Avent Saur

Ende, Flores Pos — Pemerintah Kabupaten Ende membutuhkan rumah singgah khusus untuk menampung warga yang menderita gangguan jiwa. Langkah ini mesti diambil mengingat semakin meningkatnya jumlah orang dengan gangguan jiwa yang berkeliaran di jalan-jalan umum. Ada juga yang terpasung dan tinggal di rumah-rumah warga.

Lilit Markuroh Dimyati

Lilit Markuroh Dimyati

Hal ini mengemuka dalam kegiatan “Sosialisasi Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Mental” yang digelar Dinas Sosial Kabupaten Ende bekerja sama dengan Panti Sosial Bina Laras (PSBL) Phala Martha Sukabumi, Jawa Barat, di Hotel Syifa, Jalan Gatot Subroto, Ende, Rabu (30/3).

Dalam sosialisasi tersebut, hadir sebagai pemateri, antara lain Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ende, Yeremias Wore, dengan materi “Kebijakan Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kabupaten Ende” dan Kepala PSBL Phala Martha Sukabumi, Lilit Maskuroh Dimyati, dengan materi “Program Rehabilitasi Sosial bagi Penyandang Disabilitas Mental Eks Psikotik”.

Sementara barisan peserta, hadir para pegawai Dinas Sosial Ende dan Dinas Kesehatan Ende, pihak kepolisian, keluarga penerima manfaat, lurah, LSM, tokoh agama dan Kelompok Kasih Insanis (KKI) Ende yang khusus peduli terhadap orang dengan gangguan jiwa.

Ratusan Penderita

Kadis Yeremias Wore mengatakan, data menunjukkan bahwa ada ratusan warga Ende yang mengalami gangguan jiwa. Jumlah itu bisa bertambah bila didata lagi dengan baik. Demikian juga ada orang yang mengalami cacat fisik, jumlahnya sekitar 3800-an warga.

Yeremias Wore

Yeremias Wore

“Tidak semua warga yang derita gangguan jiwa dan cacat fisik terdata dengan baik karena tidak terjangkau baik dari segi informasi maupun jarak geografis dan faktor anggaran,” katanya.

Menurut Kepala PSBL Phala Martha Sukabumi, Lilit Maskuroh Dimyati, di seluruh Indonesia, jumlah rumah singgah sangat sedikit, sementara yang mengalami gangguan jiwa jumlahnya sekitar 26 juta orang. Rumah singgah yang paling efektif hanya terdapat di DKI Jakarta.

“Rumah singgah dibutuhkan untuk tampung penderita gangguan jiwa terutama yang berkeliaran di jalanan dan yang terpasung. Setelah dibina dan diberikan obat dalam jangka waktu tertentu, mereka bisa diantar ke PSBL yang adalah panti milik Kementerian Sosial RI,” katanya.

Mendesak

Dalam sesi diskusi, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinsos Ende, Nini W. Sumby, mengatakan, pembangunan rumah singgah terasa mendesak sebagai langkah untuk menangani ratusan warga yang mengalami gangguan jiwa di Ende. Jika tidak, persoalan gangguan jiwa tidak akan teratasi dengan baik.

“Hal ini memang butuhkan pengorbanan yang besar dan kerelaan hati. Demikian juga perihal anggaran demi merealisasikan rencana tersebut. Namun kita coba ambil langkah ini,” katanya.

Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial pada Dinsos Ende, Romanus Tato, mengatakan, rencana pembangunan rumah singgah sudah diwacanakan pada tahun 2004 lalu. Untuk hal itu, tanah sudah disiapkan pemerintah.

“Namun rencana itu tidak bisa direalisasikan hingga sekarang karena pelbagai kendala,” katanya.

Menurut Romanus, membangun rumah singgah adalah suatu langkah yang tidak mudah. Hal yang paling diutamakan adalah sumber daya manusia.

“Selain anggaran, pemerintah mesti siapkan tenaga yang andal supaya rumah singgah itu efektif. Jika tidak, maka rumah singgah itu akan sia-sia. Tanpa penyiapan SDM yang matang, sebaiknya rumah singgah itu jangan dulu dibangun,” katanya.*** (Flores Pos, Selasa, 5 April 2016)

About Avent Saur

Lahir 27 Januari 1982 di kampung Weto, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bulan kelahiran ini masih diragukan, karena Mama saya bilang saya dilahirkan pada bulan usai panen jagung dan padi. Yah... sekitar bulan Juli. Di akte kelahiran dan surat baptis (agama Katolik), 27 Juli 1982.Studi filsafat dan teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, NTT. Pernah menjadi wartawan pada majalah bulanan KUNANG-KUNANG (2008-2009). Sekarang, tinggal di Ende, "bantu-bantu" di harian umum Flores Pos. Blog ini dibuat, sejak 20 April 2013.
This entry was posted in BERITA and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s